Hoax
Berita Politik Indonesia

10 Hoax Indonesia Paling Menghebohkan di 2018

Berita Internasional >> 10 Hoax Indonesia Paling Menghebohkan di 2018

Media sosial adalah sesuatu yang sangat menjamur dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Tak heran, jika kemudian berita-berita palsu alias hoax, juga menjadi sesuatu yang tumbuh subur di negara dengan 260 juta lebih penduduk ini. Berikut 10 hoax paling menghebohkan yang tersiar di tahun 2018.

Baca juga: #BumerangLaNyalla: Sebar Hoax, La Nyalla Harus Diproses Hukum

Oleh: Indonesia Expat

Berita palsu—yang juga disebut sebagai “hoax”—tengah marak menjelang pemilu April 2019. Politisi yang licik mencoba untuk memenangkan kekuasaan dengan mengeksploitasi prasangka dan ketidaktahuan. Berikut adalah beberapa hoax paling tidak masuk akal di tahun 2018.

  1. Ratna Sarumpaet Diserang

Apa? Anda masih belum tahu siapa Ratna Sarumpaet? Mungkin Anda merasa politik Indonesia terlalu ruwet untuk disimak. Ratna adalah penulis naskah yang pada pertengahan 1990-an dengan berani menantang rezim Suharto yang otoriter.

Beberapa tahun yang lalu, ia mengubah pandangannya dan mulai memperjuangkan aspirasi presiden mantan jenderal Prabowo Subianto, yang diberhentikan dari TNI pada tahun 1998 karena pasukannya menculik dan menyiksa aktivis pro-demokrasi.

Pada September 2018, Ratna mengunggah foto wajahnya yang memar dan bengkak, mengklaim ia telah diserang dalam serangan yang bermotif politik. Prabowo secara terbuka mengecam orang-orang di balik “serangan pengecut” itu.

Tapi itu semua hanya hoax. Ratna kemudian mengakui bahwa wajahnya bengkak karena operasi kecantikan. Dia ditangkap pada Oktober karena menyebarkan berita palsu dan sedang menunggu persidangan.

  1. Young Lex Diserang

Apa? Anda tidak tahu siapa Young Lex? Mungkin Anda terlalu sibuk dengan kehidupan Anda dan tidak begitu memperhatikan media yang meliput selebrita ini. Bagi para kakek yang sedang membaca ini, Young Lex (26 tahun) adalah seorang rapper Indonesia yang sekarang memiliki 1,5 juta pelanggan di YouTube, sementara lagu-lagunya telah ditonton lebih dari 300 juta kali.

Rapper itu, yang bernama asli Samuel Alexander Pieter, sangat menyukai BlackPink, grup wanita terkenal dari Korea Selatan. Pada bulan Juli 2018, ia mengunggah video YouTube di mana ia “mengulas” album BlackPink, Square Up. Ketika membuka kotak CD, dia menggunakan istilah slang yang menunjukkan bahwa dia ingin masturbasi dengan melihat salah satu foto anggota BlackPink, Lisa, yang ada di album itu.

Chauvinisme khas lelaki kurang ajar dan objektifikasi perempuan. Penggemar BlackPink yang marah membuat petisi menuntut Young Lex agar dilarang menghadiri konser grup itu pada 9 Agustus di Jakarta. Ketika grup itu mengadakan meet-and-greet di Jakarta pada hari itu, Young Lex mengunggah foto di Instagram, menunjukkan wajahnya yang luka dan memar. Dia mengaku telah dipukuli oleh penggemar K-pop dan petugas keamanan. Dia meminta doa untuk kesembuhannya. Tapi itu semua hoax.

Ia tidak dipukuli. Luka dan memar itu hanya make-up. Jadi, apakah polisi menangkapnya karena menyebarkan hoax? Tidak. Sekali lagi, aturan penangkapan atas penyebaran hoax ini hanya berlaku untuk Ratna Sarumpaet.

  1. Kartu Pernikahan yang Menunjukkan Empat Istri

Kementerian Agama pada November 2018 memutuskan untuk menambah lapisan birokrasi untuk pasangan yang menikah di Indonesia, menyatakan bahwa mereka harus memiliki kartu nikah, selain sertifikat pernikahan yang biasanya. Gambar kartu nikah yang baru menjadi viral, menunjukkan kotak foto untuk empat istri untuk setiap suami.

Indonesia telah mengizinkan laki-laki Muslim untuk memiliki empat istri, tetapi kartu khusus ini, yang memiliki logo Kementerian Agama, tidak asli. Pasangan yang menikah di Indonesia harus mendapatkan buku nikah yang bentuknya seperti paspor—yang merah untuk suami dan yang hijau untuk istri.

Selain itu, KTP pasangan juga wajib mencantumkan status perkawinan mereka. Jadi mengapa harus menciptakan kartu baru? Alasan resminya adalah kenyamanan, tetapi orang-orang yang skeptis khawatir bahwa itu hanyalah bentuk lain dari peningkatan pendapatan, karena Kementerian Agama terkenal akan korupsinya, mulai dari menaikkan biaya naik haji hingga menggelapkan dana dari proyek percetakan Alquran.

