Kanselir Austria Sebastian Kurz dan Wakil Kanselir Heinz-Christian Strache menghadiri konferensi pers di Wina. (Foto: Reuters/Leonhard Foeger)
Eropa

Austria Segera Tutup 7 Masjid, Kemungkinan Usir Puluhan Imam Muslim

Kanselir Austria Sebastian Kurz dan Wakil Kanselir Heinz-Christian Strache menghadiri konferensi pers di Wina. (Foto: Reuters/Leonhard Foeger)
Home » Featured » Eropa » Austria Segera Tutup 7 Masjid, Kemungkinan Usir Puluhan Imam Muslim

Pemerintah Austria segera tutup tujuh masjid dan usir puluhan imam yang dikatakan mengajarkan paham agama Islam Salafi, cabang teologi yang seringkali disebut secara negatif sebagai ajaran ketat dan literal. Kanselir Australia yang baru dilaporkan cemas dengan kecenderungan yang dia anggap menuju radikalisasi dan politik Islam. Turki mengecam Austria, menyebut kebijakan itu “anti-Islam” dan “rasis.”

    Baca juga: Mendagri Seehofer: Islam Bukan Bagian dari Jerman

Oleh: Al Jazeera

Austria akan menutup tujuh masjid dan kemungkinan akan mengusir puluhan imam yang mengajarkan Islam Salafi dari negara itu, menurut pengumuman pemerintah.

Pada konferensi pers pada hari Jumat (8/6), Kanselir Sebastian Kurz mengatakan pemerintah menutup masjid-masjid Turki dan membubarkan kelompok yang disebut Arab Religious Community, yang mengoperasikan enam masjid.

Tindakan pemerintah Austria didasarkan kepada undang-undang 2015, yang melarang pendanaan asing dari kelompok agama dan mengharuskan masyarakat Muslim untuk memiliki “pandangan fundamental positif terhadap negara dan masyarakat (Austria).”

“Masyarakat paralel, Islam politik dan kecenderungan menuju radikalisasi tidak memiliki tempat di negara kita,” kata Kurz.

Austria adalah rumah bagi sekitar 600.000 Muslim, sebagian besar berasal dari Turki.

Menteri Kebudayaan Gernot Blumel mengatakan masjid-masjid Turki ditutup karena diduga (menjadi pusat) “ekstremisme” sayap kanan dan karena Austrian Islamic Faith Community tidak melisensikannya.

Masjid-masjid Arab dituduh menyebarkan ajaran Salafi dan karena itu akan ditutup, kata Blumel. Salafisme adalah cabang teologi berdasarkan interpretasi Islam yang ketat dan literal (dan dianggap negatif karenanya).

Gerakan ‘Anti-Islam’

Menteri Dalam Negeri Herbert Kickl mengatakan izin tinggal sekitar 40 imam sedang ditinjau. Para cendekiawan semuanya dipekerjakan oleh ATIB, sebuah organisasi Turki yang mengawasi masjid-masjid yang menurut pemerintah telah menghindari larangan pendanaan asing.

Dua izin telah dicabut, dan lima imam sudah dibatalkan izinnya, menurut keterangan Kickl, seorang anggota Partai Kebebasan sayap kanan.

Turki mengecam Austria atas kebijakannya, menyebut gerakan itu “anti-Islam” dan “rasis.”

“Keputusan Austria untuk menutup tujuh masjid dan mendeportasi imam dengan alasan lemah adalah refleksi dari gelombang populis anti-Islam, rasis dan diskriminatif di negara ini,” kata juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin di Twitter.

Koalisi anti-imigran

Kurz (31) menjadi kanselir Austria pada bulan Desember setelah Partai Rakyat konservatifnya memasuki koalisi dengan Partai Kebebasan yang beraliran kanan-jauh.

Kedua pihak berkampanye untuk memperkuat kontrol perbatasan, deportasi segera terhadap para pencari suaka yang permintaannya ditolak dan tindakan keras terhadap apa yang mereka sebut “Islam radikal.”

    Baca juga: Mengapa Penasihat Keamanan Amerika Dukung Islamofobia?

Pada bulan April pemerintah mengumumkan akan berusaha melarang jilbab untuk anak perempuan di taman kanak-kanak dan sekolah dasar.

Pada bulan Juli, Kurz akan menjadi presiden Uni Eropa. Dia mengatakan dia akan bertujuan untuk mengalihkan fokus kebijakan imigrasi Uni Eropa, dari mendistribusikan kembali pengungsi dan migran, menjadi kepada mengamankan perbatasan eksternal.

Keterangan foto utama: Kanselir Austria Sebastian Kurz dan Wakil Kanselir Heinz-Christian Strache menghadiri konferensi pers di Wina. (Foto: Reuters/Leonhard Foeger)

Austria Segera Tutup 7 Masjid, Kemungkinan Usir Puluhan Imam Muslim

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top