Akhirnya Ada Tanda-Tanda Kemajuan dalam Perang Dagang Amerika-China
Amerika

Akhirnya Ada Tanda-Tanda Kemajuan dalam Perang Dagang Amerika-China

Berita Internasional >> Akhirnya Ada Tanda-Tanda Kemajuan dalam Perang Dagang Amerika-China

Para pejabat pemerintahan Trump mengadakan perundingan dengan pemeritah China pada hari Selasa (11/12), secara formal memulai putaran terakhir perundingan untuk mengakhiri perang perdagangan AS-China. Komitmen berulang China untuk membeli produk AS dan menurunkan tarif mobil menunjukkan bahwa China setidaknya ada komitmen untuk meredakan ketegangan dalam perdagangan. Namun penangkapan CFO Huawei, Meng Wanzhou, dan tindakan pemerintahan Trump untuk mengkonfrontasi China di bidang lain dapat menganggu kelancaran perundingan ini.

Oleh: Bob Bryan (Business Insider)

Baca Juga: Perang Dagang dengan China: Tak Mudah untuk Dimenangkan

Lebih dari seminggu setelah Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menyepakati gencatan senjata sementara, kedua belah pihak menunjukkan tanda-tanda kemajuan dalam perundingan untuk mengakhiri perang dagang mereka.

“Perundingan yang sangat produktif sedang terjadi dengan China!” Trump menge-tweet pada hari Selasa (11/12). “Akan ada beberapa pengumuman penting!”

Namun, walaupun ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya dedikasi China terhadap détente, masih ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan yaitu bahwa perang dagang tidak akan berakhir dalam waktu dekat.

“Hampir setiap poin data faktual sejak G-20 telah memeperburuk konflik AS-China—kecuali tweet-nya,” kata Chris Krueger, seorang analis di Cowen Washington Research Group.

Perundingan dimulai ulang

Memanfaatkan niat baik dari makan malam Trump dan Xi di KTT G20 awal bulan ini, Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin melakukan panggilan telepon dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He, pejabat tinggi ekonomi China, pada hari Selasa (11/12).

Menurut pernyataan dari Kementerian Perdagangan China, kedua belah pihak membahas langkah-langkah selanjutnya untuk implementasi kesepakatan yang dicapai pada KTT G20. Topik dalam pembicaraan itu termasuk janji China untuk membeli produk pertanian AS dan merubah praktik ekonomi negara itu, menurut laporan.

Panggilan itu merupakan diskusi formal pertama sejak Trump mengumumkan gencatan senjata selama 90 hari yang akan menunda peningkatan tarif AS terhadap barang-barang China senilai $200 miliar.

Donald Trump Xi Jinping

Presiden China Xi Jinping (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kedua dari kanan) menghadiri jamuan makan malam setelah pertemuan para pemimpin G20 di Buenos Aires pada hari Sabtu (1/12) (1/12). (Foto: Reuters)

Tetapi sebagian besar analis menganggap hampir tidak mungkin bagi kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan yang mencakup perubahan mendasar yang diinginkan AS dari China selama masa negosiasi yang singkat ini.

“Kami meragukan bahwa perjanjian yang komprehensif dapat terwujud dalam tiga bulan ke depan, yang menunjukkan bahwa ketegangan perdagangan akan muncul kembali pada awal tahun depan,” Isaac Boltansky, analis kebijakan pada perusahaan riset dan perdagangan Compass Point, menulis Senin (10/12).

Sementara Trump dan Larry Kudlow—advokat perdagangan bebas yang paling setia di tim Trump—mengatakan bahwa gencatan senjata dapat diperpanjang, orang yang bertanggung jawab atas perundingan itu telah menampik pernyataan tersebut. Dalam wawancara dengan CBS di acara “Face the Nation” pada hari Minggu (9/12), Lighthizer menyebut batas waktu 90 hari itu sebagai “tenggat waktu yang ketat.”

“Ketika saya berbicara dengan presiden Amerika Serikat, dia tidak berencana untuk memperpanjangnya setelah bulan Maret,” katanya. “Dia berbicara tentang pencapaian kesepakatan. Jika ada kesepakatan, kami ingin mencapainya dalam 90 hari ke depan.”

