laut hitam
Amerika

Amerika Bersiap Berlayar ke Laut Hitam di Tengah Konflik Rusia-Ukraina

Berita Internasional >> Amerika Bersiap Berlayar ke Laut Hitam di Tengah Konflik Rusia-Ukraina

Amerika mengirimkan kapal perang ke Laut Hitam, untuk memberikan tekanan balik terhadap tekanan Rusia pada Ukraina. Pada hari Rabu (5/12), Angkatan Laut AS berlayar dengan kapal perusak rudal USS McCampbell di dekat perairan yang diperebutkan di Laut Jepang hari Rabu (5/12), suatu tindakan yang pasti akan membuat Rusia jengkel. Kapal perang AS melakukan apa yang disebut Angkatan Laut sebagai “Operasi Kebebasan Navigasi” untuk mendorong kembali klaim Rusia di perairan itu.

Baca Juga: Krisis Maritim Baru Rusia-Ukraina adalah Tantangan Besar bagi Eropa

Oleh: Ryan Browne (CNN)

Amerika Serikat (AS) telah mulai membuat persiapan yang diperlukan untuk mengarungkan satu kapal perang ke Laut Hitam, sebuah langkah yang dilakukan di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan itu menyusul penyitaan Rusia atas kapal Ukraina dan penahanan para pelaut Ukraina.

Militer AS telah meminta agar Kementerian Luar Negeri memberi tahu Turki tentang kemungkinan rencana untuk mengarungi sebuah kapal perang ke Laut Hitam, tiga pejabat AS mengatakan kepada CNN, sebuah langkah yang mereka katakan adalah tanggapan terhadap tindakan Rusia terhadap Ukraina di Selat Kerch, yang menghubungkan Laut Hitam dan Lautan Azov.

Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pada hari Rabu (5/12) bahwa pasukannya di timur Krimea, daerah yang dicaplok Moskow dari Ukraina pada tahun 2014, melakukan latihan militer dengan sistem rudal anti-pesawat Pantsir.

Persiapan aktif

Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengklaim di hari yang sama bahwa pemerintah Ukraina telah melakukan “persiapan aktif” untuk serangan militer di timur Ukraina, menggunakan deklarasi darurat militer baru-baru ini di daerah tertentu sebagai perlindungan.

“Komponen ofensif substansial sedang ditransfer ke wilayah itu, yang tersebar di sepanjang garis kontak,” kata juru bicara Maria Zakharova pada Rabu (5/12) dalam konferensi pers.

Baca Juga: Bentrokan Laut Ukraina-Rusia, Trump Mungkin Akan Batalkan Pertemuan G20 dengan Putin

AS diharuskan memberi tahu Turki tentang pelayaran melalui selat di bawah Konvensi Montreux, perjanjian tahun 1936 yang mengatur perjalanan kapal militer melalui Bosporus dan Dardanelles, yang menghubungkan Laut Tengah ke Laut Hitam.

Berdasarkan aturan perjanjian, negara-negara yang tidak memiliki garis pantai di Laut Hitam diharuskan untuk memberikan pemberitahuan setidaknya 15 hari sebelum transit.

‘Siap untuk menanggapi’

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan, “Dalam melakukan kegiatannya, Amerika Serikat konsisten dengan ketentuan Konvensi Montreux. Namun, kami tidak akan mengomentari sifat korespondensi diplomatik kami dengan Pemerintah Turki.”

Dua pejabat mengatakan bahwa pemberitahuan itu akan memberikan opsi kepada Angkatan Laut untuk memindahkan kapal perang ke wilayah tersebut, tetapi opsi ini tidak perlu dipilih.

“Armada ke-6 AS kami selalu siap untuk memberikan tanggapan di manapun itu,” kata Cdr. Kyle Raines, juru bicara Armada, yang mengepalai operasi angkatan laut di wilayah tersebut.

“Kami secara rutin melakukan operasi untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas di seluruh wilayah operasi Armada ke-6 AS yang termasuk perairan internasional dan wilayah udara Laut Hitam,” kata Raines kepada CNN. “Kami berhak untuk beroperasi secara bebas sesuai dengan hukum dan norma internasional,” tambahnya.

