Amerika
Amerika

Wahai Sekutu, Amerika Tak Akan Dukung Anda

Berita Internasional >> Wahai Sekutu, Amerika Tak Akan Dukung Anda

Kasus Huawei dapat dilihat sebagai permulaan perang dingin baru, dan sekutu dekat AS seperti Kanada, Inggris, dan Jerman berusaha keras untuk mencari tahu di sisi mana mereka. Jika mereka menampik kekhawatiran AS tentang spionase China, mereka bisa kehilangan hubungan intelijen AS. Tetapi jika mereka berpihak pada Amerika Serikat, mereka mungkin akan mendapati diri mereka sendiri menghadapi China yang marah.

Baca juga: India, Indonesia, Vietnam: Sekutu Amerika di Asia yang Terjebak dalam Sanksi Senjata Rusia

Oleh: Edward Alden (Foreign Policy)

John McCallum, duta besar Kanada untuk China, dipecat akhir pekan lalu karena berbicara jujur tentang pilihan mustahil yang telah ditawarkan oleh pemerintahan Trump untuk sekutu-sekutu terdekatnya. Dalam menghadapi penindasan China yang meningkat setelah penangkapan Kepala Eksekutif Huawei Technologies, Meng Wanzhou, oleh Kanada atas perintah Amerika Serikat, McCallum berani untuk menyatakan bahwa jika pemerintahan Trump tidak akan mendukung Kanada maka akan lebih baik jika Amerika Serikat menarik permintaan ekstradisi.

Amerika Serikat, di tengah perang dagangnya dengan China, telah meluncurkan kampanye global membujuk sekutu untuk menghalangi Huawei, raksasa telekomunikasi China, dari kontrak apa pun untuk membangun generasi sistem nirkabel 5G berikutnya. Sistem-sistem itu dapat mengendalikan segala sesuatu mulai dari mobil yang dapat berkendara sendiri hingga pembangkit listrik, dan AS khawatir bahwa hubungan dekat perusahaan itu dengan pemerintah China akan menimbulkan risiko besar berupa spionase dan bahkan gangguan.

Bersama Kanada, pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah melangkah lebih jauh. Atas permintaan Amerika Serikat, Kanada bulan lalu menangkap Meng, putri pendiri perusahaan Huawei, Ren Zhengfei, atas tuduhan bahwa ia berbohong tentang keterlibatan Huawei di Iran dalam upaya menghindari sanksi AS.

Departemen Kehakiman AS pada hari Senin (28/1) mengeluarkan dakwaan terhadap Meng dengan berulang kali berbohong kepada bank-bank AS tentang transaksi bisnis Huawei dengan Iran. Surat dakwaan itu juga merinci upaya perusahaan untuk mencuri rahasia dagang perusahaan AS, masalah yang menjadi inti perang dagang pemerintah AS dengan China.

Tetapi serangan balasan yang dihadapi Kanada dari China sejak penangkapan dan dukungan yang diterimanya dari Washington akan berfungsi sebagai peringatan bagi sekutu AS lainnya: Jika Anda mendukung Amerika Serikat, dan untuk nilai-nilai yang telah lama dianut Amerika, mungkin Amerika tidak akan mendukung balik Anda.

Memang, kasus Huawei dapat dilihat sebagai permulaan perang dingin baru, dan sekutu dekat AS seperti Kanada, Inggris, dan Jerman berusaha keras untuk mencari tahu di sisi mana mereka. Jika mereka menampik kekhawatiran AS tentang spionase China, mereka bisa kehilangan hubungan intelijen AS. Tetapi jika mereka berpihak pada Amerika Serikat, mereka mungkin akan mendapati diri mereka sendiri menghadapi China yang marah.

Baca juga: Amerika Mundur, Perseteruan Antara Sekutu Meningkat

Kanada mengetahui konsekuensi ini setelah mengalaminya. Setelah Royal Canadian Mounted Police menangkap Meng ketika dia berganti pesawat di Bandara Internasional Vancouver, China langsung menanggapi dengan geram. Ia menangkap dan menahan dua orang Kanada—mantan diplomat Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor—dengan tuduhan yang tidak jelas: “terlibat dalam kegiatan yang membahayakan keamanan nasional China.” Negara itu juga mengadili warga Kanada lainnya yang telah ditahan karena tuduhan narkoba, dan menjatuhkan hukuman mati padanya.

Duta Besar China untuk China menuduh Kanada “menikam” China dan telah memperingatkan pembalasan lebih lanjut jika Kanada menindaklanjuti permintaan AS untuk melarang teknologi Huawei dengan alasan keamanan.

Pemerintah Kanada telah berusaha untuk bermain dengan aturan lama, bersikeras bahwa mereka tidak punya pilihan selain untuk menghormati permintaan ekstradisi AS. Namun sejauh ini ia hampir tidak mendapat dukungan dari pemerintahan Trump dalam menghadapi tanggapan penindasan China. Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan pernyataan keprihatinan yang lemah “tentang penahanan sewenang-wenang dan hukuman bermotivasi politik warga negara Kanada.”

Chrystia Freeland, menteri luar negeri Kanada, telah berusaha menghidupkan kecaman internasional untuk menekan China, tetapi tidak terlalu berhasil.

