John Bolton
Timur Tengah

AS Akan Pastikan Keamanan Israel Sebelum Tinggalkan Suriah

Berita Internasional >> AS Akan Pastikan Keamanan Israel Sebelum Tinggalkan Suriah

Amerika Serikat tak akan tinggalkan Suriah begitu saja. John Bolton mengatakan, penarikan pasukan AS dari Suriah dilakukan berlandaskan kondisi keamanan Israel dan sekutu lainnya. Dan juga kalahnya ISIL.

Baca juga: Mike Pompeo: Kerja Sama dengan Israel untuk Suriah dan Iran Akan Terus Berlanjut

Oleh: Al Jazeera

Penarikan tentara Amerika Serikat dari bagian barat daya Suriah akan dilakukan dengan cara yang akan “benar-benar memastikan” keamanan Israel dan sekutu AS lainnya di Timur Tengah, ujar seorang penasihat atas Presiden Donald Trump.

John Bolton mengikrarkan hal itu pada hari Jumat, beberapa jam setelah mengondisikan penarikan pasukan AS dari Suriah atas telah kalahnya Islamic State of Iraq and Levant (Negara Islam Irak dan Levant/ISIL/ISIS). Dan juga setelah menerima jaminan dari Turki atas keselamatan para penjuang Kurdi yang telah bersekutu dengan Amerika.

Berbicara kepada wartawan menjelang pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Bolton mengatakan penarikan pasukan itu akan dilakukan dengan cara yang akan memastikan bahwa ISIL “telah dikalahkan dan tidak akan bisa hidup kembali dan menjadi ancaman lagi.”

Dan hal itu akan dilakukan dengan cara terntu yang akan “memastikan pertahanan Israel dan sekutu lainnya di area itu benar-benar terjamin, dan untuk menjaga mereka yang telah berjuang bersama kami melawan ISIS dan kelompok teroris lainnya,” ujar Bolton.

Penarikan pasukan yang diumumkan pada tanggal 19 Desember itu awalnya diharapkan akan selesai hanya dalam waktu beberapa minggu. Namun lini waktunya telah melambat seiring presiden menerima permintaan dari para staf, sekutu dan anggota Kongres AS untuk penarikan mundur yang lebih teratur.

Komentar Bolton itu menandai konfirmasi publik pertama bahwa penarikan itu telah diperlambat.

Sebelumnya, penasihat keamanan nasional itu mengatakan pada para wartawan yang berangkat bersamanya bahwa tidak ada jadwal pasti untuk pergerakan itu.

“Penyedotan kekuasaan”

Pihak berwenang Israel telah mengungkapkan kekhawatiran mereka bahwa penarikan mendadak atas sekitar 2.000 pasukan AS bisa memungkinkan Iran untuk memperluas pengaruh dan kehadirannya di Suriah yang telah porak-poranda karena perang.

Stefanie Dekker dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Yerusalem Barat yang diduduki, mengatakan bahwa Israel terutama mengkhawatirkan kehadiran para milisi yang didukung Iran di dekat perbatasannya dengan Suriah. “Terutama orang-orang Hizbullah”, gerakan Syiah Libanon.

“Israel khawatir penarikan pasukan AS bisa menyebabkan suatu penyedotan kekuasaan. Dan mereka khawatir para milisi yang didukung Iran akan mendapatkan keuntungan dari situasi itu,” ujar Dekker, menekankan bahwa Israel telah melakukan sejumlah serangan udara di dalam Suriah yang menargetkan apa yang diduga sebagai transfer persenjataan dari Iran ke Hizbullah.

“Netanyahu akan sangat ingin menunjukkan kenapa Israel khawatir,” ujarnya.

“Dia akan menerima penasihat kemanan nasional AS ebsok ke Dataran Tinggi Golan yang diduduki, dekat dengan area perbatasan di mana Israel telah melakukan operasi militer untuk menghancurkan terowongan-terowongan yang menurut mereka telah digali oleh Hizbullah dari perbatasan Libanon.”

Netanyahu, saat konferensi pers gabungannya bersama Bolton, mengatakan bahwa ia berencana untuk mengajak Bolton mengunjungi Dataran Tinggi Golan sebelum ia berangkat menuju Turki pada hari Senin, jika cuaca memungkinkan.

Dia kembali mendesak AS dan negara lain agar mengakui kedaulatan Israel atas dataran strategis yang mereka rebut dari Suriah dalam Perang Enam-hari di tahun 1967, yang kemudian mereka aneksasi.

Untuk bagiannya, Bolton mengatakan AS mendukung hak penentukan sendiri Israel dan bahwa administrasi Trump akan terus bekerja bersama Israel untuk melawan “ancam berkelanjutan dari upaya Iran untuk menciptakan senjata nuklir”.

Baca juga: Pemerintah Israel Runtuh di Tengah Tuduhan Korupsi dan Kekacauan Trump

Direktur Program International Crisis Group untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Joost Hitlermann, mengatakan bahwa langkah terakhir AS ini menunjukkan kurangnya “kebijakan yang koheren” untuk Timur Tengah.

“Kebijakan luar negeri AS telah jadi berantakan sejak Trump jadi presiden,” ujarnya pada Al Jazeera. “Trump dan pembantu-pembantunya ingin mengejar kebijakan luar negeri yang jauh berbeda dari era Obama.”

Pengumuman Trump tentang rencana penarikan pasukan disambut dengan kekagetan dan kecaman dari banyak pihak berwenang AS dan sekutu. Hal itu juga telah memicu pengunduran diri Menteri Pertahanan Jim Mattis dan Utusan Khusus AS untuk Koalisi Anti-ISIL sebagai bentuk protes.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo akan menyusul Bolton ke Timur Tengah minggu ini untuk tur delapan negara sekutu Arab untuk mengumpulkan dukungan mitra-mitra administrasi Trump di area itu.

Keterangan foto utama: Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton. (Foto: Getty Images/Darren McCollester/via JTA)

AS Akan Pastikan Keamanan Israel Sebelum Tinggalkan Suriah

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top