Mengapa China Diam-Diam Hapuskan Sebagian Utang Kamerun
Afrika

Mengapa China Diam-Diam Hapuskan Sebagian Utang Kamerun

Berita Internasional >> Mengapa China Diam-Diam Hapuskan Sebagian Utang Kamerun

China menghapuskan sebagian utang Kamerun secara diam-diam. Walau jumlahnya tidak besar–jika dibandingkan total utang–hal ini tetap memicu polemik. Namun, selama China membutuhkan pijakan maritim di Afrika Barat, beban utang Kamerun sementara ini dapat diringankan untuk waktu lebih lama.

Oleh: Jenni Marsh (CNN)

Baca Juga: Walau Mau, China Tak Akan Bisa Dominasi Asia

Ketika diplomat top China Yang Jiechi bertemu Presiden Kamerun Paul Biya di ibu kota Kamerun, Yaounde, bulan Januari 2019 dan menghapus sebagian utang negara Afrika, kesepakatan itu hampir tidak diperhatikan. China tidak mengeluarkan siaran pers, dan pemerintah Kamerun tidak menyebutkan penghapusan utang dalam berita kunjungan Yang.

Hanya ketika sebuah laporan berita China kemudian menuduh bahwa pemerintah China telah menghapus 3 triliun franc CFA Afrika Tengah atau US$5,2 miliar dari utang Kamerun selama perjalanan Yang, perjanjian keduanya akhirnya terkuak.

Namun, angka yang diberitakan salah. Lima miliar dolar lebih mendekati jumlah yang dipinjam Kamerun dari China sejak tahun 2000, menurut China Africa Research Initiative (CARI) dan melebihi jumlah yang diyakini masih dimiliki negara itu. Meski salah, rilis berita tersebut memang memaksa pemerintah China untuk berbicara di depan umum tentang jenis kesepakatan yang telah dicapai.

Pekan lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan kepada CNN, “China sepakat untuk menghapuskan utang antar-pemerintah bebas bunga yang belum dibayarkan Kamerun pada akhir tahun 2018.” Utang itu bernilai $78,4 juta. Total utang Kamerun ialah sebesar 5,8 triliun franc CFA Afrika Tengah atau US$10 miliar, dengan sekitar sepertiganya merupakan utang ke China, menurut Dana Moneter Internasional (IMF).

Singkatnya, ini adalah sebagian kecil dari tanggung jawab Kamerun terhadap China. Jadi mengapa penghapusan utang itu harus dirahasiakan?

Serangan atas utang Afrika

Penghapusan utang untuk negara-negara berkembang biasanya disambut dengan meriah, seperti IMF dan Prakarsa Peringanan Utang Negara-negara Berutang Besar dan Miskin (HIPC) Bank Dunia atau penghapusan utang Klub Paris pada awal tahun 2000-an.

Di China, hal ini lebih rumit: Utang Afrika menjadi semakin kontroversial di dalam negeri.

Ketika Presiden China Xi Jinping menjanjikan paket bantuan, investasi, dan pinjaman sebesar $60 miliar untuk Afrika bulan September 2018 di Forum Kerja Sama China-Afrika tiga tahunan, berbagai unggahan penuh amarah muncul di internet China. Para kritikus mempertanyakan mengapa China, di mana setidaknya 30 juta orang masih hidup dalam kemiskinan dan didefinisikan sebagai penerima pendapatan tahunan kurang dari 2.300 yuan atau sekitar $340, malah memberikan uang ke Afrika. Sensor negara dengan cepat menghapus berbagai keluhan itu.

Ada juga hal lain untuk dipertimbangkan: Negara-negara Afrika telah meminjam dana sebesar $143 miliar dari China sejak tahun 2000, menurut data CARI. Kelonggaran China terhadap Kamerun dapat mendorong negara-negara lain yang berutang banyak, seperti Ethiopia, Djibouti, dan Zambia, untuk mengharapkan perlakuan serupa.

China mungkin juga menetapkan pengaturan di bawah radar karena kekacauan politik Kamerun. Pekan lalu, polisi menangkap Maurice Kamto, pemimpin oposisi Kamerun yang mengklaim telah memenangkan pemilihan tahun 2018, bersama dengan beberapa staf pendukung, di tengah protes yang memicu ketidakstabilan politik.

Negara Afrika Barat itu tengah berjuang melawan pemberontakan Boko Haram di utara, sementara gerakan separatis mendestabilisasi dua wilayah Anglophone dari negara yang sebagian besar berbahasa Prancis yang lahir dari penyatuan bekas Inggris dan bekas jajahan Perancis. Karena kerusuhan, Kamerun telah dilucuti dari hak untuk menjadi tuan rumah Piala Afrika 2019, kejuaraan sepak bola dua tahunan di benua itu, yang kelak akan berlangsung di Mesir.

