Nuklir Iran
Global

Abaikan Peringatan Amerika, Iran Luncurkan Satelit dan Gagal

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo berbicara pada saat KTT United Against Nuclear Iran di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, tanggal 25 September 2018. (Foto: Reuters/Darren Ornitz)
Berita Internasional >> Abaikan Peringatan Amerika, Iran Luncurkan Satelit dan Gagal

Iran meluncurkan satelit baru—namun gagal—yang mengabaikan peringatan Amerika pada awal tahun 2019. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sebelumnya telah memperingatkan Iran untuk membatalkan rencana peluncuran satelitnya, dan mengancam akan menambah sanksi terhadap negara itu. Pompeo pun mengecam peluncuran itu pada Selasa (15/1), tetapi tidak mengatakan apakah AS berencana untuk mengenakan sanksi baru terhadap Iran sebagai tanggapan.

Oleh: Mohammed Tawfeeq dan Tamara Qiblawi (CNN)

Baca Juga: ASEAN Dapat Redakan Ketegangan Antara Amerika-China

Iran telah meluncurkan satelit pada Selasa (15/1). Satelit yang gagal mencapai orbit tersebut diluncurkan meski ada peringatan dari Amerika Serikat (AS) pada awal bulan Januari 2019. Satelit tersebut “tidak mencapai kecepatan yang cukup pada tahap ketiga dan tidak dapat masuk ke dalam orbit,” tutur Mohammad Jahromi, Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran, kepada kantor berita resmi IRNA, setelah upacara yang diadakan untuk peluncuran tersebut di Imam Khomeini Spaceport pada Selasa (15/1) pagi. Menteri tersebut mengatakan bahwa Iran akan segera meluncurkan satelit lain.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memperingatkan Iran pada awal bulan Januari 2019 untuk membatalkan rencana peluncuran satelitnya, dan mengancam akan menambah sanksi terhadap negara itu. Dia mengeluarkan pernyataan pada Selasa (15/1) yang mengecam peluncuran itu, tetapi tidak mengatakan apakah AS berencana untuk mengenakan sanksi baru terhadap Iran sebagai tanggapan.

“Kami telah menyatakan dengan jelas bahwa kami tidak akan berpihak pada Iran yang mengabaikan norma-norma internasional. Amerika Serikat bekerja dengan sekutu dan mitra kami untuk melawan seluruh jajaran ancaman Republik Islam, termasuk program rudalnya, yang mengancam Eropa dan Timur Tengah,” demikian bunyi pernyataan itu.

uji coba rudal

Sebuah instalasi yang menampilkan rudal dan potret Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Lapangan Baharestan di Tehran, Iran, 27 September 2017. Foto diambil pada 27 September 2017. (Foto: REUTERS/TIMA/Nazanin Tabatabaee Yazdi)

Pompeo telah berpendapat bahwa peluncuran wahana antariksa seperti itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan untuk mendukung perjanjian nuklir tahun 2015, dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada tanggal 3 Januari 2019, bahwa kendaraan peluncuran Iran “menggabungkan teknologi yang hampir identik dengan yang digunakan dalam rudal balistik, termasuk rudal balistik antar-benua (ICBM/intercontinental ballistic-missiles).”

Pada Selasa (15/1), Pompeo menegaskan kembali pernyataan itu, mengatakan bahwa satelit tersebut “meluncurkan kemampuan Iran lebih jauh untuk akhirnya membangun senjata semacam itu.”

Para analis mengatakan kepada CNN bahwa teknologinya tidak menggunakan ICBM dan Iran mengatakan bahwa satelitnya bertujuan untuk telekomunikasi.

Pompeo baru saja mengakhiri tur kilat ke negara-negara Arab yang dimaksudkan untuk menenangkan kekhawatiran tentang penarikan pasukan AS dari Suriah yang akan segera terjadi. Selain itu, Pompeo juga menggalang dukungan untuk sikap keras pemerintahan Trump melawan Iran.

Dalam pidatonya di Kairo pekan lalu, Pompeo membicarakan penarikan pemerintah AS dari kesepakatan nuklir Iran mantan Presiden AS Barack Obama, dan berbicara secara luas tentang “kampanye untuk menghentikan pengaruh jahat Iran dan tindakannya terhadap wilayah ini dan dunia.”

Presiden AS Donald Trump telah menghukum Iran dengan dua putaran sanksi agresif tahun ini, yang memacu keluarnya perusahaan asing dari negara itu dan melumpuhkan ekonomi Iran, dengan laju inflasi yang terus meningkat serta kekurangan bahan pangan dan obat-obatan.

Sebuah pesawat Norwegia telah terjebak di Iran selama empat minggu, setelah kesalahan teknis mendorong pendaratan tak terjadwal di bandara Shiraz dalam perjalanan dari Dubai ke Oslo. Pembatasan ekspor membuat pesawat tersebut belum menerima suku cadang yang dibutuhkan untuk kembali lepas landas.

Baca Juga: Selamat Datang di Republik Demokratik Rakyat Amerika

Zachary Cohen dari CNN berkontribusi melaporkan.

Keterangan foto utama: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo berbicara pada saat KTT United Against Nuclear Iran di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, tanggal 25 September 2018. (Foto: Reuters/Darren Ornitz)

Abaikan Peringatan Amerika, Iran Luncurkan Satelit dan Gagal

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top