Kartu Nikah (Foto via indonesiaexpat.biz)

  1. Vaksin Berbahaya dan Mengandung Darah Babi

Cabang-cabang Majelis Ulama Indonesia (MUI) di beberapa daerah di Sumatra dan Sulawesi pada tahun 2018 menuntut pemerintah untuk menghentikan program vaksinasi campak-rubella. Mereka menyatakan vaksin itu haram karena mengandung enzim babi. Itu benar.

Tetapi desas-desus yang tersebar luas menyatakan bahwa vaksin itu membahayakan anak-anak. Itu tidak masuk akal. MUIcakhirnya mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa meskipun vaksin tadi secara teknis haram, vaksin itu dihalalkan sampai vaksin versi non-babi diciptakan.

Dengan banyaknya pelaku anti-vaksin dan deklarasi haram ini membuat Indonesia gagal mencapai target imunisasi dengan cakupan 95 persen. Beberapa orang tua masih percaya bahwa vaksin akan menyebarkan penyakit, menyebabkan kesulitan belajar atau membuat anak-anak mereka tidak beriman. Sekali lagi, itu hanyalah keyakinan ultra-konservatif dan tak berbeda dengan teori konspirasi.

  1. Setya Novanto Menemukan Agama di Penjara

Pada April 2018, Setya Novanto, mantan ketua DPR dan Partai Golkar, dijatuhi hukuman 15 tahun penjara karena menggelapkan $7,3 juta dari proyek KTP-el. Pada Juli 2018, jurnalis televisi Najwa Shihab mewawancarai Setya di penjaranya di Lapas Sukamiskin di Bandung, Jawa Barat.

Di sel yang kecil dan sempit, Setya mengklaim dia menghabiskan sebagian besar waktunya bangun jam 3 pagi dan membaca Al-Quran, yang ia perlihatkan. Hanya saja, itu bukan selnya. Dan buku yang ia perlihatkan bukanlah Al-Quran. Najwa, orang terpintar di televisi Indonesia, tidak tertipu.

Investigasi oleh KPK dan ombudsman mengungkapkan bahwa para penjahat korupsi yang dipenjara di sana tinggal di sel-sel pribadi yang lebih seperti kamar hotel bintang lima, dan mereka yang cukup kaya bisa datang dan pergi sesuka hati. Kepala sipir penjara diganti, tetapi hanya orang bodoh yang percaya bahwa penjahat korupsi tidak akan lagi membeli hak istimewa.

Sekali lagi, itu hanya untuk para tahanan yang memiliki banyak uang curian. Bagi tahanan yang tidak memiliki uang, mereka harus menjalani kesengsaraan yang ekstrem.

Penjara Setya Novanto (Foto via indonesiaexpat.biz)

  1. Najwa Shihab Mendukung Prabowo-Sandi

Sebuah foto yang memperlihatkan jurnalis televisi yang disegani, Najwa Shihab, mendukung pencalonan presiden dari Prabowo Subianto dan pasangannya Sandiaga Uno viral pada September 2018. Foto itu diunggah setelah Prabowo memilih nomor urut 2 untuk pemilihan presiden April 2019. Foto itu menunjukkan Najwa tengah mengangkat dua jari saat ia berpose bersama Sandi dan mantan bos Metro TV-nya, Suryopramoto.

Keterangan foto itu menyatakan, “Akhirnya Najwa Shihab Mendukung Prabowo-Sandi. Alhamdulillah kekuatan kami bertambah.” Tetapi foto itu adalah foto lama, diambil pada Agustus 2016, ketika Sandi mengunjungi kantor Metro TV di Jakarta. Foto itu diambil sebulan sebelum Sandi secara resmi dicalonkan sebagai wakil gubernur Jakarta—jabatan yang dimenangkannya pada 2017 setelah kampanye yang mengeksploitasi prasangka agama dan ras.

Najwa pada Agustus 2017 mengumumkan pengunduran dirinya dari Metro TV dan kemudian mendirikan saluran berita online, Narasi TV. Dia telah menolak tawaran untuk bergabung dengan tim kampanye pemilihan kembali Presiden Joko Widodo, dengan mengatakan dia ingin tetap menjadi jurnalis independen. Mengenai foto lama dengan Sandi tersebut, dia mengatakan itu bukan bentuk dukungan dan itu hanya pose peace atau perdamaian. Sekali lagi, dua jari untuk perdamaian dan satu jari untuk status quo.

