mafia
Eropa

Bagaimana Mafia Mengontrol Politisi dan Politik

Berita Internasional >> Bagaimana Mafia Mengontrol Politisi dan Politik

Kelompok kejahatan terorganisir, seperti mafia, senang menargetkan politisi. Hal ini membuat turunnya kualitas kandidat, sehingga kemudian merugikan masyarakat secara lebih luas. Kelompok kejahatan terorganisir ini tidak hanya terjadi di Italia dengan mafianya, tapi juga di Meksiko, Kolumbia, Serbia, dan lainnya.

Baca Juga: Bagaimana Mantan Napi Korupsi Bisa Memenangkan Pemilu Indonesia

Oleh: Gianmarco Daniele (The Conversations)

Italia bukan satu-satunya negara dengan masalah kejahatan terorganisir. Tetapi film dan acara televisi seperti “Scarface,” “The Godfather,” dan “Gomorrah” telah membuat mafia Italia, di kedua inkarnasi Italia dan Amerika selatan, menjadi ikon terkenal di dunia.

Penggambaran budaya pop semacam itu cenderung meromantisasi fenomena berbahaya yang terlalu nyata bagi mereka yang terpengaruh oleh hal tersebut di kehidupan nyata. Namun, satu hal yang telah disajikan dengan tepat oleh tayangan televisi dan film layar lebar ialah gagasan bahwa jaringan kriminal Italia cukup kuat untuk mengancam pemerintah.

Menurut survei komprehensif pertama di negara itu tentang kekerasan politik, Italia mengalami 1.191 serangan kekerasan terhadap politisi antara tahun 2013 dan 2015. Hitungan tersebut, yang dilakukan oleh organisasi nirlaba Italia Avviso Pubblico, diambil dari berita lokal dan laporan langsung.

Bagaimana kekerasan yang menyebar ini mempengaruhi politik Italia? Sebuah penelitian baru dalam Journal of Public Economics, yang disusun penulis bersama ilmuwan ilmiah Universitas Pennsylvania, Gemma Dipoppa, menganalisis data survei baru Italia untuk mencari jawabannya.

Mengapa Kriminal Menyerang Para Politisi?

Sasaran organisasi kriminal berbeda dari satu kelompok ke kelompok lainnya. Kejahatan terorganisir didefinisikan sebagai organisasi kriminal yang sangat tersentralisasi, seringkali di tingkat internasional, yang berusaha untuk menginfiltrasi politik dan mengekstraksi sumber daya publik untuk keuntungan pribadi.

Di Italia, penelitian yang dilakukan penulis menemukan bahwa mafia seringkali mengancam politisi untuk mendapatkan kontrak pemerintah yang membayar mahal untuk pengelolaan limbah, konstruksi, dan layanan publik lainnya. Politisi individu yang mengancam kepentingan bisnis tersebut dapat berada dalam bahaya.

Serangan fisik, pembakaran, dan ancaman adalah taktik favorit mafia. Kejahatan tersebut merupakan 70 persen dari 1.191 serangan politik yang didokumentasikan oleh Avviso Pubblico.

Setelah direktur taman nasional Sisilia pada tahun 2016 memperkuat pemeriksaan anti-mafia pada perusahaan lokal yang melamar bekerja di taman miliknya, misalnya, ia hampir secara mustahil selamat dari upaya pembunuhan di malam hari. Politisi lainnya korup dan berkontribusi pada masalah kejahatan terorganisasir di Italia dengan berbagi keuntungan ilegal dengan mafia.

“Kita semua harus merasa puas,” kata seorang birokrat Naples yang tercatat menerima suap dari mafia.

Antara tahun 1991 dan 2018, polisi Italia membubarkan 266 dewan kota karena memiliki hubungan dengan organisasi kriminal.

Representasi media mafia seperti “The Sopranos” cenderung meromantisasikan mafia. Tetapi mereka menggambarkan beberapa hal dengan benar. (Foto: Diariocritico de Venezuela/Flickr/CC BY)

Risiko Tertinggi Ada pada Pejabat Pemerintah Lokal

Menariknya, tidak satupun dari kekerasan politik yang terdokumentasi yang dianalisis dalam penelitian merupakan sosok-sosok politisi nasional yang ditargetkan, kemungkinan karena menyerang para politisi terkenal akan memberikan lebih banyak perhatian media. Sebaliknya, mafia Italia biasanya menargetkan pejabat lokal.

Baca Juga: Bagaimana Organisasi Senjata Api Terlibat dalam Intervensi Pemilu Amerika oleh Rusia

Walikota menjadi sasaran dalam 310 dari 1.191 serangan yang didokumentasikan terjadi pada politisi dari tahun 2013 hingga 2015. Orang Italia tahu ini, karena kisah-kisah tersebut disajikan secara teratur di surat kabar lokal.

