Baiq Nuril
Berita Politik Indonesia

Amnesty International: ‘Baiq Nuril Harus Dibebaskan’

Baiq Nuril Maknun menghapus air matanya saat ditemui di rumahnya di perumahan BTN Harapan Permai, Labuapi, Lombok Barat, Senin (12/11/2018). Nuril kecewa atas keputusan MA yang mengabulkan kasasi Kejaksaan Tinggi NTB, atas kasus pelanggaran UU ITE. (Foto: KOMPAS.com/FITRI)
Berita Internasional >> Amnesty International: ‘Baiq Nuril Harus Dibebaskan’

Amnesti Internasional menuntut agar Baiq Nuril—guru yang dipenjara karena merekam pelecehan seksual yang dilakukan oleh kepala sekolah—dibebaskan. Menurut Usman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesti Internasional Indonesia, Nuril merupakan korban pelecehan seksual dan hanya berusaha membela dirinya. Ia pun menegaskan bahwa Nuril harus dibebaskan, dan undang-undang ITE harus diubah. Nuril sebelumnya dihukum enam bulan penjara dan denda Rp500 juta di bawah UU ITE karena dituduh menyebarkan konten yang ‘melanggar kesusilaan.’

Baca juga: Perempuan Indonesia Harus Mulai Lawan ‘Wabah’ Pelecehan Seksual di Tempat Umum

Oleh: Amnesti Internasional

Seorang guru SMA Indonesia yang dipenjara karena merekam panggilan telepon yang melecehkan dari kepala sekolahnya harus dibebaskan, Amnesti Internasional mengatakan pada Kamis (15/11).

Setelah Mahkamah Agung memutuskan untuk menjatuhkan hukuman enam bulan penjara terhadap Baiq Nuril Maknun dan denda atas tuduhan ‘melanggar kesusilaan’ berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Usman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesti Internasional Indonesia, mengatakan:

“Keputusan yang tidak masuk akal ini oleh Mahkamah Agung tampaknya memenjarakan seseorang hanya karena merekam pelecehan yang mereka alami dari atasan mereka.”

“Panggilan telepon yang tidak diminta, secara eksplisit seksual, dan kasar tersebut, merupakan pelecehan seksual dan seharusnya diselidiki sebagai prioritas, dengan dakwaan yang sesuai. Ini adalah kesalahan bahwa sementara korban dugaan pelecehan telah dihukum karena merekam panggilan ini, hanya ada sedikit (jika ada) tindakan yang tampaknya telah diambil oleh pihak berwenang untuk menyelidiki apa yang tampaknya menjadi klaim yang kredibel.”

“Putusan ini juga menunjukkan, sekali lagi, bahwa UU ITE digunakan secara represif. Definisi pencemaran nama baik, penghujatan, dan dalam hal ini ‘berbagi informasi yang melanggar kesusilaan’, secara rutin telah digunakan dengan cara yang semena-mena—seringkali untuk membungkam kebebasan berekspresi.”

Baca juga: #JojoBukaBaju: Aksi yang Picu Perdebatan Bisakah Pria Jadi Korban Pelecehan Seksual

“Dalam kasus ini, tampaknya seorang wanita dikriminalisasi hanya karena mengambil langkah untuk memperbaiki pelecehan yang dia alami. Nuril harus dibebaskan, dan undang-undang ITE harus diubah.”

Kemarin, Mahkamah Agung memerintahkan hukuman penjara selama enam bulan bagi guru sekolah menengah atas Baiq Nuril Maknun berdasarkan undang-undang ITE, karena ‘membagikan informasi yang melanggar kesusilaan’, yang membatalkan putusan sebelumnya dari pengadilan Negeri Mataram yang telah membebaskan Nuril dari semua tuduhan. Mahkamah Agung juga memberlakukan denda sekitar Rp500 juta.

Nuril merekam satu dari beberapa panggilan telepon dari kepala sekolahnya di mana kepala sekolah itu diduga telah membuat komentar yang secara eksplisit seksual dan kasar. Rekaman itu didistribusikan di antara staf sekolah, dan seorang kenalan Nuril mengirimkannya ke kepala dinas pendidikan setempat, yang mengarah ke penugasan kembali kepala sekolah tersebut ke posisi di dalam lembaga itu sendiri. Rekaman itu juga menjadi viral di media sosial.

Kepala sekolah tersebut kemudian melaporkan Nuril ke polisi karena membagikan rekaman percakapan mereka.

Keterangan foto utama: Baiq Nuril Maknun menghapus air matanya saat ditemui di rumahnya di perumahan BTN Harapan Permai, Labuapi, Lombok Barat, Senin (12/11/2018). Nuril kecewa atas keputusan MA yang mengabulkan kasasi Kejaksaan Tinggi NTB, atas kasus pelanggaran UU ITE. (Foto: KOMPAS.com/FITRI)

Amnesty International: ‘Baiq Nuril Harus Dibebaskan’

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top