Seorang anggota militer Indonesia di depan sebuah mobil milik PBB. (Foto: PBB)
Berita Tentang Indonesia

Analisis: Peluang Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Yordania, Bagaimana Potensinya?

Seorang anggota militer Indonesia di depan sebuah mobil milik PBB. (Foto: PBB)
Home » Berita Tentang Indonesia » Analisis: Peluang Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Yordania, Bagaimana Potensinya?

Pertemuan baru-baru ini menyoroti upaya yang sedang dilakukan oleh kedua belah pihak untuk mengeksplorasi peluang lebih lanjut di bidang ini. Menurut Kementerian Pertahanan Indonesia, kedua belah pihak membahas berbagai aspek kontraterorisme.

    Baca juga: Analisis: Ke Mana Arah Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Korea Selatan?

Oleh: Prashanth Parameswaran (The Diplomat)

Pekan lalu, para pejabat Indonesia dan Yordania mengadakan serangkaian pertemuan tingkat tinggi di sela-sela pertemuan pertahanan di Amman. Interaksi tersebut menekankan upaya yang sedang dilakukan oleh kedua negara untuk mengeksplorasi peluang untuk kerja sama pertahanan lebih lanjut mengenai isu-isu mulai dari kontraterorisme hingga kerja sama industri pertahanan.

Indonesia dan Yordania menjalin hubungan pada tahun 1950, dan sejak saat itu, berbagai upaya telah dilakukan untuk memajukan berbagai bidang kerja sama, termasuk di bidang ekonomi dan sosial budaya. Tetapi kerja sama keamanan juga telah mulai menjadi faktor yang lebih menonjol dalam hubungan pertahanan selama beberapa tahun terakhir, khususnya di sekitar isu kontraterorisme, dengan kekhawatiran akan kebangkitan ISIS dan kelompok teror terkait lainnya.

Baik Indonesia maupun Yordania telah bertukar pengalaman dalam hal bagaimana mempromosikan berbagai elemen pendekatan yang lebih menyeluruh dan berkaitan, untuk mengatasi ancaman teroris, mengakui tantangan lintas-regional dari Timur Tengah hingga Asia Tenggara, serta batas-batas pendekatan militer secara eksklusif. Serangkaian pertemuan dan pertukaran telah berlangsung antara para pejabat keamanan dalam hal ini.

Pekan lalu, hubungan bilateral sekali lagi menjadi sorotan, ketika kedua negara mengadakan pembicaraan di sela-sela Pameran dan Konferensi Kekuatan Operasi Khusus (SOFEX) 2018, yang diadakan di Amman, Yordania. Delegasi Indonesia—dipimpin oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu—bertemu dengan beberapa pejabat tinggi Yordania, termasuk Raja Abdullah Yordania serta Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Hani Mulki.

Selama pertemuan tersebut, kedua negara membahas bagaimana mereka dapat memajukan kerja sama antara angkatan bersenjata dan pasukan khusus mereka, terutama di bidang kontraterorisme, serta bagaimana mereka dapat meningkatkan hubungan pertahanan mereka secara lebih umum.

Menurut Kementerian Pertahanan Indonesia, kedua belah pihak membahas berbagai aspek kontraterorisme, di mana Yordania menekankan langkah-langkah yang dipertimbangkan untuk mereformasi kurikulum pendidikannya, dan Indonesia menekankan fokusnya pada peningkatan ketahanan penduduknya terhadap ancaman teroris, dan kerja sama trilateral yang sedang berlangsung dengan Malaysia dan Filipina. Abdullah secara khusus menyebutkan apresiasinya terhadap keahlian Indonesia di bidang-bidang seperti peperangan hutan, dan kedua belah pihak mengeksplorasi cara-cara untuk bekerja sama dalam bidang kontraterorisme.

    Baca juga: Indonesia dan Korea Selatan Perkuat Kerja Sama Pertahanan Keamanan, Apa yang Bisa Diharapkan?

Kedua belah pihak juga melihat peluang bagi Yordania untuk membangun kerja sama lebih lanjut dengan industri pertahanan Tanah Air, termasuk bergerak menuju pembelian persenjataan Indonesia. Sebuah nota kesepahaman (MoU) juga ditandatangani antara PT Pindad dan industri pertahanan Yordania untuk itu.

Meskipun tidak ada rincian lebih lanjut yang diungkapkan secara terbuka tentang perjanjian tersebut, namun itu hanyalah contoh terbaru dari upaya Indonesia untuk meningkatkan kerja sama seperti itu sebagai bagian dari prioritas domestiknya sendiri, untuk memajukan industri pertahanannya.

Prashanth Parameswaran adalah Senior Editor di The Diplomat yang berbasis di Washington, D.C., di mana dia kebanyakan menulis tentang Asia Tenggara, urusan keamanan Asia dan kebijakan luar negeri A.S. di Asia Pasifik. Dia juga kandidat PhD di Fletcher School of Law dan Diplomacy di Tufts University.

Keterangan foto utama: Seorang anggota militer Indonesia di depan sebuah mobil milik PBB. (Foto: PBB)

Analisis: Peluang Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Yordania, Bagaimana Potensinya?
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top