Tahun 2019
Opini

Amerika Serikat dan Eropa akan Kehilangan Panggung di Tahun 2019

Berita Internasional >> Amerika Serikat dan Eropa akan Kehilangan Panggung di Tahun 2019

Selama ini, perhatian dunia seringnya berpusat pada Amerika dan Eropa. Namun, pusat ekonomi dan politik dunia mulai bergeser ke arah Asia dan Afrika. Pertanyaan-pertanyaan berikut bisa memandu Anda memperkirakan bagaimana dunia di tahun 2019

Baca juga: Risiko Pertumbuhan Asia Tenggara Sambut 2019 Stabil, Bukan Kuat

Oleh: Tyler Cowen (Bloomberg)

Menjelang akhir tahun 2018, perhatian dunia mulai beralih ke apa yang mungkin terjadi pada 2019. Tidak ada yang tahu. Tetapi jika Anda mengikuti pertanyaan-pertanyaan ini, Anda akan dapat memperkirakan seperti apa dunia pada tahun depan.

Apa yang akan terjadi dengan masyarakat sipil China?

Lima hingga sepuluh tahun yang lalu, China memiliki kelompok nirlaba, kelompok pemikir, dan lembaga masyarakat sipil yang kooperatif dan beragam, seperti badan amal dan klub. Mereka tidak pernah berdiri di atas dasar hukum yang kuat, tetapi dalam beberapa tahun terakhir mereka telah mengalami tindakan keras, termasuk penutupan, penolakan dari negara, dan pengawasan yang jauh lebih besar.

Namun ruang sosial ini tidak bisa tetap kosong. Entah pertumbuhan sebelumnya akan berlanjut dan meningkatkan prospek liberalisasi China, atau justru masyarakat China yang akan jatuh kembali di bawah kendali negara yang jauh lebih besar. Ini adalah masalah terbesar yang menimbulkan perasaan pesimis untuk tahun 2019.

Akankah China berhasil memperluas pengaruh politiknya ke Barat dengan Inisiatif Sabuk dan Jalan? Bisa jadi.

China sedang mencoba apa yang merupakan rencana paling ambisius di dunia, yaitu mengubah tatanan ekonomi dan politik di sisi baratnya, hingga sejauh Afrika. Tetapi China sampai saat ini belum melakukan pekerjaan besar dalam menumbuhkan sekutu sejati (Pakistan? Korea Utara? Kamboja?), dan sudah ada serangan yang menentang pengaruh China. Akankah China berhasil membantu mengembangkan bagian dunia ini dan juga membawanya ke dalam pengaruh China? Mungkin tidak.

Akankah Ethiopia menjadi model yang layak untuk pembangunan Afrika?

Ethiopia telah tumbuh sekitar 10 persen selama satu dekade, dan negara itu membelanjakan lebih banyak untuk infrastruktur dan menerima lebih banyak investasi asing dalam kapasitas produksinya. Ethiopia sekarang juga memiliki perdana menteri yang karismatik, Abiy Ahmed.

Di bawah kepemimpinannya, negara tersebut telah menderegulasi internetnya (yang sebelumnya dilarang di luar ibukota), berdamai dengan Eritrea, melembagakan reformasi berorientasi pasar, dan bergerak untuk menjual sebagian dari perusahaan milik pemerintahan. Banyak rencana yang berjalan ke arah yang semestinya, dan mungkin Ethiopia memiliki peluang untuk naik ke status berpenghasilan menengah seiring waktu, mungkin membuka jalan bagi ekonomi sub-Sahara lainnya.

Penulis sudah berkunjung ke Ethiopia dua kali dalam setahun terakhir, dan merasa optimis meski akhir ceritanya masih belum ditulis. Masalah utama yang ada ialah bahwa liberalisasi dapat menyebabkan ketegangan etnis berkobar lebih lanjut di seluruh negeri. Dengan lebih dari 100 juta penduduk, Ethiopia adalah negara terpadat kedua di Afrika, sehingga banyak yang dipertaruhkan, termasuk stabilitas geopolitik di Tanduk Afrika.

Anda mungkin telah memperhatikan bahwa masalah utama ini tidak banyak melibatkan AS atau Eropa. Selanjutnya bahkan lebih banyak melibatkan Afrika:

Nigeria memiliki energi dan talenta yang luar biasa, tetapi masih memiliki pemerintahan yang buruk dan korupsi yang merajalela. Dapatkah kombinasi itu mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan? Negara ini telah pulih dari resesi tahun 2017, tetapi masih belum secara konsisten berada di atas pertumbuhan 2 persen sejak saat itu. Jadi perkembangan ini masih harus dilihat. Nigeria, tentu saja, memiliki populasi dan ekonomi terbesar di Afrika.

Bagaimana ruang intelektual India akan berkembang?

Banyak orang luar dari Barat dulunya mengandalkan liberalisme Anglo-India tertentu untuk mengasumsikan meningkatnya kepentingan kehidupan politik dan intelektual India. Meskipun ini selalu menjadi sudut pandang minoritas, ia memiliki perwakilan terkemuka, termasuk Ramachandra Guha, yang baru saja menerbitkan biografi utama Mahatma Gandhi.

Namun belakangan ini, perspektif ini mulai berkurang pengaruhnya, seperti juga Marxisme Bengali gaya lama dan ide-ide lain dari kiri. Bukan hanya nasionalisme Hindu yang sedang naik daun, tetapi India tampaknya berevolusi secara intelektual dalam berbagai arah, sedikit dari mereka yang akrab bagi kebanyakan orang Amerika.

Baca juga: Asia di 2019: Dari Pemilu Indonesia dan India hingga Pertikaian AS-China

Di India, sejarah belum berakhir, dan fragmentasi ideologis lebih lanjut tampaknya menjadi prediksi paling aman. Perhatikan bahwa ide-ide seringkali merupakan indikator utama ke mana suatu negara akan mengarah.

Karena India mungkin akan menjadi negara terpadat di dunia dan ekonomi terbesar pada pertengahan abad, India adalah kandidat kuda hitam untuk masalah paling penting tahun depan.

Bagaimana dengan beberapa masalah yang dinilai berlebihan dalam hal impor langsung? Crispr mungkin belum siap untuk menghadapi dilema moral besar, truk tanpa pengemudi kemungkinan akan terwujud sebelum mobil tanpa pengemudi, sementara itu sistem pengawasan dan keseimbangan politik Amerika tampaknya akan terus bertahan.

Berikut ini beberapa prediksi yang sebaiknya tidak dilewatkan: Beberapa versi dari rencana Brexit Theresa May akan terwujud. Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan tetap menjabat meskipun semakin banyak ternoda. Golden State Warriors akan memenangkan kejuaraan NBA selanjutnya. Harga saham akan naik, turun, dan kemudian mungkin naik lagi.

Tyler Cowen adalah kolumnis Bloomberg. Dia adalah seorang profesor ekonomi di Universitas George Mason dan menulis untuk blog Marginal Revolution. Buku-bukunya termasuk “The Complacent Class: The Self-Defeating Quest for the American Dream.”

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan editorial Mata Mata Politik.

Keterangan foto utama: China membuka jalan menuju masa depan. (Foto: Getty Images AsiaPac/Paula Bronstein)

 

Amerika Serikat dan Eropa akan Kehilangan Panggung di Tahun 2019

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top