Afiliasi Al Qaeda Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan Burkina Faso
Afrika

Afiliasi Al Qaeda Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan Burkina Faso

Berita Internasional >> Afiliasi Al Qaeda Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan Burkina Faso

Afiliasi Al Qaeda yang berbasis di Mali, Jama’ah Nusrat ul-Islam wa al-Muslimin (JNIM), pada Sabtu (3/3) mengklaim bertanggung jawab atas serangan di markas militer dan Kedutaan Besar Prancis di Burkina Faso pada Jumat (2/3). Teror Prancis tersebut menewaskan 16 orang, dan 80 orang lainnya terluka.

Oleh: Thiam Ndiaga (Reuters)

OUAGADOUGOU (Reuters)—Seorang afiliasi Al Qaeda yang berbasis di Mali mengaku bertanggung jawab pada Sabtu (3/3), atas serangan di negara tetangga Burkina Faso, yang menyebabkan 16 orang tewas—termasuk delapan orang bersenjata—di markas tentara dan Kedutaan Besar Prancis, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Mauritania, Alakhbar.

Delapan puluh lainnya cedera dalam teror Prancis di ibu kota Ouagadougou tersebut, menyusul dua serangan besar lainnya di sana dalam dua tahun terakhir.

Kelompok tersebut, Jama’ah Nusrat ul-Islam wa al-Muslimin (JNIM), sering menggunakan Alakhbar dan kantor berita Mauritania lainnya untuk mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap sasaran sipil dan militer di wilayah Sahel, Afrika Barat.

Alakhbar—mengutip sebuah pesan dari kelompok tersebut—melaporkan bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas pembunuhan salah satu pemimpin JNIM, Mohamed Hacen al-Ancari, dalam sebuah serangan baru-baru ini oleh pasukan Prancis.

Baca Juga : Jacob Zuma Akhirnya Mundur dari Jabatan Presiden

Prancis turun tangan di Mali pada tahun 2013 untuk mengusir militan yang telah merebut gurun utara negara tersebut. Setelah itu, sekitar 4.000 tentara ditempatkan di bekas koloninya di wilayah Sahel yang gersang, sebagai bagian dari operasi anti-teror Barkhane, dan telah secara agresif mencari pemimpin kelompok militan tersebut.

Teror Prancis sebelumnya di Ouagadougou dan di dekat perbatasan Burkina Faso dengan Mali, juga dilakukan oleh sekutu al Qaeda sebagai pembalasan atas partisipasi Burkina Faso dalam perang regional melawan para militan tersebut.

Al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM), mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap restoran dan hotel di Ouagadougou pada Januari 2016 di mana 30 orang terbunuh. AQIM bergabung dengan kelompok jihad lainnya pada tahun lalu untuk membentuk JNIM.

Para jihadis yang dicurigai tersebut juga membunuh setidaknya 18 orang pada Agustus lalu, saat melakukan serangan di sebuah restoran di Ouagadougou.

Afiliasi Al Qaeda Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan Burkina Faso

Sebuah penghalang militer ditempatkan di sepanjang jalan menuju markas tentara Burkina Faso di ibu kota Ougadougou, Burkina Faso, pada tanggal 2 Maret 2018. (Foto: Reuters/Anne Mimault)

Dalam pidato di televisi pada Sabtu (3/3), Presiden Roch Kabore mendesak publik untuk bekerja sama lebih jauh dengan angkatan bersenjata.

“Di saat-saat yang sulit ini, saya ingin menegaskan kembali pada Afrika dan seluruh dunia, keyakinan saya yang teguh pada kemampuan masyarakat Bukinabe untuk menjaga martabat mereka dan dengan tegas melawan musuh-musuh mereka.” kata Kabore.

Kelompok-kelompok jihad telah bergabung kembali sejak campur tangan Prancis pada tahun 2013. Mereka telah memperluas operasi mereka sampai Mali tengah, yang pernah mereka gunakan sebagai landasan peluncuran untuk menyerang Burkina Faso, Niger, dan negara-negara lain di daerah tersebut.

Pihak berwenang Burkinabe mengatakan bahwa empat orang bersenjata terbunuh di markas tentara, di mana penyerang juga meledakkan sebuah bom mobil, dan empat dari mereka terbunuh di kedutaan besar. Dua penyerang juga tertangkap pada Jumat (2/3).

Penduduk bertanya-tanya apa negara mereka tetap rentan terhadap serangan itu.

Baca Juga : Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma Dituntut Mundur oleh Partainya Sendiri

“Jika markas tentara telah benar-benar musnah, terdapat masalah,” kata Souleymane Traore, Direktur surat kabar Le Quotidien.

“Kami benar-benar terbebani oleh ketidakamanan ini, dan kami harus menunjuk siapa yang bertanggung jawab.”

Keamanan diperkuat pada Sabtu (3/3) di dekat lokasi strategis di Ouagadougou, saat Perdana Menteri Paul Kaba Thieba—yang diapit oleh menteri-menteri dari pemerintahannya—berkeliling di markas tentara dan Kedutaan Besar Prancis.

Laporan tambahan oleh Nadoun Coulibaly di Ouagadougou dan Kissima Diagana di Nouakchott; Disunting oleh Stephen Powell dan Hugh Lawson.

Keterangan foto utama: Asap mengepul dari lokasi serangan bersenjata di pusat kota Ouagadougou, Burkina Faso, pada tanggal 2 Maret 2018. (Foto: AFP/Ahmed Ouoba)

Afiliasi Al Qaeda Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan Burkina Faso

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top