Trump sama sekali tidak mengatakan apa pun tentang penangkapan China atas orang-orang Kanada. Dia telah menyarankan dia mungkin bersedia menggunakan Meng sebagai alat tawar-menawar dalam perang dagang dengan China, apa pun dampak buruknya bagi Kanada. Pemerintahannya juga bisu ketika Kanada berselisih dengan Arab Saudi tahun lalu karena kritiknya terhadap penangkapan aktivis hak-hak perempuan di Arab Saudi.

Kerajaan itu menanggapi hal tersebut dengan mengusir duta besar Kanada dan mengancam akan memutuskan hubungan dagang dengan Kanada. Alih-alih mendukung Kanada, pemerintahan Trump memilih untuk melindungi hubungannya dengan monarki Saudi yang otoriter itu dengan mengorbankan hak asasi manusia dan supremasi hukum.

Dalam kasus Huawei, yang dikatakan oleh duta besar Kanada McCallum jelas—tanpa dukungan AS, akan jauh lebih baik bagi Kanada jika Meng dibebaskan. Dia mengatakan kepada wartawan bahwa Meng memiliki kasus hukum “yang kuat” untuk melawan ekstradisi ke Amerika Serikat dan kemudian memberitahu Star Vancouver bahwa akan lebih baik untuk Kanada jika Amerika Serikat menjatuhkan permintaan ekstradisinya.

CFO Huawei tersebut saat ini bebas bersyarat dengan jaminan $10 juta dan berada dalam tahanan rumah di Vancouver sambil menunggu persidangannya. McCallum lebih lanjut mengatakan kepada Star Vancouver bahwa Amerika Serikat “harus mendukung Kanada, karena kami telah menanggung konsekuensi demi memenuhi persyaratan perjanjian ekstradisi kita.”

Baca juga: Pernyataan Bolton Picu Kemarahan Sekutu dan Musuh Amerika Serikat

Pernyataan McCallum sangat bertentangan dengan pemerintah Kanada bahwa Kanada harus mematuhi kewajiban perjanjiannya dengan Amerika Serikat sehingga Trudeau tidak punya banyak pilihan selain memintanya untuk mengundurkan diri. Tapi McCallum benar.

Penangkapan itu telah meninggalkan Kanada di tempat yang tidak pernah diinginkannya—terperangkap di tengah meningkatnya konflik perdagangan dan keamanan antara dua kekuatan terkuat di dunia. Pemerintah Trudeau mendapati dirinya berpegang teguh pada kepatuhan yang berprinsip pada “supremasi hukum,” sementara terjebak di antara satu negara yang tidak pernah banyak mendukung gagasan itu.

Perlakuan AS terhadap Kanada memiliki implikasi yang lebih besar. Amerika Serikat telah meningkatkan peringatan kepada sekutu untuk menghentikan pembelian dari Huawei, yang diduga merupakan alat pengawasan China. Walaupun Huawei telah sepenuhnya dilarang di Amerika Serikat, Huawei adalah pemain utama di seluruh dunia, yang menjual infrastruktur fisik dan perangkat lunak yang akan menjadi jantung dari generasi berikutnya dari jaringan nirkabel 5G.

Peralatan Huawei dapat menjadi pusat “internet of things” yang muncul di mana segala sesuatu mulai dari kendaraan otonom hingga “kota pintar” akan bergantung pada jaringan ini.

Beberapa negara telah mengikuti jejak AS. Australia melarang Huawei dan ZTE China musim panas lalu. Tetapi China telah menanggapi dengan marah dan memperingatkan negara-negara lain bahwa hubungan mereka akan rusak parah jika mereka mengikuti jejak AS. Kanada menghadapi pilihan yang sama, tetapi perusahaan-perusahaan telekomunikasi terkemuka sudah menjadi pembeli besar peralatan Huawei, dan keputusan untuk melarang Huawei akan menyebabkan masalah dalam hubungan dengan China.

Dalam lingkungan seperti itu, sangat penting bagi AS untuk menunjukkan kepada sekutu bahwa ia akan mendukung mereka jika mereka berpihak pada Amerika Serikat atas China. Sebaliknya, dengan seorang presiden yang bahkan meragukan nilai aliansi NATO, Amerika Serikat semakin membiarkan sekutu terdekatnya berjuang sendiri. Apa yang tadinya menjadi permintaan rutin, seperti ekstradisi, sekarang akan ditimbang dengan hati-hati oleh para pemimpin sekutu yang sadar bahwa mereka harus menghadapi konsekuensinya sendiri.

Jangan heran jika kali berikutnya AS meminta bantuan Kanada untuk menangkap seseorang di bandara, polisi Kanada akan datang terlambat lima menit di bandara.

Edward Alden adalah profesor tamu Ross di Universitas Washington Barat, seorang rekan senior di Council on Foreign Relations, dan penulis  Failure to Adjust: Bagaimana Orang Amerika Tertinggal Dibelakang Ekonomi Global.

Keterangan foto utama: Para pendemo memegang papan yang bertuliskan dukungan kepada Kepala Keuangan Huawei Technologies Meng Wanzhou saat persidangannya di Pengadilan Tinggi British Columbia di Vancouver menyusul penangkapannya di Kanada untuk ekstradisi ke Amerika Serikat pada 11 Desember 2018. (Foto: AFP/Getty Images/Jason Redmond)

Wahai Sekutu, Amerika Tak Akan Dukung Anda

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top