3 Cara Bagaimana Penutupan Pemerintah AS Berdampak pada Dunia
Amerika

3 Cara Bagaimana Penutupan Pemerintah AS Berdampak pada Dunia

Berita Internasional >> 3 Cara Bagaimana Penutupan Pemerintah AS Berdampak pada Dunia

Pemerintahan Amerika Serikat sedang mengalami penutupan sementara. Bagi mereka yang berada di luar Amerika Serikat, seringkali ini sulit untuk dipahami—hanya sedikit negara lain yang mengalami krisis yang sebanding, sebagai reaksi terhadap sengketa pendanaan domestik. Tetapi bahkan jika penutupan itu adalah fenomena khas Amerika, dampaknya akan terasa secara internasional dalam tiga cara besar.

Oleh: Adam Taylor (The Washington Post)

Baca Juga: Apa Tujuan Kunjungan Trump ke Pasukan AS di Irak?

Saat ini, tidak jelas berapa lama penutupan parsial pemerintah federal Amerika Serikat (AS) akan berlanjut. Penutupan itu dimulai pada tengah malam pada Jumat (21/12), setelah Presiden Trump menolak kompromi anggaran kongres, dan Trump telah mengatakan bahwa itu bisa bertahan “sangat lama” kecuali dia mendapatkan dana untuk tembok perbatasannya.

Bagi mereka yang berada di luar Amerika Serikat, seringkali ini sulit untuk dipahami—hanya sedikit negara lain yang mengalami krisis yang sebanding, sebagai reaksi terhadap sengketa pendanaan domestik. Tetapi bahkan jika penutupan itu adalah fenomena khas Amerika, dampaknya akan terasa secara internasional dalam tiga cara besar.

1. Orang-orang

Pemerintah AS mempekerjakan ribuan orang di seluruh dunia—orang yang bekerja di Kedutaan AS mungkin merupakan contoh paling jelas. Secara umum, orang-orang yang pekerjaannya paling vital bagi keamanan nasional dan keselamatan nyawa manusia dianggap “dikecualikan” dan diharuskan tetap bekerja selama penutupan, alih-alih ditempatkan pada cuti yang tidak dibayar. Mereka akan diberikan bayaran setelah RUU anggaran baru disahkan. Sebagian besar diplomat Amerika termasuk dalam kategori ini.

Tapi pekerja yang lembur mungkin akhirnya tidak dibayar. Ini terutama berlaku bagi orang yang dikontrak untuk melakukan pekerjaan untuk pemerintah AS, banyak di antaranya bukan warga negara AS.

“Di negara berkembang, di mana sebagian besar karyawan kami hidup dari gaji ke gaji, dan memperoleh sedikit tabungan pribadi, konsekuensi dari tidak adanya upah dapat sangat menghancurkan,” John Campbell, seorang mantan diplomat di Kedutaan Besar AS di Afrika Selatan, menulis pada tahun 2011.

2. Prosedur

Penutupan pemerintah memiliki dampak besar tidak hanya pada siapa yang pergi bekerja, tetapi juga apa yang dilakukan. Departemen Luar Negeri, misalnya, mengatakan akan terus mengeluarkan paspor dan visa—meskipun memperingatkan bahwa kegiatan seperti itu “akan tetap beroperasi selama ada biaya yang cukup untuk mendukung operasi ini.” Tetapi beberapa layanan lain tidak akan tersedia, yang dapat memiliki konsekuensi yang tak terduga.

Graham Lampa dari Dewan Atlantik mencatat bahwa Departemen Luar Negeri menanggapi tsunami baru-baru ini di Indonesia dengan memberi tahu masyarakat Amerika di wilayah tersebut untuk mengikuti akun Twitter Kedutaan Besar AS di Jakarta untuk pembaruan.

Namun, akun Twitter kedutaan itu mengumumkan bahwa mereka telah berhenti menulis tweet secara rutin karena penutupan pemerintah. Survei Geologi AS—salah satu sumber daya utama dunia untuk penelitian ilmiah tentang peristiwa seismologis—tidak dapat memberikan data tentang tsunami tersebut.

Penutupan juga dapat memiliki dampak untuk bantuan kemanusiaan dan bantuan asing: Tidak ada komitmen atau kewajiban pendanaan baru yang dapat dibuat selama penutupan, kecuali untuk melindungi nyawa dan properti. Pembatasan lebih lanjut mungkin harus dilaksanakan jika penutupan berlanjut dan dana saat ini menjadi tidak mencukupi.

3. Nama Baik

Bagi banyak negara, penutupan pemerintah AS membingungkan. Seperti yang dijelaskan WorldViews awal tahun ini, prospek perselisihan politik yang menyebabkan banyak pekerja pemerintah tidak dibayar tidak pernah terdengar di sebagian besar sistem politik lainnya. Namun terdapat 22 penutupan pemerintah federal di Amerika Serikat sejak tahun 1979, termasuk tiga penutupan pada tahun lalu saja.

Lawrence Martin—seorang kolumnis untuk surat kabar Globe and Mail Kanada—menulis ini pada bulan Januari setelah salah satu penutupan: “Masyarakat Kanada suka berpikir bahwa sistem pemerintahan mereka lebih baik daripada sistem Amerika. Jika mereka menginginkan lebih banyak bukti, mereka hanya perlu melihat apa yang terjadi sekarang—penutupan pemerintah di Washington—dan bersyukur bahwa sistem mereka tidak mengizinkan tindakan ceroboh yang serupa.”

Baca Juga: Hindari Penutupan Pemerintahan, Trump Batalkan Permintaan $5 M untuk Tembok Meksiko

Keterangan foto utama: Gedung Putih saat matahari terbenam pada Hari Natal. (Foto: The Washington Post/Oliver Contreras)

3 Cara Bagaimana Penutupan Pemerintah AS Berdampak pada Dunia

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top