Orang Termiskin
Global

26 Miliarder Terkaya Miliki $1,4 Triliun—Jumlah Total yang Dimiliki 3,8 Miliar Orang Termiskin

Berita Internasional >> 26 Miliarder Terkaya Miliki $1,4 Triliun—Jumlah Total yang Dimiliki 3,8 Miliar Orang Termiskin

Laporan terbaru Oxfam Internasional mengungkapkan, kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin lebar. Diumumkan di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Oxfam mengatakan bahwa harta kekayaan 26 orang terkaya di dunia setara dengan yang dimiliki oleh 3,8 miliar orang termiskin. Salah satu solusi yang diajukan adalah pengaturan pajak yang lebih adil.

Oleh: Tami Luhby (CNN)

Baca Juga: Orang Terkaya Indonesia 2018: Mochtar Riady Hadapi Tuntutan Hukum Meikarta

Miliarder dunia tumbuh $2,5 miliar lebih kaya setiap hari, sementara setengah dari populasi termiskin di dunia bertambah miskin.

Miliarder, yang kini mencapai rekor 2.208, memiliki kekayaan yang lebih besar dari sebelumnya, menurut laporan Oxfam International yang diterbitkan Senin (21/1). Sejak krisis keuangan global satu dekade lalu, sekarang jumlah miliarder hampir dua kali lipat.

Studi tahunan ini dirilis menjelang Forum Ekonomi Dunia tahunan di Davos, Swiss, yang menyatukan beberapa orang terkaya dan paling berpengaruh di dunia. Laporan setebal 106 halaman ini dimaksudkan untuk menarik perhatian pada kesenjangan yang semakin besar antara si kaya dan si miskin.

Gabungan kekayaan 26 orang terkaya di dunia mencapai $1,4 triliun tahun lalu—jumlah yang sama dengan total kekayaan 3,8 miliar orang termiskin.

Sebagian besar dari orang-orang mega-kaya ini adalah orang Amerika, menurut daftar miliarder Forbes yang digunakan oleh Oxfam. Nama-nama itu termasuk Jeff Bezos dari Amazon, Bill Gates dari Microsoft, Warren Buffett dari Berkshire Hathaway dan Mark Zuckerberg dari Facebook, yang secara kolektif bernilai $357 miliar, menurut Forbes.

Oxfam merekomendasikan negara-negara untuk memajaki kekayaan pada tingkat yang lebih adil, menaikkan tarif atas pendapatan pribadi dan pajak perusahaan dan memberantas penghindaran pajak oleh perusahaan dan orang-orang super kaya. Oxfam juga mengadvokasi pemberian perawatan kesehatan, pendidikan dan layanan publik universal lainnya dengan gratis—dan memastikan bahwa perempuan dan anak perempuan juga mendapat manfaat. Oxfam menyarankan investasi dalam layanan publik—termasuk air, listrik, dan pengasuhan anak—untuk meluangkan waktu bagi wanita dan membatasi jumlah jam kerja tanpa bayaran.

Sistem perpajakan yang dipertanyakan

Laporan tersebut mengamini sikap kebijakan yang dianut oleh Partai Demokrat yang baru diberdayakan di Amerika Serikat, yang mengadvokasi reformasi serupa.

“Akan ada percakapan publik yang lebih luas dan lebih bersemangat di AS dan global mengenai seperti apa sistem perpajakan yang adil dan efektif itu akan sangat berbeda dari sistem yang digunakan saat ini,” kata Paul O’Brien, wakil presiden kebijakan dan kebijakan advokasi Oxfam America.

Perwakilan Demokrat Alexandria Ocasio-Cortez, anggota parlemen baru dari New York, telah mengusulkan untuk mengenakan pajak kepada orang kaya setinggi 70 persen untuk mendanai rencana perubahan iklim yang dia ajukan yang disebut “Green New Deal.”

Dan beberapa anggota parlemen, termasuk Senator Bernie Sanders dari Vermont, mengajukan “Medicare for All” untuk memperluas cakupan asuransi kesehatan bagi warga Amerika.

Masalah-masalah itu juga bersifat global.

“Di banyak negara, pendidikan yang layak atau layanan kesehatan yang berkualitas telah menjadi kemewahan yang hanya mampu dimiliki oleh orang kaya,” kata Oxfam. “Setiap hari, 10.000 orang meninggal karena mereka tidak memiliki akses ke perawatan kesehatan yang terjangkau.”

Dampaknya dirasakan secara tidak proporsional oleh perempuan.

“Gadis-gadis dikeluarkan dari sekolah terlebih dahulu ketika tidak ada uang untuk membayar biaya sekolah, dan para wanita harus bekerja tanpa dibayar ketika harus menjaga kerabat yang sakit ketika sistem perawatan kesehatan gagal,” kata organisasi itu, memperkirakan bahwa “jika semua pekerjaan perawatan tanpa bayaran yang dilakukan oleh wanita di seluruh dunia dilakukan oleh satu perusahaan, perusahaan itu akan memiliki omset tahunan $10 triliun.”

Masalah ini juga sangat kritis di negara-negara seperti India, ekonomi utama yang paling cepat berkembang di dunia. Negara ini memiliki salah satu tingkat partisipasi tenaga kerja wanita terendah di dunia. Data terbaru dari Bank Dunia menunjukkan hanya 27 persen wanita berusia 15 tahun atau lebih yang diklasifikasikan sebagai bekerja atau secara aktif mencari pekerjaan.

Sebuah laporan tahun lalu oleh McKinsey Global Institute mengatakan India dapat menambahkan $770 miliar untuk ekonominya dengan meningkatkan kesetaraan gender, sementara Asia secara keseluruhan dapat meningkatkan produk domestik bruto sebesar $4,5 triliun jika lebih banyak perempuan dibawa ke dunia kerja.

Baca Juga: Presiden China Xi Jinping Puncaki Daftar Orang Terkuat di Dunia

Keterangan foto utama: Seorang staf berjalan melewati logo saat pembukaan pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia 2019 pada tanggal 20 Januari 2019 di Davos, Swiss timur. (Foto: AFP/Fabrice Coffrini)

26 Miliarder Terkaya Miliki $1,4 Triliun—Jumlah Total yang Dimiliki 3,8 Miliar Orang Termiskin

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top