Angkatan Laut Rusia
Eropa

Angkatan Laut Rusia akan Berubah Menjadi Lebih Mematikan

Berita Internasional >> Angkatan Laut Rusia akan Berubah Menjadi Lebih Mematikan

Pemerintah Rusia tengah mengerahkan Marinir “Baret Hitam” di semua kapal perangnya. Infanteri Angkatan Laut Rusia, yang dijuluki “Baret Hitam” merupakan pasukan laut tradisional yang ditugaskan dengan operasi amfibi untuk mendukung Angkatan Laut dan menyediakan detasemen ke kapal untuk keamanan dan operasi darat kecil. Kelompok-kelompok anti-teroris akan ditempatkan di kapal yang berlayar ke zona laut jauh.

Baca juga: Laporan: Pasukan Suriah dan Angkatan Laut Rusia Bersiap Serang Idlib

Oleh: Michael Peck (The National Interest)

Angkatan Laut Rusia tengah mengerahkan para marinir di atas semua kapal perang yang berlayar ke pangkalan mereka di luar negeri. Misi mereka adalah mengamankan kapal-kapal tersebut dari serangan teroris dan penyabot.

Kelompok-kelompok anti-teroris akan ditempatkan di kapal yang berlayar ke zona laut jauh, menurut surat kabar Rusia Izvestia. “Marinir sering menemani kapal-kapal Angkatan Laut Soviet dari akhir tahun 1960-an hingga 1991. Mereka memperkuat awak kapal yang akan melayani di dekat zona konflik militer di Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Afrika.”

Infanteri Angkatan Laut Rusia, yang dijuluki “Baret Hitam,” berbeda dari Angkatan Laut Amerika. Korps Marinir AS adalah pasukan mini berkekuatan 182.000 orang dengan kekuatan udaranya sendiri dan mampu melakukan operasi independen. Sementara itu, 12.000 Infantri Angkatan Laut Rusia lebih merupakan pasukan laut tradisional yang ditugaskan dengan operasi amfibi untuk mendukung Angkatan Laut dan menyediakan detasemen ke kapal untuk keamanan dan operasi darat kecil.

“Komposisi dan ukuran kelompok-kelompok anti-teror seperti itu akan tergantung pada jenis kapal,” jelas Izvestia. “Misalnya, sebuah kapal fregat akan memiliki 20 ‘baret hitam.’ Mereka akan menerima senjata, senapan mesin, senapan runduk, dan peluncur granat. Marinir secara terus-menerus akan melakukan tugas-tugas untuk melindungi kapal dari teroris dan penyabot, serta memeriksa kapal yang mencurigakan. Jika perlu, ‘baret hitam’ akan melindungi kapal di pelabuhan.”

Marinir yang ditugaskan di kapal perang luar negeri akan menerima pelatihan ekstra. “Untuk kelompok-kelompok anti-teroris, atau ‘boarding team’ sebagai lelucon di Angkatan Laut yang merujuk pada unit-unit tersebut, Angkatan Laut mengembangkan program pelatihan khusus,” kata Izvestia.

Baca juga: Putin: Rusia Kembangkan Rudal Hipersonik Tak Terkalahkan

“Pertama, marinir mempraktikkan taktik pada kapal di bawah perlindungan atau pertahanan mereka, kemudian mereka dilatih untuk naik kapal sambil melakukan operasi anti-pembajakan. Di ruang kelas, perhatian khusus diberikan pada pelatihan menembak dengan senjata ringan dan peluncur granat di target permukaan.”

“Marinir diajarkan untuk bertarung dalam kondisi ruang yang sangat terbatas di kapal: di kabin, kompartemen, kokpit, koridor, dan ruang depan. Jenis aksi penyerangan tunggal dan kelompok seperti ini membutuhkan keterampilan khusus. Pelatihan ‘baret hitam’ dari kelompok anti-teror terlihat seperti ini: para pejuang naik ke geladak kapal yang ditangkap oleh para perompak, kemudian mereka bertindak berpasangan, melakukan operasi untuk melucuti para militan. Tugasnya adalah membebaskan para sandera secepat mungkin tanpa kejatuhan korban.”

Tahun 2010, Marinir Rusia yang dikerahkan di kapal perusak Marshal Shaposhnikov menyelamatkan awak kapal tanker Rusia Universitas Moskow setelah dibajak oleh sebelas perompak Somalia di Teluk Aden. Meskipun operasi ini difasilitasi oleh awak kapal tanker yang mengunci diri di sebuah ruangan, sehingga menjaga para perompak dari mengambil sandera atau mengoperasikan kapal, lembaga think tank AS Stratfor mencatat bahwa “seluruh operasi berlangsung selama 22 menit, operasi yang cukup cepat mengingat ukuran kapal.” Tak satu pun dari awak kapal tanker itu terluka, sementara satu perompak tewas dan sepuluh orang perompak telah ditangkap.

Baca juga: Senjata Konvensional Rusia Lebih Mematikan daripada Nuklirnya

Namun, laporan berita berikutnya mengungkapkan bahwa sepuluh perompak yang ditangkap meninggal setelah pasukan penyelamat Rusia melepaskan mereka di sebuah perahu karet tanpa peralatan navigasi untuk membimbing mereka ke pantai. Mungkin untuk menghindari insiden seperti ini, artikel Izvestia mencatat bahwa Marinir Rusia sedang diinstruksikan dalam poin-poin penting hukum internasional.

“Perhatian khusus diberikan pada Hukum Laut Internasional. Pengetahuan tentang hukum diperlukan agar dalam kasus darurat di perairan atau pelabuhan asing, mereka dapat menggunakan kekuatan dengan benar dan menghindari penggunaan kekuatan berlebihan.”

Michael Peck adalah penulis kontributor untuk The National Interest.

Keterangan foto utama: Angkatan Laut Rusia (Foto: The National Interest)

Angkatan Laut Rusia akan Berubah Menjadi Lebih Mematikan

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top