Sebagai contoh, Walikota Marcianise, sebuah kota dekat Naples, mengundurkan diri pada awal 2018 setelah gelombang ancaman.

Walikota Rizziconi, di provinsi Reggio Calabria, Italia selatan, telah masuk daftar hitam oleh beberapa anggota masyarakat, dan bahkan oleh beberapa kerabatnya sendiri, setelah melaporkan taktik tekanan massa terhadapnya kepada polisi.

Serangan mafia pada politisi biasanya terkait dengan siklus pemilu. Di wilayah dengan organisasi kriminal lebih kuat seperti Sisilia, Calabria, dan Campania, penelitian yang dilakukan penulis menemukan bahwa kekerasan politik jauh lebih mungkin terjadi segera setelah pemilihan lokal. Kekerasan politik 25 persen lebih mungkin terjadi dalam empat minggu setelah pemilihan walikota baru.

Hal ini mengirimkan pesan kepada pejabat yang baru terpilih: Mereka adalah mitra negosiasi baru mafia di pemerintahan. Mereka perlu memahami risiko yang terkait apabila tidak mematuhi kehendak kelompok kejahatan terorganisir.

Kekerasan Politik Mengurangi Jumlah Kandidat

Kekerasan politik strategis memiliki efek merusak pada kehidupan politik di Italia. Penelitian yang dilakukan penulis sebelumnya menunjukkan bahwa jika politik tampak seperti pekerjaan yang berbahaya, beberapa individu yang kompeten dan terdidik akan berkecil hati untuk mencalonkan diri.

Penulis mempelajari pada kandidat Italia untuk jabatan lokal antara tahun 1985 dan 2011. Data penulis berasal dari lebih dari 1.500 kotamadya selatan dengan kebijakan penegakan hukum anti-mafia yang kuat selama periode itu telah secara efektif mengurangi kehadiran mafia.

Dalam pemilihan pertama setelah terjadinya penurunan dalam kejahatan terorganisir, penulis menemukan bahwa politisi di kota-kota tersebut 18 persen lebih berpendidikan, yang berarti prosentase yang jauh lebih tinggi memegang gelar universitas. Biasanya hanya terdapat kurang dari 25 persen pejabat terpilih di kawasan tersebut telah menyelesaikan kuliah.

Rupanya, politik dianggap sebagai bidang yang lebih menarik ketika kurang dipengaruhi oleh organisasi kriminal, sehingga menarik kandidat yang lebih berkualitas. Kebalikannya juga demikian. Kota-kota Italia yang mengalami peningkatan kehadiran mafia akan mengalami fenomena ketika para pejabat yang kompeten berhenti dari politik dan memilih profesi yang kurang berbahaya.

Bagaimana Kejahatan Terorganisir Melukai Masyarakat

Hasil penelitian penulis menjelaskan bagaimana kejahatan terorganisir melukai jutaan orang Italia yang tidak ada hubungannya dengan bisnis ilegal mafia. Kekerasan politik yang ditargetkan oleh mafia mendistorsi proses pemilu, mengurangi kualitas kandidat, dan mengkompromikan para pejabat.

Baca Juga: Abdon Nababan: ‘Mafia Tanah Sumut Tawari Saya Rp300 M untuk Menangkan Pemilu—dan Serahkan Kendali Pemerintahan’

Dinamika berbahaya ini, tentu saja, tidak terbatas pada Italia. Selama musim pemilihan 2018 di Meksiko, 132 politisi dan operasi politik tewas. Kartel narkoba diyakini berada di balik banyak pembunuhan, meskipun kejahatan tetap tidak terpecahkan.

Kolombia juga telah mengalamu kekerasan yang ditargetkan meruntuhkan politiknya. Pada tahun 2002, Fuerzas Armadas Revolucionarias de Colombia, atau gerilyawan FARC, meluncurkan kampanye untuk mengintimidasi pejabat publik yang tidak simpatik terhadap kepentingannya. Lima politisi dibunuh dan 222 dari 463 walikota di Kolombia mengundurkan diri karena ancaman pembunuhan.

Proses serupa kemungkinan besar terjadi di negara-negara lain dengan kelompok kejahatan terorganisir yang cukup kuat dan terorganisir untuk mengancam politisi dan pegawai sipil lainnya, di antaranya Serbia dan Slovakia. Karena kejahatan terorganisasi memperkaya diri, temuan penulis menunjukkan bahwa hal itu memiskinkan politik lokal.

Gianmarco Daniele adalah peneliti pasca doktoral di bidang ekonomi di Universitas Bocconi.

Keterangan foto utama: Polisi Italia memeriksa mobil buram Hakim Paolo Borsellino, sehari setelah serangan bom membunuhnya dan petugas keamanannya di Palermo, tanggal 20 Juli 1992. (Foto: Reuters/Tony Gentile)

Bagaimana Mafia Mengontrol Politisi dan Politik

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top