AS Turunkan Status Diplomatik Uni Eropa (tapi Tak Bilang Apa-Apa)
Global

AS Turunkan Status Diplomatik Uni Eropa (tapi Tak Bilang Apa-Apa)

Berita Internasional >> AS Turunkan Status Diplomatik Uni Eropa (tapi Tak Bilang Apa-Apa)

Amerika Serikat menurunkan status diplomatik Uni Eropa, tanpa memberi informasi apa-apa sebelumnya. Hal ini dianggap sebagai bentuk penghinaan dan perwujudan ketidaksukaan Administrasi Trump atas blok tersebut. Uni Eropa diperkirakan akan segera memilih duta besar baru untuk Washington, dan belum jelas status apa yang akan dimiliki utusan tersebut.

Oleh: Steven Erlanger (The New York Times)

Baca Juga: ‘Pabrik’ Berita Palsu di Eropa: Cemari Pemilu AS hingga Indonesia

Pemerintahan Trump menurunkan status diplomatik delegasi Uni Eropa untuk Amerika Serikat (AS) tahun lalu, tanpa membuat pengumuman resmi atau menginformasikan blok itu tentang perubahan tersebut, seorang pejabat Eropa mengatakan pada Selasa (8/1).

Setelah protes dari Brussels dan diskusi antara Uni Eropa dan pemerintahan Trump, pengklasifikasian ulang delegasi dan penurunan pangkat sebagai Duta Besar, David O’Sullivan, diketahui telah dikembalikan, setidaknya untuk sementara waktu, kata pejabat itu.

Trump telah mengkritik badan-badan multilateral, dan Menteri Luar Negerinya Mike Pompeo, menyampaikan pidato provokatif di Brussels pada tanggal 4 Desember, di mana ia mempertanyakan nilai organisasi dan lembaga multinasional seperti PBB dan Uni Eropa. Pompeo kemudian bertanya apakah Uni Eropa “memastikan kepentingan negara dan warganya ditempatkan di atas kepentingan para birokrat di sini di Brussels.”

Hari berikutnya, penurunan pangkat delegasi Uni Eropa dari sebuah negara anggota organisasi internasional menjadi jelas pada pemakaman Presiden George Bush, ketika nama O’Sullivan tidak dipanggil dalam urutan yang diharapkan, yang didiktekan oleh protokol diplomatik. Nama-nama diplomat yang berkumpul di Washington untuk memberi penghormatan diucapkan, seperti kebiasaan, dari yang terlama menjadi duta besar hingga yang terbaru, kata seorang pejabat Uni Eropa kepada kantor berita Jerman Deutsche Welle. “Tapi dia dipanggil sebagai orang terakhir.”

Sebelum penurunan pangkat, O’Sullivan—yang telah menjadi Duta Besar untuk Washington sejak tahun 2014—akan menempati peringkat di antara 20 atau 30 duta besar pertama, dari lebih dari 150 perwakilan asing di Washington.

Berita perubahan tersebut pertama kali dilaporkan oleh Deutsche Welle.

“Kami memahami ada perubahan dalam pengimplementasian daftar diplomatik oleh protokol Amerika Serikat (AS), dan kami saat ini sedang berdiskusi dengan dinas-dinas yang relevan dalam pemerintahan terkait kemungkinan dampaknya terhadap delegasi Uni Eropa di Washington,” kata Maja Kocijancic, kepala juru bicara Uni Eropa untuk urusan luar negeri. “Tetapi pada akhirnya, pertanyaan ini harus diarahkan pada pemerintah AS.”

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Brussels mengatakan akan berkonsultasi dengan Washington sebelum memberikan tanggapan.

Trump tidak terlalu merahasiakan antipatinya terhadap Uni Eropa, yang ia gambarkan pada bulan Juli sebagai “musuh” Amerika Serikat dalam hal perdagangan.

