Gaza
Timur Tengah

Apakah Penantang Netanyahu, Benny Gantz, Bunuh 1364 Teroris di Gaza?

Berita Internasional >> Apakah Penantang Netanyahu, Benny Gantz, Bunuh 1364 Teroris di Gaza?

Video kampanye pemilu Benny Gantz, yang menampilkan cuplikan kehancuran Gaza, mengutip statistik resmi pemerintah Israel. Tetapi bahkan Kementerian Luar Negeri Israel dan IDF mengakui bahwa korban militan lebih sedikit daripada korban warga sipil. Benny Gantz adalah penantang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pemilu Israel selanjutya.

Baca juga: Gunakan Herbisida Berbahaya di Gaza, Israel Langgar Hukum Internasional

Oleh: Haaretz

Pada hari Minggu (20/1), pesaing terbaru untuk jabatan perdana menteri, Benny Gantz—mantan kepala staf militer Israel yang saat ini menjabat sebagai pemimpin partai Hosen L’Yisrael—menyebarkan video kampanye pertamanya di saat persaingan menuju pemilu mendatang semakin memanas, menunjukkan prestasi militernya.

Dengan latar belakang gambar-gambar kehancuran di Gaza disertai dengan musik yang dramatis, Benny Gantz mengklaim bahwa selama “Operation Protective Edge” pada tahun 2014, di bawah komandonya, 1.364 “teroris” terbunuh.

Video tersebut mengklaim bahwa angka tersebut didasarkan pada laporan Kementerian Luar Negeri, tetapi menurut laporan Kementerian Luar Negeri yang dirilis pada 15 Juni 2016, jumlah “teroris”, atau warga Palestina yang terlibat dalam pertempuran, yang terbunuh ada 936.

Menurut pemerintah Israel, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Kementerian Luar Negeri mengakui bahwa “aktivis militer” itu hanya mewakili 44 persen dari semua yang tewas selama “Operation Protective Edge”. Militer mengatakan bahwa dari 2.125 warga Palestina yang terbunuh, 936 adalah “teroris” dan setidaknya 761 adalah warga sipil—di antara mereka, 369 merupakan anak-anak usia 15 tahun ke bawah dan 284 wanita. Identitas 428 yang lain tidak dikategorikan.

Dalam videonya, Gantz tampaknya menggunakan jumlah “teroris” dan menambahkan 428 korban yang tidak dikategorikan untuk mencapai jumlah total 1.364 “teroris” yang dia klaim telah dia bunuh.

Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Pusat Informasi Intelijen dan Terorisme, berjudul “Perkiraan anggota Hamas yang tewas selama ‘Operation Protective Edge’” memperbarui jumlah militan di antara korban tewas menjadi 48,7 persen.

Organisasi hak asasi manusia Israel B’Tselem melaporkan sebulan setelah pertempuran bahwa 2.202 warga Palestina tewas akibat tembakan IDF, di antara jumlah itu, 765 orang berpartisipasi dalam pertempuran atau memiliki peran militer di Jalur Gaza. B’Tselem mengatakan bahwa 1.391 warga sipil Palestina terbunuh, 63 persen dari total, 526 di antaranya berusia di bawah 18 tahun.

Situasi tenteram selama 3,5 tahun? Tergantung siapa yang Anda tanyakan

Video Benny Gantz membanggakan “3,5 tahun ketenteraman” di front Israel dengan Gaza. Memang, selama 3,5 tahun yang dimaksud Gantz—pertengahan tahun 2014 hingga akhir tahun 2017, tidak ada tentara Israel atau warga sipil yang terbunuh oleh pertempuran ini. Namun Gantz tidak menjelaskan mengapa ia tidak menyebutkan apa yang mengakhiri ketenteraman itu pada akhir 2017.

Baca juga: Bagi Umat Kristen Gaza, Tak Ada Jalan Menuju Betlehem

Dari akhir Operation Protective Edge hingga akhir tahun 2018, setidaknya 870 peluru dan roket ditembakkan ke Israel. Hampir semua ditembakkan pada tahun 2018—di paruh pertama tahun itu, jumlah peluru dan roket yang ditembakkan ke Israel naik 726 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tetapi pada tahun 2018, dua orang terbunuh:  Aviv Levi, 21 tahun dari Petah Tikva, yang dibunuh oleh penembak jitu Palestina di perbatasan Gaza pada bulan Juli, dan Mohammed Abu Asabeh, 48 tahun, seorang buruh Palestina yang bermalam di sebuah flat di Ashkelon yang terkena serangan roket langsung dua bulan lalu.

Keterangan foto utama: Warga Palestina melihat kerusakan di rumah yang hancur di mana lima anggota keluarga Ghannam tewas dalam serangan rudal Israel pada dini hari di kamp pengungsi Rafah, Jalur Gaza selatan, Jumat (18/1). (Foto: AP)

Apakah Penantang Netanyahu, Benny Gantz, Bunuh 1364 Teroris di Gaza?

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top