Apakah China akan melakukan sesuatu?

China juga berusaha menunjukkan komitmen mereka terhadap perundingan ini dengan melakukan beberapa langkah yang disetujui saat pertemuan Trump-Xi:

Menurut laporan, China sedang mempersiapkan untuk memulai pembelian barang-barang pertanian dan energi Amerika dalam beberapa minggu mendatang.

Selain itu, kabinet China dilaporkan akan mempertimbangkan proposal untuk menurunkan tarif pada mobil buatan AS menjadi 15 persen—tarif yang dibayar untuk impor mobil non-AS—dari 40 persen.

Tetapi walaupun China telah berencana untuk melanjutkan prosedur ini, masih belum jelas apakah niat tersebut telah diwujudkan ke dalam bisnis yang sebenarnya untuk para petani dan perusahaan Amerika. Kelompok-kelompok pertanian besar AS belum melihat adanya pembelian barang-barang mereka dari China, dan analis juga mengatakan tidak ada data yang menunjukkan bahwa pembelian China telah kembali dilakukan.

Mengenai masalah Huawei, masalah ekonomi yang lebih besar tidak akan terpengaruh

Penangkapan Meng Wanzhou, CFO raksasa teknologi China Huawei, oleh Kanada atas perintah dari AS telah memperumit perundingan ini. Sementara ekstradisi Meng tertunda, investor dan analis khawatir bahwa penangkapan itu dapat membuat perundingan perdagangan ini tidak berujung.

Sejak penangkapan itu, para pejabat AS dan China bersikeras bahwa status Meng tidak akan mengganggu hasil perundingan.

“Kasus ini benar-benar terpisah dari apa pun yang saya kerjakan atau apa pun yang orang-orang kebijakan perdata dalam pemerintahan kerjakan,” kata Lighthizer kepada CBS. “Jadi, bagi kami, itu tidak berhubungan, itu adalah peradilan pidana.”

Baca Juga: Jangan Andalkan Gencatan Senjata dalam Perang Dagang Trump-China

Meng Wanzhou, CFO Huawei. (Foto: Reuters/Alexander Bibik)

Media pemerintah China sebagian besar telah mengarahkan kemarahan mereka atas penangkapan Meng di Kanada dan juga memisahkan perundingan perdagangan dari penangkapan Meng.

Hal lain yang mungkin menghambat jalannya perundingan adalah tindakan pemerintah AS yang menuduh China karena mencuri teknologi dan rahasia dagang Amerika. Menurut The Washington Post, beberapa agensi di seluruh pemerintah AS akan mengecam China atas praktik semacam itu.

Hal itu terjadi setelah kampanye bersama dari pemerintahan Trump untuk mengkonfrontasi China atas tuduhan pencurian kekayaan intelektual, spionase ekonomi, kemitraan yang dipaksakan antara perusahaan AS dan China, dan kebijakan nonkompetitif lainnya.

Tetapi walaupun para pejabat berusaha memisahkan penangkapan Meng dan kampanye AS untuk mengkonfrontasi China dari perundingan perdagangan, pemisahan itu mungkin akan sulit dilakukan.

Krueger mengatakan AS dapat memutuskan untuk berhenti mengupayakan ekstradisi Meng sementara perundingan bersifat produktif—secara implisit memungkinkan penangkapan untuk dilibatkan ke perundingan—atau membiarkan keadaan saat ini terus berlanjut.

“Skenarionya sekarang adalah proses ekstradisi beberapa bulan (atau tahun?) di Kanada dengan CFO Huawei dalam keadaan limbo dan China sangat marah dan semakin ditekan untuk merespon oleh tekanan domestik,” tulis Krueger dalam sebuah catatan kepada klien. “Tentu saja dalam hal ini, itu berarti kasus Huawei ini terkait erat dengan politik dan perundingan… terlepas dari katalis yang sangat buruk untuk membuka perundingan.”

 Keterangan foto utama: Presiden Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Hamburg, Jerman, selama sesi pleno pada KTT G20 tahun lalu. (Foto: Getty Images/Mikhail Svetlov)

Akhirnya Ada Tanda-Tanda Kemajuan dalam Perang Dagang Amerika-China

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top