Global

Putin: Rusia Kembangkan Rudal Hipersonik Tak Terkalahkan

Berita Internasional >> Putin: Rusia Kembangkan Rudal Hipersonik Tak Terkalahkan

Presiden Rusia Vladimir Putih telah menginstruksikan militernya untuk memperluas platform peluncuran dan kecanggihan arsenal roketnya. Menanggapi pengumuman Amerika pekan lalu yang akan keluar dari traktat kontrol senjata nuklir INF 1987, yang dikenal sebagai Traktat Angkatan Nuklir Jangka Menengah, Putin mengatakan kepada menteri pertahanannya bahwa “tanggapan kita akan sama.” Beberapa ahli menganggap program Putin sebagai gertakan, dan semakin jelas bahwa apa pun kecakapan teknologi Rusia, terdapat batasan besar tentang berapa banyak yang dapat dibelanjakan oleh Kremlin.

Oleh: Andrew Higgins (The New York Times)

Khawatir dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang membatalkan perjanjian kontrol senjata era Perang Dingin, Presiden Rusia Vladimir V. Putin telah mengeluarkan peringatan bahwa negaranya mengembangkan rudal hipersonik baru yang akan melakukan perjalanan lebih dari lima kali kecepatan suara dan akan menjadi “tak terkalahkan.”

Tetapi ketika menginstruksikan militernya untuk memperluas platform peluncuran dan kecanggihan arsenal roketnya, Putin juga telah memerintahkan Menteri Pertahanan Rusia Sergei K. Shoigu untuk tetap berada dalam batas-batas rencana pengeluaran untuk tahun 2019 dan seterusnya.

“Kita tidak boleh dan tidak akan membiarkan diri kita ditarik ke dalam perlombaan senjata yang mahal,” kata Putin kepada Shoigu pada pertemuan akhir pekan di Kremlin, menurut transkrip yang dirilis oleh pemerintah Rusia.

Hari Selasa (5/2), Shoigu mengatakan kepada para perwira militer bahwa Rusia pada akhir tahun 2020 akan mengembangkan versi darat dari rudal hipersonik yang diluncurkan udara yang telah dikembangkan, dan juga membuat versi darat dari Kalibr, sebuah rudal jelajah yang diluncurkan di laut.

Rudal yang diluncurkan di darat dengan jangkauan 500 hingga 5.500 kilometer dilarang oleh perjanjian tahun 1987 yang ditandatangani oleh mantan Presiden AS Ronald Reagan dan pemimpin Soviet pada saat itu, Mikhail S. Gorbachev. Tetapi perjanjian itu tampaknya akan runtuh setelah Amerika Serikat mengumumkan akan menarik diri karena apa yang menurut mereka merupakan berulang Rusia.

Rusia membantah telah melanggar perjanjian itu, tetapi menekankan bahwa pihaknya akan bergerak cepat untuk mengembangkan sistem senjata yang sebelumnya dilarang.

Rencana untuk memperluas arsenal rudal berkecepatan tinggi Rusia pertama kali diumumkan bulan Maret 2018 ketika Putin mengancam Barat dengan generasi baru senjata nuklir, termasuk rudal jelajah dan torpedo nuklir. Artinya, para ahli mengatakan bahwa pembicaraan baru-baru ini dari Kremlin tentang sistem rudal baru menyesatkan.

“Ini adalah rencana pertahanan lama dalam wujud baru,” kata Hans Kristensen, direktur Proyek Informasi Nuklir di Federasi Ilmuwan Amerika. “Fakta bahwa mereka mengatakan bisa melakukan ini begitu cepat setelah pengumuman AS menunjukkan bahwa mereka tidak merencanakan sesuatu yang baru secara radikal.”

Beberapa ahli menganggap program Putin sebagai gertakan, dan semakin jelas bahwa apa pun kecakapan teknologi Rusia, terdapat batasan besar tentang berapa banyak yang dapat dibelanjakan oleh Kremlin.

Menyadari bagaimana Uni Soviet mustahil menyamai setiap kemajuan teknologi militer dan perangkat keras oleh Amerika, Putin telah lama berjuang untuk menyeimbangkan perhitungan politik dalam negeri dengan ambisinya yang mahal untuk membangun kembali Rusia sebagai kekuatan besar yang setara dengan Amerika Serikat.

Menanggapi pengumuman Amerika pekan lalu yang akan keluar dari traktat kontrol senjata nuklir INF 1987, yang dikenal sebagai Traktat Angkatan Nuklir Jangka Menengah, Putin mengatakan kepada menteri pertahanannya bahwa “tanggapan kita akan sama.”

Dia mengatakan bahwa karena Amerika Serikat menunda perjanjian, “kami juga akan menangguhkannya,” dan menyajikan program pengembangan rudal Rusia hanya sebagai upaya untuk mencocokkan rencana Amerika sendiri.

“Mereka mengatakan bahwa mereka terlibat dalam pekerjaan penelitian, pengembangan, dan desain, dan kami akan melakukan hal yang sama,” katanya kepada Shoigu.

Keterangan foto utama: Presiden Rusia Vladimir V. Putin bersama Menteri Luar Negeri Rusia Sergey V. Lavrov dan Menteri Pertahanan Rusia Sergei K. Shoigu di Kremlin pada hari Sabtu, 2 Februari 2019. (Foto: Alexei Nikolsky)

Putin: Rusia Kembangkan Rudal Hipersonik Tak Terkalahkan

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top