Sebuah poster pemilihan untuk Presiden Kamerun Paul Biya di Yaounde pada bulan November 2018 menegaskan dia memiliki “kekuatan pengalaman” di pihaknya. (Foto: Getty Images/STR/AFP)

Dari perspektif hak asasi manusia, batasan untuk mitra politik China di Afrika cenderung rendah. Pemerintah China mendukung Zimbabwe selama tahun-tahun paling gelap pemerintahan diktator Robert Mugabe dan membanjiri uang ke Angola di bawah mantan presiden José Eduardo dos Santos, seorang tokoh otoriter yang terkait dengan korupsi berskala besar.

Tetapi Biya yang berusia 85 tahun, yang telah memerintah Kamerun selama 36 tahun, semakin terlihat seperti “mitra yang tidak pantas” dari sudut pandang bisnis ketika China menghadapi pengawasan yang semakin ketat di benua itu, kata Chris Roberts, seorang ilmuwan politik di University of Calgary, Kanada.

“Kamerun dalam segala hal semakin buruk dari hari ke hari di setiap metrik,” kata Roberts.
Rezim ini telah membongkar pondasi apa pun yang dimilikinya untuk menciptakan ekonomi yang stabil.”

Penghapusan utang dan pembangunan pelabuhan

China telah menjalin hubungan diplomatik dengan Kamerun sejak tahun 1971. Kemitraan ekonomi mereka tumbuh setelah Nicolas Sarkozy menjadi Presiden Prancis pada tahun 2007 dan mengawasi penurunan keterlibatan negaranya dengan bekas wilayah kolonialnya, meninggalkan kekosongan yang akhirnya diisi China.

Sejak pergantian abad, China telah memberikan keringanan utang bagi Kamerun: tahun 2001, China membatalkan utang sebesar $34 juta, kemudian tahun 2007 menghapus $32 juta dan tahun 2010 menghapuskan $30 juta utang berikutnya. Angka-angka itu sebenarnya tidak sebanding  dengan utang yang dihapuskan Kanada sebesar $227 juta pada tahun 2006, misalnya, menurut catatan Roberts.

Tetapi pada tahun 2011, China benar-benar berkomitmen untuk Kamerun dengan menyetujui untuk membangun dan membiayai pelabuhan baru di kota nelayan Kribi. Tampaknya ini adalah tempat yang stabil untuk berinvestasi: Kamerun dianggap sebagai negara yang relatif damai di wilayah yang dilanda perang.

Pelabuhan Douala di Kamerun saat ini sudah terlalu banyak bekerja, macet, dan dibatasi oleh lokasinya di muara yang dipenuhi sedimen. Ketika selesai pada tahun 2035, Kribi akan menjadi pelabuhan laut dalam terbesar di wilayah ini. Pelabuhan tersebut akan menangani ekspor bauksit, bijih besi, dan mineral Kamerun lainnya, serta melayani Proyek Pengembangan Minyak dan Pipa Chad-Kamerun, yang memompa minyak dari Chad yang terkurung daratan.

Dua tahap pertama proyek, yang dibangun oleh China Harbour Engineering Company (CHEC), bernilai $1,2 miliar. CHEC juga membangun jalan raya senilai $436 juta untuk menghubungkan pelabuhan baru dengan Douala dan telah setuju untuk membangun jalur kereta api ke deposit bijih besi. Berbagai perusahaan China lainnya telah membangun menara beton di sekitar Kribi untuk mengantisipasi transformasinya menjadi pusat komersial regional yang berkembang.

Pelabuhan Kribi juga akan memperluas jangkauan di Jalur Sutera Maritim China di Afrika Barat, sebuah inisiatif yang ditandatangani Senegal tahun 2018. Ini adalah bagian penting dari rencana pembangunan ekonomi multinasional One Belt One Road yang masif dari Presiden Xi.

“Teluk Guinea berperan strategis bagi Cina,” kata Xavier Auregan, seorang spesialis hubungan China-Afrika di negara-negara Francophone, menjelaskan bahwa pijakan di sana memperkuat minatnya di Afrika Barat dari Pantai Gading ke Gabon. “Kamerun adalah salah satu negara yang dapat menyatukan infrastruktur energi di Afrika Barat.”

