Presiden Joko Widodo (kanan) dan PM Australia Malcolm Turnbull (kedua kanan) menyapa warga saat melakukan 'blusukan' di pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis (12/11).
Berita Politik Indonesia

Indonesia, Australia Perbaharui Perjanjian Militer: Apa yang Perlu Diketahui?

Presiden Joko Widodo (kanan) dan PM Australia Malcolm Turnbull (kedua kanan) menyapa pedagang saat melakukan mengunjungi pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis, 12 November 2015. (Foto: Antara Foto/Muhammad Adimaja)
Indonesia, Australia Perbaharui Perjanjian Militer: Apa yang Perlu Diketahui?

Kedua belah pihak menandatangani sebuah perjanjian militer yang telah di perbaharui merupakan kerja sama pertahanan yang baru pada pekan lalu. Penandatanganan pakta tersebut berfokus pada hubungan keamanan yang berkembang antara Indonesia dan Australia, dua negara yang signifikan dan memiliki kemampuan besar di wilayah Indo-Pasifik tersebut.

Oleh: Prashanth Parameswaran (The Diplomat)

Pekan lalu, seperti yang diharapkan, Indonesia dan Australia akhirnya menandatangani perjanjian militer yang telah di perbaharui dan kerja sama dibidang pertahanan yang baru, setelah berakhirnya perjanjian sebelumnya pada tahun lalu. Penandatanganan perjanjian militer tersebut—yang merupakan salah satu dari beberapa hal yang mendukung bentuk hubungan pertahanan bilateral saat ini—berfokus pada hubungan keamanan yang berkembang antara dua negara yang signifikan dan memiliki kemampuan besar di wilayah Indo-Pasifik tersebut.

Seperti yang telah saya tekankan sebelumnya, Indonesia dan Australia—dua negara tetangga yang signifikan dan berkemampuan tinggi di Indo-Pasifik—memiliki hubungan yang bergejolak secara historis, namun juga membuat beberapa terobosan dalam beberapa tahun terakhir dalam hubungan pertahanan mereka yang sering di perbaharui, meskipun terkadang terdapat ketegangan dan krisis, di mana yang terakhir adalah tahun lalu ketika kerja sama militer dihentikan sementara karena alasan teknis.

Hubungan keamanan Indonesia-Australia telah didukung salah satunya oleh Perjanjian Lombok, yang membentuk kerangka kerja untuk mengatur hubungan keamanan di tahun 2006, serta mekanisme pendukung yang ditandatangani sejak saat itu, termasuk dialog dua-plus-dua antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan mereka, juga perjanjian kerja sama pertahanan (DCA) yang ditandatangani pada tahun 2012. DCA awalnya ditandatangani oleh Kementerian Pertahanan dari dua negara pada tanggal 5 September 2012, dan telah berakhir pada tanggal 5 September 2017.

Baca juga: Indonesia: Mitra Strategis atau Ancaman bagi Australia?

Pada tanggal 1 Februari, Menteri Pertahanan Australia Marise Payne dan Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu, menandatangani sebuah DCA baru. Penandatanganan tersebut terjadi di sela-sela pertemuan pertahanan subregional baru seputar kontra-terorisme, yang telah diselenggarakan oleh Australia di Perth, di mana terdapat enam negara Asia Tenggara yang hadir: Indonesia bersama dengan Brunei, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Tidak mengejutkan, beberapa hal yang spesifik tidak dipublikasikan secara terbuka, mengenai isi kesepakatan itu sendiri. Dalam sebuah pernyataan singkat, Kementerian Pertahanan Australia mengatakan bahwa pakta tersebut menegaskan kembali kekuatan hubungan yang telah berlangsung lama, niat untuk memperdalam hubungan dalam dekade-dekade mendatang, dan kepercayaan terus-menerus terhadap fondasi hubungan pertahanan bilateral, termasuk saling menghormati kedaulatan dan integritas teritorial yang didukung oleh Perjanjian Lombok.

Baca juga: Pertahanan Militer Australia Bersiaga saat Latihan Militer Rusia di Indonesia

Selain menandatangani DCA yang baru, kedua Menteri Pertahanan tersebut juga mengadakan pertemuan di mana mereka membahas berbagai masalah keamanan yang menjadi kepentingan bersama. Kementrian Pertahanan Indonesia mengatakan bahwa hal itu mencakup isu-isu umum seperti Korea Utara, Laut China Selatan, dan krisis Rohingya, serta perkembangan yang lebih spesifik seperti kemajuan patroli trilateral di Laut Sulu-Sulawesi, dan kerja sama intelijen kontraterorisme dengan inisiatif “Our Eyes” yang sangat didukung oleh Indonesia.

Keterangan foto utama: Presiden Joko Widodo (kanan) dan PM Australia Malcolm Turnbull (kedua kanan) menyapa pedagang saat melakukan mengunjungi pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis, 12 November 2015. (Foto: Antara Foto/Muhammad Adimaja)

Indonesia, Australia Perbaharui Perjanjian Militer: Apa yang Perlu Diketahui?

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top