Seorang petugas penyelamat membawa seorang anak, setelah dugaan serangan senjata kimia di kota Douma yang dikuasai pemberontak, di dekat Damaskus, pada Sabtu (7/4) malam. (Foto: AP/Pertahanan Sipil Suriah White Helmets)
Global

Amerika, Prancis Jatuhkan Sanksi untuk Serangan Senjata Kimia Suriah

Seorang petugas penyelamat membawa seorang anak, setelah dugaan serangan senjata kimia di kota Douma yang dikuasai pemberontak, di dekat Damaskus, pada Sabtu (7/4) malam. (Foto: AP/Pertahanan Sipil Suriah White Helmets)
Berita Internasional >> Amerika, Prancis Jatuhkan Sanksi untuk Serangan Senjata Kimia Suriah

Amerika dan Prancis sepakat untuk menindak penggunaan senjata kimia Suriah dengan menjatuhkan sanksi kepada individu dan entitas yang terkait dengan program senjata kimia tersebut. Mereka yang terpengaruh tidak akan lagi memiliki akses terhadap properti dan kepentingan yang tunduk pada yurisdiksi AS, termasuk berbagai lembaga keuangan AS. AS, Prancis, dan anggota komunitas Internasional dibuat marah dengan penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad dalam perang sipil Suriah.

Oleh: Laura Koran (CNN)

Baca Juga: Kunci Perdamaian Israel & Suriah Ada di Tangan Rusia

Amerika Serikat (AS) dan Prancis telah mengambil tindakan bersama untuk menjatuhkan sanksi kepada individu dan entitas yang terkait dengan program senjata kimia Suriah, demikian pengumuman dari Departemen Keuangan AS  dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (25/7).

“Penggunaan senjata kimia yang mengerikan oleh Suriah, termasuk serangan terhadap kaum perempuan dan anak-anak tak berdosa, masih jelas tertanam dalam benak kita,” kata Sigal Mandelker, Wakil Sekretaris Keuangan untuk Kantor Terorisme dan Finansial Intelijen, dalam sebuah pernyataan. “Hari ini, kami melanjutkan kampanye untuk menghentikan serangan kejam rezim Assad dengan menargetkan jaringan pengadaan yang telah mendukung program senjata kimianya.”

Tindakan AS akan mempengaruhi lima entitas dan delapan orang yang menurut pemerintah mewakili “komponen utama dari jaringan besar pengadaan elektronik atas nama Pusat Penelitian dan Riset Ilmiah Suriah (SSRC/Scientific Studies and Research Center), badan yang bertanggung jawab untuk pengembangan senjata kimia Suriah.”

Mereka yang terpengaruh tidak akan lagi memiliki akses terhadap properti dan kepentingan yang tunduk pada yurisdiksi AS, termasuk berbagai lembaga keuangan AS.

Pada hari Minggu (22/7), pemerintah Prancis memperpanjang pembekuan serupa pada 24 entitas dan individu dari jaringan yang sama, menurut Departemen Keuangan.

AS, Prancis, dan anggota komunitas Internasional lainnya telah lama menyatakan kemarahan atas penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah dalam perang sipil yang sedang berlangsung.

Pada bulan April 2018, kedua negara tersebut bersama dengan Inggris meluncurkan serangan terhadap situs senjata kimia yang diduga berbasis di Suriah sebagai pembalasan atas dugaan serangan senjata kimia terhadap warga sipil di wilayah Douma, Damaskus, ibukota Suriah.

Baca Juga: Perang Suriah Berakhir, dan Amerika Telah Kalah

“Sejalan dengan langkah pemerintah Prancis pada hari Minggu serta bersama dengan mitra penegak hukum kami, tindakan hari ini memperkuat upaya Internasional kami yang sedang berlangsung dengan sekutu kami untuk menghentikan kekejaman ini,” kata Mandelker.

“Kami tetap teguh dalam tekad kami untuk melawan penggunaan senjata kimia yang mengerikan oleh Suriah, dan akan terus melakukan tindakan agresif terhadap mereka yang memasok SSRC serta meningkatkan kapasitas Suriah untuk memproduksi dan menggunakan senjata kimia.”

Keterangan foto utama: Seorang petugas penyelamat membawa seorang anak, setelah dugaan serangan senjata kimia di kota Douma yang dikuasai pemberontak, di dekat Damaskus, pada Sabtu (7/4) malam. (Foto: AP/Pertahanan Sipil Suriah White Helmets)

Amerika, Prancis Jatuhkan Sanksi untuk Serangan Senjata Kimia Suriah

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top