presiden china xi jinping
Asia

Ambisi Teknologi Beijing: Xi Jinping Perkuat Kebijakan ‘Made in China 2025’

Presiden China Xi Jinping mengunjungi Wuhan Xinxin Semiconductor Manufacturing di Wuhan, provinsi Hubei, akhir bulan lalu. Xi mengatakan kemandirian teknologi sangat penting bagi perusahaan China yang berdiri di panggung dunia. (Foto: Xinhua)
Home » Featured » Asia » Ambisi Teknologi Beijing: Xi Jinping Perkuat Kebijakan ‘Made in China 2025’

Penentuan nasib sendiri dan inovasi adalah jalan yang tak terhindarkan, kata presiden China Xi Jinping kepada para elit ilmu sains negara tersebut. China bertekad memperkuat visi “Made in China 2025”-nya, sementara mendapat kecaman dari Amerika Serikat terkait pencurian kekayaan intelektual.

    Baca juga: Bagaimana Xi Jinping Mengisi ‘Kekosongan Kepemimpinan Global’ yang Ditinggalkan oleh Trump

Oleh: Asia Times

Presiden China Xi Jinping telah menegaskan kembali seruannya agar China menembus penghalang inovasi dan menyapih diri dari teknologi impor. Dalam pidato pembukaan di Chinese Academy of Sciences, dia mendesak para elit ilmu sains negara untuk mengubah ekonomi terbesar kedua di dunia menjadi pemimpin teknologi tinggi global.

Pada inti pidato Xi Jinping tersisip pesan sederhana—China harus menjadi mandiri ketika berurusan dengan pengembangan teknologi, memperkuat visi “Made in China 2025”-nya.

“Penentuan nasib sendiri dan inovasi adalah jalan yang tidak dapat dihindari… untuk naik ke puncak dunia sebagai pemain utama dalam teknologi,” katanya kepada hadirin yang dipenuhi para ilmuwan dan insinyur. “Kita (harus) mengadakan pengembangan inovatif secara ketat di tangan kita sendiri.”

“(Kita harus) berusaha keras di bidang-bidang utama di mana kita menghadapi kemacetan… dan membuat terobosan secepat yang kita bisa,” tambahnya.

Komentar Xi pada hari Senin (28/5) akan beresonansi di Washington setelah Presiden Donald Trump meluncurkan kampanye bulan lalu untuk membatasi program “Made in China 2025,” yang melibatkan subsidi negara secara besar-besaran ke sektor teknologi negara.

Menuju ke China

Pidato Xi Jinping ini disampaikan hanya beberapa hari sebelum Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS), Wilbur Ross, menuju ke China untuk putaran tiga pembicaraan perdagangan setelah kedua pihak meluncurkan tarif yang diusulkan pada berbagai produk impor senilai hingga $100 miliar.

“Dia (bertujuan untuk bernegosiasi) kerangka (yang bisa berubah menjadi) perjanjian yang mengikat,” Steven Mnuchin, Menteri Keuangan, mengatakan kepada CNBC.

Namun, hanya beberapa jam setelah pernyataan Xi di Beijing, China, dan utusan AS mengecamnya di kantor Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Jenewa.

Kecamannya meliputi klaim oleh Gedung Putih bahwa China mencuri teknologi Amerika, yang merupakan subjek dari dua tuntutan hukum.

Dennis Shea, duta besar AS, menekankan bahwa “pemindahan teknologi secara paksa” sering merupakan aturan tak tertulis yang harus dipenuhi perusahaan asing yang mencoba mengakses pasar negara China yang sedang berkembang, terutama dalam usaha patungan dengan perusahaan-perusahaan China yang dimiliki atau dikelola negara.

“Ini bukan aturan hukum. Faktanya, itu adalah hukum China sendiri yang memungkinkan pemaksaan ini,” Shea mengatakan kepada badan penyelesaian sengketa WTO.

“Pada dasarnya, China telah membuat keputusan untuk terlibat dalam pengejaran sistematis, negara yang diarahkan, dan non-pasar dari teknologi mutakhir anggota (WTO) lainnya dalam melayani kebijakan industri China.”

Daya saing negara-negara tersebut terkikis jika kebijakan-kebijakan ini dibiarkan tak terkendali, Shea menunjukkan.

Menolak kritik Amerika

Namun Duta Besar China, Zhang Xiangchen, dengan tegas menolak kritik, yang telah melahirkan perselisihan dalam WTO oleh kedua belah pihak.

“Tidak ada pemindahan teknologi secara paksa di China,” kata Zhang Xiangchen pada pertemuan tersebut, menambahkan bahwa argumen AS melibatkan “praduga bersalah.”

    Baca juga: Xi Jinping vs Donald Trump: Siapa yang Lebih Hebat Tangani Perang Dagang?

“Tetapi kenyataannya, tidak ada dalam peraturan ini yang mengharuskan transfer teknologi dari perusahaan asing,” katanya.

Transfer teknologi adalah kegiatan komersial normal yang menguntungkan AS, lanjutnya, sementara inovasi Cina dipicu oleh “ketekunan dan kewirausahaan rakyat China, investasi dalam pendidikan dan penelitian, dan upaya untuk meningkatkan perlindungan kekayaan intelektual.”

Bersama dengan seruan terbaru Xi, ini hanya akan memperkuat tekad Washington dalam pembicaraan perdagangan yang akan datang di Beijing.

Dengan pelaporan tambahan dari Reuters.

Keterangan foto utama: Presiden China Xi Jinping mengunjungi Wuhan Xinxin Semiconductor Manufacturing di Wuhan, provinsi Hubei, akhir bulan lalu. Xi mengatakan kemandirian teknologi sangat penting bagi perusahaan China yang berdiri di panggung dunia. (Foto: Xinhua)

Ambisi Teknologi Beijing: Xi Jinping Perkuat Kebijakan ‘Made in China 2025’

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top