Perencanaan itu dilakukan di tengah ketegangan yang meningkat antara AS dan Rusia mengenai berbagai masalah.

Pada hari Rabu (5/12), Angkatan Laut AS berlayar dengan kapal perusak rudal USS McCampbell di dekat perairan yang diperebutkan di Laut Jepang hari Rabu (5/12), suatu tindakan yang pasti akan membuat Rusia jengkel.

Kapal perang AS melakukan apa yang disebut Angkatan Laut sebagai “Operasi Kebebasan Navigasi” untuk mendorong kembali klaim Rusia di perairan itu. Seorang juru bicara mengatakan kepada CNN pada hari Rabu (5/12) bahwa Rusia mengklaim wilayah yang jauh melebihi 12 mil dari garis pantai Rusia yang dijamin oleh hukum internasional.

USS “McCampbell berlayar di sekitar Peter the Great Bay untuk menantang klaim maritim Rusia yang berlebihan dan menjunjung tinggi hak, kebebasan, dan penggunaan sah laut yang dinikmati oleh Amerika Serikat dan Negara lainnya,” kata Letnan Angkatan Laut AS Rachel McMarr, seorang juru bicara Armada Pasifik AS, mengatakan kepada CNN dalam sebuah pernyataan.

Bentrokan di Selat Kerch

Pada 25 November, Rusia terlibat dalam konfrontasi dengan kapal Ukraina di sekitar Selat Kerch, yang menghubungkan Laut Azov dan Laut Hitam. Rusia menabrak dan menembaki kapal angkatan laut Ukraina, kemudian menangkap tiga kapal dan menahan 24 anggota kru kapal. Ukraina memberlakukan darurat militer selama 30 hari di beberapa daerah di seluruh negeri sebagai tanggapan, dan melarang masuknya warga negara Rusia berusia 16 hingga 60 tahun selama masa darurat.

Tindakan Rusia dan penahanannya terhadap para pelaut Ukraina membuat Presiden Donald Trump membatalkan pertemuan yang telah direncanakan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama G-20 di Argentina.

“Berdasarkan fakta bahwa kapal-kapal dan pelaut belum dikembalikan ke Ukraina dari Rusia, saya telah memutuskan bahwa akan lebih baik bagi semua pihak yang berkepentingan untuk membatalkan pertemuan saya yang sebelumnya dijadwalkan di Argentina dengan Presiden Vladimir Putin,” Trump menge-tweet dari Air Force One dalam perjalanan ke Argentina.

‘Tidak dapat diterima’

Ukraina mengatakan Rusia telah memblokir lalu lintas di Selat Kerch, tetapi Rusia mengatakan jalur itu telah beroperasi seperti biasa, kecuali untuk penundaan terkait cuaca.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, berbicara pada konferensi NATO di Brussels Selasa (4/12), mengatakan aliansi “akan secara kolektif mengembangkan serangkaian tanggapan yang menunjukkan kepada Rusia bahwa perilaku ini tidak dapat diterima.”

Rusia telah “membuka sebagian” pelabuhan Ukraina di Laut Azov, dan memungkinkan lalu lintas kapal melalui Selat Kerch, Menteri Infrastruktur Ukraina Volodymyr Omelyan mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diunggah di situs web kementerian itu.

Kapal AS terakhir yang memasuki Laut Hitam adalah kapal transportasi cepat USNS Carson City pada bulan Oktober. USS Carney, kapal perusak rudal kelas Arleigh Burke, meninggalkan Laut Hitam pada akhir Agustus.

Berdasarkan aturan Konvensi Montreux, kapal AS hanya bisa berada di Laut Hitam selama 21 hari.

Keterangan foto utama: Amerika kirim kapal ke Laut Hitam di tengah konflik Rusia-Ukraina. (Foto: CNN)

Amerika Bersiap Berlayar ke Laut Hitam di Tengah Konflik Rusia-Ukraina

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top