jokowi di pembukaan asian games 2018
Titik Harian

Asian Games Bangkitkan Rasa Bangga Indonesia, Dorong Kampanye Jokowi

Asian Games Bangkitkan Rasa Bangga Indonesia, Dorong Kampanye Jokowi

Asian Games ke-18 yang berlangsung sukses, dengan upacara pembukaan yang meriah dan megah, serta perolehan medali terbanyak sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia dalam pesta olahraga ini telah mendongkrak popularitas Presiden Jokowi. Jokowi kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden tahun depan. Walau begitu, para analis ragu, efek positif ini bisa bertahan sampai bulan April 2019.

Baca Juga: Aksi Jokowi di Pembukaan Asian Games Bukanlah Pencitraan

Oleh: Stephen Wright (AP)

Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games dan rekor medali emas telah membangkitkan rasa bangga nasional, yang memberikan dorongan untuk kampanye pemilihan kembali Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

Pertandingan selama 2 minggu tersebut berakhir pada Sabtu (1/9), di mana Indonesia berada di posisi keempat dalam perolehan medali di belakang China, Jepang, dan Korea Selatan. Sebagian dari 31 medali emasnya, berasal dari olahraga yang kurang terkenal yang hanya diadakan di Asian Games, dan tidak ada yang berasal dari renang atau atletik.

Tetapi bagi Indonesia—yang memenangkan tujuh medali emas Olimpiade—semuanya dicurahkan untuk bulu tangkis—itu adalah tonggak bersejarah yang melebihi ambisinya yang sederhana untuk masuk ke 10 besar.

Upacara pembukaan yang sangat baik, tidak adanya masalah pengorganisasian yang besar, dan pengumuman mengejutkan Jokowi pada Sabtu (1/9) bahwa Indonesia akan mengajukan tawaran untuk Olimpiade 2032, telah memicu nasionalisme yang sangat baik, yang dikatakan oleh para analis kemungkinan akan mengangkat Jokowi dalam sentimen para pemilih menuju pemilu pada bulan April mendatang.

Itu akan memperluas keunggulannya yang sudah substansial atas mantan jenderal dan politisi ultranasionalis Prabowo Subianto—lawan Jokowi untuk kedua kalinya.

Pertandingan-pertandingan ini “pasti akan berdampak positif terhadap elektabilitas Jokowi,” kata Syamsuddin Haris, seorang analis politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. “Upacara pembukaan yang spektakuler menjadi kampanye yang sukses untuk petahana, terutama untuk menarik pemilih yang masih belum menentukan pilihan, dan generasi millennial yang jumlahnya sangat signifikan.”

Jokowi dibandingkan dengan Barack Obama ketika pertama kali terpilih pada tahun 2014, dan dia dan para penasihatnya telah mengembangkan “kredibilitas keren” di sekitar kepresidenannya.

Baca Juga: Tawaran Mengejutkan dari Indonesia: Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Itu terbukti dua minggu yang lalu dalam peran cameonya pada upacara pembukaan di depan kerumunan massa berjumlah 40 ribu orang dan penonton televisi nasional.

Sebuah video yang ditata secara apik menunjukkan Jokowi yang terjebak dalam kemacetan—sebuah lelucon lucu terkait salah satu hambatan utama Jakarta dalam menyelenggarakan pertandingan tersebut. Dia mengenakan helm hitam dan melaju melintasi jalanan kota dengan sepeda motor untuk mencapai stadion tepat waktu.

Kemudian sepeda motor yang diperlihatkan dalam video itu melesat ke stadion dan pengemudinya yang mengenakan helm menghilang ke dalam terowongan, beberapa saat sebelum Jokowi yang sebenarnya muncul di area VIP dan mendapatkan tepuk tangan meriah.

Ini mirip bagian dari pembukaan Olimpiade London 2012, di mana Ratu Elizabeth II dan James Bond tampak terjun ke stadion.

Di kesempatan lain yang memukau rakyat Indonesia, Jokowi terlihat secara antusias mengikuti irama musik di stadion, sangat kontras dengan formalitas yang buruk dari sebagian besar pemimpin Asia Tenggara.

Haris mengatakan, bahwa pertandingan itu juga secara positif menyoroti perbedaan etnis dan agama di Indonesia—negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia—dengan lebih dari 260 juta orang, sehingga lebih sulit untuk mengeksploitasi perpecahan selama kampanye pemilu, katanya.

