situs rudal korea utara
Asia

Situs Rudal Korut Dibangun Kembali? Tak Perlu Cemas—untuk Saat Ini

Stasiun Peluncuran Satelit Sohae menampilkan apa yang oleh para peneliti Beyond Parallel—sebuah proyek CSIS—gambarkan sebagai tempat mesin vertikal yang sebagian dibangun kembali dengan dua derek konstruksi, beberapa kendaraan, dan perlengkapan yang diletakkan di tanah, dalam gambar satelit komersial yang diambil alih Tongchang-ri, Korea Utara, pada 2 Maret 2019 dan dirilis pada 5 Maret 2019. (Foto: CSIS/Beyond Parallel/DigitalGlobe 2019 via REUTERS)
Berita Internasional >> Situs Rudal Korut Dibangun Kembali? Tak Perlu Cemas—untuk Saat Ini

Situs rudal Korut dikabarkan mulai dibangun kembali. Tapi kita tidak perlu cemas, setidaknya untuk saat ini. Korea Utara kemungkinan melakukan itu untuk mengirim pesan politik daripada pesan militeristik. Dengan meningkatkan aktivitas di situs rudal Korut, Kim mungkin mencoba menekan Trump dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk mencabut sanksi finansial yang ada. Tetapi jika Kim melanjutkan upaya-upaya ini, kesabaran Trump dapat habis—dan kemudian kita kembali ke jalur yang sangat berbahaya.

Baca juga: Janji Hancurkan, Korea Utara Justru Bangun Kembali Situs Rudal

Oleh: Alex Ward (Vox)

Korea Utara sedang membangun kembali situs peluncuran satelit yang dijanjikannya akan dibongkar seluruhnya, dan mungkin telah meningkatkan aktivitas di sebuah pabrik rudal besar—kedua tindakan yang kemungkinan dimaksudkan sebagai tanda peringatan bagi Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan.

Seandainya langkah-langkah ini menjadi pemicu tindakan yang bahkan lebih agresif oleh Pyongyang—atau kemarahan Presiden Donald Trump—maka AS dan Korea Utara akhirnya bisa bergerak menjauh dari diplomasi dan kembali ke jalur perang.

Intelijen Korea Selatan dan para analis terhormat, minggu ini mengungkapkan citra satelit komersial yang menunjukkan bahwa Korea Utara telah membangun kembali mesin uji coba dan landasan peluncuran di fasilitas peluncuran ruang angkasa di Sohae, setidaknya sejak 16 Februari, dan kemungkinan sekarang sudah kembali pada operasi tingkat normal.

Itu masalah besar, mengingat Pyongyang berjanji pada Seoul bulan September lalu, bahwa mereka akan “membongkar secara permanen” situs rudal Korut dan mulai meruntuhkannya tahun lalu.

“Mereka pada dasarnya menyusun kembali apa yang mereka bongkar”, setelah Trump bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Singapura tahun lalu, kata Victor Cha, seorang ahli di Pusat Studi Strategis dan Internasional, mengatakan pada Kamis (7/3) kepada hadirin Washington.

Beberapa jam sebelumnya, media Korea Selatan melaporkan bahwa ada gerakan ekstra di pabrik rudal yang dikenal sebagai Sanumdong—pabrik yang sama yang pertama kali memproduksi rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dapat mencapai Amerika Serikat. Kepala mata-mata Korea Selatan, Suh Hoon, dilaporkan mengatakan kepada anggota parlemen bahwa ia percaya peningkatan aktivitas di sana berkaitan dengan rudal.

Ini semua sangat merepotkan, terutama karena Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un baru saja bertemu di Vietnam untuk pertemuan puncak kedua mereka untuk mengurangi ketegangan nuklir. Namun, perundingan tersebut gagal, terkait permintaan AS agar Pyongyang menyerahkan semua senjatanya—nuklir, kimia, biologis—dengan imbalan keringanan sanksi yang hampir penuh.

Trump sudah kesal dengan berita itu. “Saya akan sangat kecewa jika itu terjadi,” katanya kepada para wartawan pada Rabu (6/3), ketika ditanya tentang Sohae. “Saya akan sangat, sangat kecewa dengan Ketua Kim.”

