HIV
Berita Politik Indonesia

14 Anak Dikeluarkan dari SD karena Memiliki HIV

Berita Internasional >> 14 Anak Dikeluarkan dari SD karena Memiliki HIV

Satu sekolah dasar di Surakarta terpaksa mengeluarkan 14 orang siswa mereka. Hal itu setelah para orang tua lain protes dan mengancam akan mengeluarkan anak mereka dari sekolah itu, setelah mengetahui ada murid-murid dengan HIV positif. Bulan Oktober lalu, kekhawatiran penularan membuat sekolah di Sumatra Utara melarang tiga anak yatim yang HIV-positif dari sekolah dasar. Baca juga: Bersiap Sambut Wabah AIDS Mematikan Berikutnya

Oleh: Casey Quackenbush (Time)

Sebuah sekolah dasar negeri di Indonesia mengeluarkan 14 anak yang positif HIV / AIDS berikut reaksi dari orang tua, lapor The Jakarta Post.

Orang tua di sekolah di Surakarta, kota penghubung besar di tenggara Jakarta, mengetahui status HIV siswa saat konferensi orang tua-guru awal bulan Januari. Sebagai tanggapan, mereka diduga mengancam akan menarik anak-anak mereka dari sekolah jika pemerintah tidak memindahkan atau mengeluarkan siswa yang positif HIV/AIDS.

“Kami tidak punya pilihan,” kata kepala sekolah Karwi. “Kami menerima siswa karena semua orang memiliki hak untuk pendidikan … sampai gelombang protes ini mulai masuk.”

Etty Retnowati dari Dinas Pendidikan Surakarta mengatakan sebuah sekolah baru telah ditemukan untuk para siswa yang dikeluarkan.

“Yang paling penting adalah mereka dapat melanjutkan studi,” katanya, menurut Post.

Baca juga: RUU PKS: Pengesahannya Terjegal Norma dan Agama

Puger Mulyono, pendiri Youth NGO Lentera Foundation, mengatakan dia memahami keprihatinan orang tua, dan telah menghadapi masalah yang sama di masa lalu. “Kami akan menangani ini,” katanya.

Diskriminasi semacam itu bukan tanpa preseden di Indonesia, demokrasi Muslim terbesar di dunia. Kelompok-kelompok HAM mengutip tindakan keras Indonesia baru-baru ini terhadap komunitas-komunitas LGBT dan “kepanikan moral” yang terjadi sebagai kontribusi terhadap penyebaran HIV.

Baca juga: Perempuan Indonesia Salahkan Pemerintah atas Peningkatan Pelecehan Seksual

Bulan Oktober lalu, kekhawatiran penularan membuat sekolah di Sumatra Utara melarang tiga anak yatim yang HIV-positif dari sekolah dasar, menurut Voice of America.

Pada tahun 2016, Indonesia memiliki 48.000 infeksi HIV baru dan 38.000 kematian terkait AIDS, di samping sekitar 660.000 orang yang hidup dengan HIV, menurut data UNAIDS. Sejak tahun 2010, infeksi HIV baru telah menurun sebesar 22 persen dan kematian terkait AIDS telah meningkat sebesar 68 persen.

Keterangan foto utama: Seorang wanita memasuki sebuah ruangan di puskesmas di Jakarta, Indonesia, 30 November 2018. (Foto: Anton Raharjo/Anadolu Agency/Getty Images)

14 Anak Dikeluarkan dari SD karena Memiliki HIV

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top