Najwa Shihab (Foto via indonesiaexpat.biz)

  1. China Ingin Menukar Utang dengan Jawa dan Sumatra

Ini adalah salah satu klaim paling menggelikan dalam daftar ini. Pada bulan Agustus 2018, warganet Indonesia mulai berbagi artikel “berita” yang mengklaim bahwa China telah meminta pulau Jawa dan Sumatra untuk pelunasan hutang Indonesia yang menumpuk. Indonesia berutang kepada China sekitar $15 miliar, tetapi masih jauh dari perangkap utang, apalagi menyerahkan dua pulau terpadatnya. Lagipula, konstitusi Indonesia melarang kepemilikan tanah oleh orang asing.

Sumber artikel itu adalah blog berita yang bernama “nkri-news-trending”, yang sekarang tidak aktif lagi. Artikel itu disertai dengan foto Presiden Joko Widodo yang berjabatan tangan dengan Presiden China Xi Jinping. Foto itu sebenarnya diambil pada Maret 2015, ketika kedua pemimpin bertemu di Aula Besar Rakyat di Beijing.

Ada banyak hoax lain tentang China dan Indonesia, seperti klaim bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) milik mantan presiden Megawati Sukarnoputri adalah cabang dari Partai Komunis Indonesia (PKI) yang terlarang dan didanai oleh komunis China.

Foto via indonesiaexpat.biz)

  1. Bencana Alam yang Dilebih-lebihkan

Setiap kali Indonesia dilanda gempa bumi, tsunami, atau letusan gunung berapi yang mematikan pada tahun 2018, muncul banjir hoax melalui pesan teks, media sosial, dan dari mulut ke mulut. Setelah gempa bumi 5 Agustus di Lombok yang menewaskan lebih dari 500 orang, ada klaim bahwa Presiden Joko Widodo mengirim makanan ternak kepada para korban bencana, dan bantuan itu hanya diangkut melalui layanan pos negara, dan para korban terpaksa memakan sabut kelapa.

Semua itu hanya hoax, diperkuat oleh kritik presiden. Setelah gempa bumi 29 September di Palu, Sulawesi Tengah, ada desas-desus bahwa Dam Bili Bili di Sulawesi Selatan telah retak dan akan membludak. Rumor palsu lainnya mengatakan ada penerbangan gratis untuk kerabat para korban. Foto-foto yang yang menunjukkan korban itu sebenarnya foto korban tewas dari tsunami Aceh 2004.

Ada juga laporan palsu yang mengklaim bahwa akan ada bencana yang lebih buruk. Ketika gunung berapi Soputan di Sulawesi Utara meletus, orang-orang mengunggah foto-foto letusan gunung berapi yang jauh lebih buruk di Amerika Selatan, mengklaim itu adalah Soputan.

  1. Jual Beli Jabatan PNS

Terkadang ini hoax. Beberapa orang yang jual beli jabatan di pemerintahan sipil yang terkenal korup dan tidak efisien adalah penipu, karena mereka tidak dapat memberikan jabatan yang dijanjikan itu. Tidak jarang orang membayar mulai dari Rp25 juta hingga Rp250 juta atau lebih untuk melumasi roda untuk diterima ebagai PNS.

Dalam kasus-kasus di mana orang-orang tertipu, para korban sering enggan melaporkan masalah tersebut kepada polisi. Fakta bahwa ribuan orang telah tergiur dengan penipuan ini menguatkan tuduhan bahwa rekrutmen tidak selalu didasarkan pada prestasi. Jabatan PNS sering dipandang sebagai jabatan yang prestisius seumur hidup, lengkap dengan jalan untuk menambah gaji mereka yang kecil secara tidak resmi.

PNS (Foto via indonesiaexpat.biz)

  1. Garam Meja Dipalsukan dengan Serpihan Kaca

Hoax ini dimulai pada tahun 2017 dan berlanjut hingga 2018. Orang-orang mengunggah video di mana mereka menuangkan paket garam lokal ke saringan, menambahkan air dan kemudian mengklaim bahwa kristal garam itu adalah pecahan kaca. Teori konspirasi idiot menyatakan bahwa kenaikan harga garam impor mendorong produsen garam lokal untuk menambahkan kaca ke produk mereka.

Baca juga: Indonesia Darurat Hoax dan Berita Palsu

Pengunggah bersikeras salah satu merek garam mengandung kaca dan mendesak orang untuk berbagi video itu. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menguji sampel dari semua merek garam dan tidak ada yang mengandung kaca.

Tiga masalah utama garam Indonesia yang luput dari perhatian: 1. Meskipun memiliki garis pantai besar, Indonesia menghasilkan garam berkualitas rendah dan tergantung pada impor. 2. Tidak semua garam yang diproduksi di Indonesia beryodium, dan 3. Sebagian besar garam laut mengandung mikroplastik. Hoax pecahan kaca justru mendapat lebih banyak perhatian daripada kenyataan bahwa garam Indonesia mengandung mikroplastik.

Keterangan berita utama: Ratna Sarumpaet menyebarkan hoaks yang berhasil mencoreng kampanye kubu Prabowo Subianto yang didukungnya. (Foto: Indonesiaexpat.biz)

10 Hoax Indonesia Paling Menghebohkan di 2018

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top