Darurat Nasional
Amerika

Bagaimana Donald Trump Lumpuhkan Sendiri Pernyataan Darurat Nasional-nya

Berita Internasional >> Bagaimana Donald Trump Lumpuhkan Sendiri Pernyataan Darurat Nasional-nya

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mematahkan sendiri argumennya tentang darurat nasional. Trump telah berkali-kali menyatakan bahwa kondisi di perbatasan Meksiko dan arus masuk imigran yang besar adalah darurat nasional. Tapi, ia juga kemudian mengatakan, “Saya tidak harus melakukan hal ini,” sesuatu yang tidak masuk akal untuk sesuatu yang ia anggap sebagai “darurat.”

Baca Juga: Militer Amerika Bersiap untuk Membayar Tembok Perbatasan Donald Trump

Oleh: Aaron Blake (The Washington Post)

Gagasan bahwa situasi di perbatasan benar-benar merupakan “darurat nasional” dari awal sudah sulit untuk dianggap kredibel. Pada konferensi pers hari Jumat (15/2), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mungkin saja telah memperjelas motivasi sejatinya.

Di Rose Garden Gedung Putih, Trump mengeluarkan ancaman deklarasi darurat nasional yang telah ia lontarkan selama lebih dari sebulan. Dalam prosesnya, Trump pada dasarnya mengakui bahwa dia bahkan tidak benar-benar melihat situasi di perbatasan sebagai keadaan darurat.

Kutipan kunci tersebut datang ketika sesi tanya-jawab dimulai. Trump ditantang oleh Peter Alexander dari NBC tentang mengapa ia tidak bisa membuat Kongres menuruti kehendaknya, seperti yang sebelumnya ia katakan harus dapat dilakukan oleh seorang presiden, daripada mengambil tindakan sepihak.

“Saya tidak perlu melakukan ini,” kata Trump. “Tapi saya lebih suka melakukannya dengan lebih cepat.”

Trump kemudian menyalahkan politik jelang pemilihan umum tahun 2020 karena Partai Demokrat tidak mendukung tembok dan mengulangi: “Saya hanya ingin melakukannya dengan lebih cepat.”

Jika ini benar-benar darurat, bagaimana Anda bisa mengatakan Anda tidak perlu menyatakan keadaan darurat? Trump pada dasarnya mengakui bahwa (darurat nasional) ini adalah pilihan baginya, masalah efektivitas, dan bukan sesuatu yang diharuskan karena keadaan di lapangan.

Ini bukan pertama kalinya Trump menyarankan darurat nasional adalah pilihan strategi, alih-alih keharusan untuk bertindak. Dia berulang kali mengusung gagasan darurat nasional sebagai alternatif jika Kongres tidak mendanai tembok lebih dari sebulan, faktanya, ketika keadaan darurat seharusnya sudah berlangsung di perbatasan. Ada banyak waktu yang hilang dalam berurusan dengan apa yang ia katakan sebagai krisis ini.

Ada poin lain dalam konferensi pers di mana Trump menjelaskan pandangannya tentang kekacauan perbatasan. Dia berulang kali tidak setuju dengan data, bahkan data yang dihasilkan oleh pemerintahannya sendiri, tentang apa yang terjadi di perbatasan.

Dia menyebut laporan yang menunjukkan sebagian besar obat terlarang datang melalui pintu masuk, di mana tembok tidak menjadi masalah, sebagai sebuah “kebohongan.” Dari data yang menunjukkan imigran tidak berdokumen melakukan kejahatan lebih sedikit daripada warga kelahiran Amerika, Trump mengatakan kepada wartawan, “Anda Anda tidak benar-benar percaya statistik itu, bukan?” Dari data yang menunjukkan jumlah kematian akibat narkoba di Amerika Serikat, Trump membacanya dan mengatakan jumlah itu “sangat rendah.”

Baca Juga: Iran dan Amerika Bisa Berteman

Trump sebelumnya telah melebih-lebihkan atau salah menyatakan fakta-fakta seperti itu, tetapi dia belum dikonfrontasi tentang hal itu karena dia jarang menjawab pertanyaan. Hari Jumat (15/2), dia menjelaskan bahwa dia tidak mempercayai mereka, bahwa pandangannya sendiri tentang apa yang terjadi di perbatasan tidak didasarkan pada pemerintahannya sendiri dan data otoritatif lainnya.

Tak satu pun dari hal ini pada akhirnya mungkin penting dalam perjuangan hukum yang akan datang. Presiden memiliki otoritas tertentu, dan pengadilan (kemungkinan Mahkamah Agung, dalam kasus ini) tampaknya cenderung berurusan dengan hukum dan fakta di lapangan daripada komentar Trump tentang semua itu. Kita akan melihat apakah motivasi yang diungkapkan Trump memiliki pengaruh, atau mungkin tidak.

Tapi secara politis, Trump kian mempersulit para pendukungnya untuk setuju dengannya bahwa ini benar-benar darurat, sesuatu yang sebelumnya memang sudah susah.

Aaron Blake adalah reporter politik senior yang menulis untuk The Fix. Berasal dari Minnesota, Blake juga menulis tentang politik untuk Minneapolis Star Tribune dan surat kabar The Hill.

Keterangan foto utama: Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada tanggal 15 Februari 2019 mengatakan dia “tidak perlu” mengumumkan keadaan darurat nasional, tetapi dia melakukannya untuk membangun tembok perbatasan selatan “dengan lebih cepat.” (Foto: Reuters)

Bagaimana Donald Trump Lumpuhkan Sendiri Pernyataan Darurat Nasional-nya

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top