Trump, tentu saja, bisa bertanya kepada komunitas intelijennya sendiri apakah “itu terjadi,” tetapi mungkin dia lebih suka menunggu untuk melihat apakah seseorang membicarakannya di TV.

Para ahli yang saya ajak bicara, semua menyatakan kekhawatiran tentang perkembangan ini. Tetapi ada kabar baik: Tidak ada dari mereka yang panik, yang berarti Anda juga tidak boleh panik.

Ini alasannya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sebelum pertemuan di Hotel Sofitel Legend Metropole di Hanoi, Vietnam, 27 Februari 2019. (Foto: Getty Images/AFP/Saul Loeb)

Mengapa Anda tidak perlu panik tentang situs rudal Korut—setidaknya untuk saat ini

Pertama, Korea Utara sudah dalam proses meningkatkan program nuklir dan rudalnya, yang tidak berhenti ketika Trump dan Kim terlibat dalam diplomasi bulan lalu. Dalam beberapa hal, perkembangan ini bukan hal yang baru, dan hanya merupakan perpanjangan dari upaya Korea Utara baru-baru ini.

Baca juga: Pangkalan Rudal Rahasia Korea Utara, Mata-Mata, dan Twitter Trump

Kedua—dan untuk menegaskan kembali—Sohae adalah situs peluncuran ruang angkasa yang tidak terpisahkan dengan program rudal balistiknya. Korea Utara tidak pernah menguji coba ICBM dari lokasi ini, meskipun telah meluncurkan roket ruang angkasa dari sana.

Mungkin saja Pyongyang menguji coba salah satu dari roket itu dalam beberapa minggu mendatang—yang tentu saja akan menjadi provokatif—tetapi itu tidak akan sama dengan menguji coba rudal mematikan yang dapat menghantam Amerika atau sekutunya.

“Peluncuran satelit berada di zona abu-abu, tetapi pasti akan menciptakan masalah bagi pemerintahan Trump,” kata pakar nuklir MIT Vipin Narang kepada saya. “Itu bisa membuat kita berada dalam situasi yang sulit,” terutama jika tokoh garis keras seperti Penasihat Keamanan Nasional John Bolton menggunakan peluncuran tersebut untuk mendorong Trump mengakhiri negosiasi nuklir.

Ketiga, Korea Utara kemungkinan melakukan itu untuk mengirim pesan politik daripada pesan militeristik. Korea Utara berulang kali menyatakan keputusasaan bahwa AS belum mencabut sanksi saat ini, supaya Pyongyang dapat menghentikan program nuklirnya.

Dengan meningkatkan aktivitas di Sohae dan pabrik rudal, Kim mungkin mencoba menekan Trump dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk mencabut sanksi finansial yang ada, dan menghidupkan kembali rencana integrasi ekonomi antar-Korea, kata pakar Stimson Center Jenny Town, salah satu analis yang pertama kali mengamati citra satelit tersebut.

Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana Trump akan bereaksi. Meskipun dia menghabiskan sebagian besar tahun 2017 dengan mengancam akan menjatuhkan “api dan amarah” di Korea Utara, namun dia sejak itu memuji Kim, mengatakan bahwa mereka saling “jatuh cinta,” dan berbicara secara terbuka tentang keinginan untuk menghindari perang.

Baca juga: Perluas Pangkalan Rudal, Korea Utara Bisa Serang Amerika

Tetapi jika Kim melanjutkan upaya-upaya ini, kesabaran Trump dapat habis—dan kemudian kita kembali ke jalur yang sangat berbahaya.

Keterangan foto utama: Stasiun Peluncuran Satelit Sohae menampilkan apa yang oleh para peneliti Beyond Parallel—sebuah proyek CSIS—gambarkan sebagai tempat mesin vertikal yang sebagian dibangun kembali dengan dua derek konstruksi, beberapa kendaraan, dan perlengkapan yang diletakkan di tanah, dalam gambar satelit komersial yang diambil alih Tongchang-ri, Korea Utara, pada 2 Maret 2019 dan dirilis pada 5 Maret 2019. (Foto: CSIS/Beyond Parallel/DigitalGlobe 2019 via REUTERS)

Situs Rudal Korut Dibangun Kembali? Tak Perlu Cemas—untuk Saat Ini

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top