Sebelum penurunan pangkat, David O’Sullivan, yang telah menjadi Duta Besar untuk Washington sejak tahun 2014, akan menempati peringkat di antara 20 atau 30 duta besar pertama, dari lebih dari 150 utusan di Washington. (Foto: Getty Images/Mark Wilson)

Ketika Perdana Menteri Theresa May dari Inggris berebut pada bulan November untuk memenangkan dukungan untuk perjanjian dengan Uni Eropa tentang penarikan negaranya, Trump dengan kasar menyebut perjanjian itu sebagai “hebat” bagi blok tersebut, dan mengatakan bahwa itu dapat mencegah Amerika Serikat dari mencapai kesepakatan perdagangan bebas dengan Inggris.

Pernyataan itu datang sebulan setelah Trump, dalam sebuah wawancara di “60 Minutes”, mengatakan bahwa “Uni Eropa dibentuk untuk mengambil keuntungan dari kami dalam perdagangan, dan itulah yang telah mereka lakukan.” (Blok tersebut, pada kenyataannya, diciptakan untuk memperluas kerja sama, membangun kewarganegaraan Eropa, dan memperkenalkan kebijakan moneter tunggal).

Uni Eropa diperkirakan akan segera memilih duta besar baru untuk Washington, dan belum jelas status apa yang akan dimiliki utusan tersebut.

“Penurunan status melambangkan penghinaan yang telah ditunjukkan Presiden AS untuk Uni Eropa dan sifat supranasionalisnya,” kata Daniela Schwarzer, Direktur Dewan Jerman untuk Hubungan Luar Negeri di Berlin.

“Berbeda dengan pemerintahan Amerika sebelumnya, pemerintahan Trump telah secara aktif mencoba untuk melemahkan kesatuan Uni Eropa, dalam hal kebijakan perdagangan, misalnya, yang merupakan kompetensi supranasional Uni Eropa,” kata Schwarzer.

Mencoba melemahkan Uni Eropa tampaknya dianggap Trump sebagai “peluang untuk memaksimalkan keuntungan jangka pendek untuk AS,” katanya. Dan seiring Brussels mencoba untuk memperkuat peran internasionalnya, sekali lagi sebagai reaksi terhadap Trump, Schwarzer berkata, “kurangnya pengakuan oleh mitra utama bahwa Uni Eropa lebih dari sekadar organisasi internasional, atau bahkan penarikan pengakuan itu, merusak upaya ini.”

Ian Lesser, Direktur kantor German Marshall Fund di Brussels, menggambarkan keputusan itu sebagai “yang terbaru dari serangkaian sinyal negatif dari pemerintah mengenai tempat Uni Eropa dalam tatanan internasional.”

“Ini sangat sejalan dengan bahasa keras dari Menteri Luar Negeri Pompeo dalam pidatonya di Brussels baru-baru ini,” katanya. “Washington berfokus pada negara dan kedaulatan nasional, dan Uni Eropa tidak cocok dalam visi ini.”

Pemerintahan Trump juga telah mengancam perang dagang dengan Brussels dan 28 negara anggota blok tersebut, dan bersikeras bahwa defisit perdagangan barang sekitar $150 miliar per tahun perlu dikurangi secara tajam. (Washington memiliki surplus perdagangan dalam layanan dengan Brussels.) Langkah ini mungkin merupakan cara untuk meningkatkan tekanan pada Brussels untuk membuat lebih banyak konsesi dalam negosiasi perdagangan atas baja, aluminium, dan mobil.

Baca Juga: Jangan Berharap Banyak pada Pertumbuhan Eropa Tahun 2019

Keterangan foto utama: Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyampaikan pidato provokatif di Brussel pada tanggal 4 Desember, di mana ia mempertanyakan nilai organisasi multinasional seperti PBB dan Uni Eropa. (Foto: Francisco Seco)

AS Turunkan Status Diplomatik Uni Eropa (tapi Tak Bilang Apa-Apa)

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top