“Orang-orang Indonesia melihat bagaimana para atlet berjuang untuk kemenangan, untuk medali emas, dan pemenangnya bukan hanya Muslim, tetapi juga keturunan China, Kristen, Hindu, dan Buddha,” kata Haris. “Ini tentu akan meredam masalah sektarian dan etnis yang digunakan dalam Pemilihan Presiden 2014.”

Meskipun Jokowi terkenal, namun Prabowo tidak sepenuhnya kehilangan perhatian.

Sebagai Ketua Asosiasi Pencak Silat—seni bela diri lokal yang termasuk dalam pertandingan ini—ia tampil di televisi nasional dengan menampilkan beberapa dari 14 medali emas yang dimenangkan Indonesia dalam bidang ini, dan dalam pelukan bersama Jokowi dan salah satu pemenang.

Baca Juga: Polisi Indonesia Dituduh Tembak Mati Puluhan Orang Jelang Asian Games

Tapi dia juga diejek secara online dengan meme yang sangat kejam yang menyandingkan gambar baru-baru ini di mana Prabowo yang bertelanjang dada dan kurang atletis, yang disandingkan dengan perut atletis seorang lelaki Indonesia yang dengan ganas melepas bajunya setelah memenangkan emas di tunggal putra bulu tangkis.

Masyarakat muda Indonesia membentuk 35-40 persen pemilih, dan akan memainkan peran yang “menentukan” dalam Pemilihan Presiden 2019, kata Hugo Brennan, analis Asia di Verisk Maplecroft, konsultan risiko bisnis dan politik.

“Aksi sepeda motor Jokowi selama upacara pembukaan dibagikan secara luas di media sosial dan akan memoles ‘kredibilitasnya yang keren’ di antara konstituen penting ini,” katanya.

Kemenangan citranya itu terjadi kurang dari sebulan setelah Jokowi secara tak terduga memilih seorang ulama konservatif, Ma’ruf Amin, sebagai pasangannya, yang membuat cemas para pendukung moderat dan liberalnya, tetapi kemungkinan menetralisir kritik yang merusak bahwa dia tidak cukup Islami.

Sebagian besar masa jabatan lima tahunnya telah dihabiskan untuk menyeimbangkan tuntutan dari basis moderatnya, konservatif Islam yang kuat, koalisi parlementer yang rumit, dan militer, yang tidak pernah sepenuhnya menerima peran militer yang berkurang setelah berakhirnya kediktatoran Suharto dua dekade lalu.

Memperbaiki infrastruktur Indonesia adalah kebijakan khas Jokowi—Asian Games secara tidak langsung menyoroti beberapa kemajuan tersebut—dan dia memasuki kampanye yang jelas selangkah di depan, tetapi bukan yang tak terkalahkan.

Baca Juga: Kontingen Korea Bersatu dalam Pembukaan Asian Games 2018

Yang akan menghibur Prabowo adalah—yang kalah tipis oleh Jokowi pada tahun 2014—bahwa euforia Asian Games akan memudar dan kemungkinan tidak akan menjadi faktor penentu ketika negara demokrasi terbesar ketiga di dunia ini melakukan pemungutan suara pada bulan April mendatang, kata para analis.

“Saya pikir penampilan Jokowi dan Indonesia di Asian Games akan sedikit mendorong presiden itu dalam pemungutan suara, tetapi saya tidak yakin itu mengubah secara signifikan peluangnya untuk terpilih kembali,” kata analis Eurasia Group, Peter Mumford.

“Setiap keuntungan yang didapatkan dari Asian Games mungkin telah hilang saat itu. Tetapi tentu saja tidak akan membahayakannya,” katanya.

Jokowi, bagaimanapun, tampaknya ingin memperpanjang waktu-waktu gemilangnya, dengan mengumumkan bersama presiden Komite Olimpiade Internasional pada Sabtu (1/9), bahwa karena keberhasilan Asian Games, Indonesia akan mengajukan tawaran untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Penulis Associated Press Niniek Karmini berkontribusi untuk laporan ini.

Keterangan foto utama: Presiden Indonesia Joko Widodo bersama istrinya, Iriana, melambaikan tangan saat upacara pembukaan Asian Games ke-18 di Gelora Bung Karno, Jakarta Indonesia. Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games dan memecah rekor peraihan medali emas telah membengkakkan kebanggaan nasional, memberikan dongkrakan untuk pemilihan kembali Presiden Jokowi. (Foto: Dita Alangakara/AP)

 

Asian Games Bangkitkan Rasa Bangga Indonesia, Dorong Kampanye Jokowi

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top