Aktivitas China di Kamerun tidak terbatas pada pelabuhan baru: China bertanggung jawab atas 90 persen pembangunan dan pemulihan jalan di negara itu pada tahun 2014. Perusahaan-perusahaan China telah membangun bendungan dan fasilitas pembangkit listrik tenaga air di sana. China juga mendapat manfaat dari perkembangan ini, dengan banyak kontrak masuk ke perusahaannya.

Tetapi pemerintah Kamerun telah mengambil pinjaman yang cukup besar untuk mendanai mereka dan pembayaran utang terlihat semakin bermasalah dalam perekonomian yang sekarang melemah.

“Jika Anda mengatakan kami meminjamkan uang ini untuk proyek atau upaya pengembangan ini, dan kami hanya menghapusnya karena kami tahu kami tidak akan pernah mendapatkannya kembali,” kata Roberts, “itu memiliki efek domestik, tetapi juga memiliki implikasi internasional.”

Salah satu kekhawatiran besar mengenai pinjaman China di Afrika adalah diplomasi perangkap utang. Terdapat gagasan bahwa pemerintah China akan menekan negara-negara yang tidak dapat membayar pinjaman untuk menyerahkan aset-aset utama.

Bulan Desember 2018, Presiden Kenya Uhuru Kenyatta menyangkal bahwa Pelabuhan Kilindini Mombasa yang besar, pelabuhan terbesar di Afrika Timur, telah terdaftar sebagai jaminan untuk pinjaman China bernilai miliaran dolar untuk mendanai pembangunan rel kereta api. China juga membantah laporan itu. Di Djibouti, kekhawatiran serupa telah muncul tentang akuisisi China baru-baru ini di pelabuhan di sana.

Baca Juga: Terlalu Rumit, Kesepakatan Dagang Tak Bisa Selesaikan Masalah AS-China

Ketegangan terhadap tambang emas

Keputusan China untuk memberikan bantuan utang kepada Kamerun juga datang pada saat yang penuh ketegangan antara komunitas penambangan emas tradisional di negara itu dan perusahaan pertambangan China.

Kamerun Timur terkenal kaya akan emas. Justin Kamga, koordinator Asosiasi Pembangunan Hutan dan Pedesaan (FODER) di Yaounde, mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan China mengoperasikan tambang ilegal di seluruh wilayah dan kurang menghormati tanah tersebut. Kementerian Luar Negeri China belum menjawab permintaan komentar dari CNN.

Situs pertambangan China di Kamerun. Berbagai mesin industri digunakan untuk menggali situs tersebut. (Foto: FODER)

Para penambang lokal Kamerun biasanya menggunakan metode penambangan artisanal yang tidak merusak lingkungan, kata Kamga. Perusahaan-perusahaan China, sebaliknya, menggunakan mesin-mesin berat yang kerap meninggalkan dengan lubang berlubang sedalam 30 meter di desa-desa, menghancurkan lahan pertanian.

Antara tahun 2012 dan 2015, Kamga mengatakan bahwa lebih dari 250 penggalian telah ditinggalkan, sebagian besar oleh perusahaan China. Dari tahun 2015 hingga 2018, katanya, lebih dari 100 orang tewas dalam lubang seperti itu, yang memicu tanah longsor dan kemarahan warga setempat terhadap perusahaan-perusahaan China. Bulan Desember 2018, sembilan orang tewas dalam insiden seperti itu, menurut FODER.

Penambang emas artisanal di Kamerun Timur. (Foto: FODER)

Peraturan menetapkan bahwa operator harus menutup lubang dengan aman, tetapi Kamga mengatakan tentara Kamerun melindungi perusahaan pertambangan China, yang berarti mereka sering menghadapi lebih sedikit retribusi legal. Kamerun berada di peringkat 152 dari 180 negara pada Indeks Persepsi Korupsi 2018. Sementara itu, pemerintah Kamerun tidak menanggapi email permintaan komentar dari CNN.

Auregan mengatakan bahwa meski penambangan yang ceroboh telah mencoreng citra China, hal itu tidak mungkin menjadi alasan penghapusan utang tahun 2018.

“China melihat visi geostrategis dan jangka panjang tentang pentingnya Kamerun di wilayah itu,” kata Roberts.

Singkatnya, selama China membutuhkan pijakan maritim di Afrika Barat, beban utang Kamerun sementara ini dapat diringankan untuk waktu lebih lama.

Kontributor laporan: Steven Jiang also contributed to this report from Beijing.

Keterangan foto utama: Presiden Kamerun Paul Biya bersama Presiden China Xi Jinping di Forum Kerjasama China-Afrika pada bulan September 2018 di Beijing, China. (Foto: Getty Images/Getty Images Asia Pac)

Mengapa China Diam-Diam Hapuskan Sebagian Utang Kamerun

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top