Aung San Suu Kyi: 'Saatnya Bekerja Bersama PBB untuk Kembalikan Rohingya'
Asia

Aung San Suu Kyi: ‘Saatnya Bekerja Bersama PBB untuk Kembalikan Rohingya’

Aung San Suu Kyi menghadiri sesi pembukaan KTT Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara di Manila pada bulan November 2017. (Foto: EPA-EFE/REX/Shutterstock/Athit Perawongmetha)
Home » Featured » Asia » Aung San Suu Kyi: ‘Saatnya Bekerja Bersama PBB untuk Kembalikan Rohingya’

Pemerintah Myanmar akan bekerja dengan dua badan PBB terkait pemulangan ratusan ribu pengungsi Rohingya dari Bangladesh, dan membangun kembali negara bagian Rakhine yang dilanda konflik. Mereka yakin ini adalah ‘waktu yang tepat’ untuk dua badan PBB tersebut untuk bekerja berdampingan dengan kementerian dan Serikat Perusahaan untuk Bantuan Kemanusiaan, Pemukiman Kembali, dan Pembangunan.

    Baca juga: Malcolm Turnbull Dorong Aung San Suu Kyi Terima Kembali Rohingya

Oleh: Lun Min Mang (Myanmar Times)

Pemerintah Myanmar akan bekerja dengan dua badan PBB terkait pemulangan ratusan ribu pengungsi Rohingya dari Bangladesh, dan membangun kembali negara bagian Rakhine yang dilanda konflik, kantor Pemimpin Myanmar Daw Aung San Suu Kyi mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan yang dirilis pada Selasa (1/4) tersebut mengatakan bahwa waktunya telah tiba untuk bekerja dengan PBB, dan pemerintah sedang membahas penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan dua badan terkemuka dunia—Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) dan Komisioner Tinggi untuk Pengungsi PBB (UNHCR).

Pemerintah Myanmar mengatakan bahwa mereka yakin ini adalah ‘waktu yang tepat’ untuk dua badan PBB tersebut untuk bekerja berdampingan dengan kementerian dan Serikat Perusahaan untuk Bantuan Kemanusiaan, Pemukiman Kembali, dan Pembangunan, untuk ‘kebaikan bagi semua orang di Rakhine.’

Delegasi Dewan Keamanan PBB—yang mengunjungi Myanmar pada pekan ini—mendesak pemerintah untuk mempercepat penandatanganan MoU dengan dua badan PBB tersebut, sehingga mereka dapat membantu pemerintah dalam mempercepat pemulangan ratusan ribu pengungsi yang tinggal di kamp-kamp di Bangladesh.

“Pemerintah Myanmar senang bekerja dalam kemitraan dengan PBB untuk menghadapi banyak tantangan serius yang dihadapi negara kami,” kata Daw Aung San Suu Kyi seperti dikutip dalam pernyataannya.

“Secara khusus, keterlibatan badan-badan PBB di Rakhine akan memperkuat kemampuan pemerintah untuk memastikan bahwa pengungsi dapat kembali dengan aman, tanpa rasa takut,” tambahnya.

Dia mengatakan bahwa pemerintah dan PBB harus bekerja keras untuk memulangkan para pengungsi, sambil menyelesaikan penyebab kekerasan baru-baru ini.

“Saya yakin ini adalah titik balik yang penting,” katanya.

Daw Aung San Suu Kyi juga mengatakan bahwa para pengungsi harus mendapatkan pemulangan yang “aman, bermartabat, dan sukarela”. Dia menekankan bahwa rekomendasi oleh Komisi Penasihat Rakhine yang dipimpin oleh mantan Ketua PBB Kofi Annan, “menetapkan langkah-langkah praktis yang diperlukan untuk mencapai pembangunan untuk semua komunitas di Rakhine, berdasarkan pada penghormatan yang jelas terhadap aturan hukum dan hak asasi manusia.”

“Rekomendasi ini akan berkontribusi pada pelaksanaan upaya pemerintah untuk mewujudkan perdamaian, stabilitas, dan pembangunan di Rakhine,” katanya dalam pernyataannya.

    Baca juga: Krisis Rohingya: Aung San Suu Kyi Hadapi Tuduhan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Eksodus dari ratusan ribu Muslim ke Bangladesh terjadi setelah dua episode serangan kekerasan oleh Tentara Pembebasan Rohingya Arakan terhadap pos-pos keamanan pemerintah di Rakhine utara, dan kampanye kontra-militer yang brutal. Pemerintah telah menetapkan kelompok itu sebagai sebuah organisasi teroris.

Menurut PBB, jumlah orang yang melarikan diri dari kekerasan bisa mencapai lebih dari 750 ribu orang.

Pemulangan para pengungsi dijadwalkan akan dimulai pada bulan Januari, tetapi tidak dapat dimulai setelah pihak berwenang Myanmar menemukan bahwa “dokumen pemulangan” yang diajukan oleh para pengungsi tidak sesuai dengan dokumen yang disetujui oleh kedua pemerintah.

Delegasi Dewan Keamanan PBB telah mendesak kedua pihak untuk mempercepat pemulangan tersebut.

Keterangan foto utama: Aung San Suu Kyi menghadiri sesi pembukaan KTT Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara di Manila pada bulan November 2017. (Foto: EPA-EFE/REX/Shutterstock/Athit Perawongmetha)

Aung San Suu Kyi: ‘Saatnya Bekerja Bersama PBB untuk Kembalikan Rohingya’
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top