Persaingan Taiwan China
Asia

Bagaimana Taiwan Bersaing dengan China di Pasifik

Para siswa sekolah militer melambai-lambaikan bendera nasional Taiwan, saat upacara di Alun-alun Kantor Kepresidenan di Taipei, pada tanggal 1 Januari 2013. (Foto: AFP/Getty Images/Mandy Cheng)
Home » Featured » Asia » Bagaimana Taiwan Bersaing dengan China di Pasifik

Taiwan adalah pemain aktif di Pasifik, di mana Pasifik merupakan rumah bagi banyak sekutu diplomatiknya yang tersisa. Namun dengan investasi besar-besaran China di kawasan Pasifik, tidak ada yang benar-benar menyadari bahwa persaingan Taiwan China terjadi di wilayah tersebut, dengan memberikan dana bantuan bagi negara-negara sekutu Taiwan di Pasifik.

Baca juga: Taiwan dan China: Pertempuran untuk Kedaulatan atau Keragaman?

Oleh: Alexandre Dayant dan Jonathan Pryke (The Diplomat)

Kekhawatiran tentang investasi China di kawasan Kepulauan Pasifik telah mencapai puncaknya pada tahun lalu, di mana masyarakat umum menyadari kenyataan Pasifik sebagai ruang geopolitik yang diperebutkan. Keterlibatan China—tentu saja—tidak terjadi dalam semalam. Bahkan terdapat koneksi diaspora yang berasal dari generasi sebelumnya.

China mulai meningkatkan keterlibatannya pada tahun 2006, ketika negara itu mengadakan Forum Pengembangan Ekonomi dan Kerjasama Negara China-Pasifik pertama, dan menjanjikan peningkatan pendanaan ke delapan negara yang memiliki hubungan diplomatik.

Peta Bantuan China di Pasifik yang dikeluarkan oleh Lowy Institute pada tahun 2015 (diperbarui pada tahun 2016), mengungkapkan skala penuh dari seberapa jauh dana tersebut telah tumbuh.

Meskipun China telah menjadi berita utama, Peta Bantuan Pasifik (Pacific Aid Map) yang dirilis oleh Lowy Institute mengungkapkan bahwa China bukan satu-satunya mitra non-tradisional yang sibuk di kawasan ini. Taiwan dengan penuh semangat menopang hubungan-hubungannya juga.

Peta Bantuan Pasifik adalah alat interaktif yang telah dikembangkan oleh Lowy Institute selama 18 bulan terakhir, untuk meningkatkan efektivitas bantuan di Pasifik dengan meningkatkan koordinasi, penyelarasan, dan akuntabilitas bantuan asing, melalui peningkatan transparansi arus bantuan. Peta Bantuan Pasifik telah mengumpulkan data tentang hampir 13 ribu proyek di 14 negara dari 62 donor tradisional dan non-tradisional mulai tahun 2011 dan seterusnya.

Data mentah ini telah tersedia secara gratis di wadah multifaset interaktif, yang memungkinkan pengguna untuk menyelidiki data dalam berbagai cara. Peta Bantuan Pasifik mengungkapkan—untuk pertama kalinya—ruang lingkup keterlibatan Taiwan di wilayah Kepulauan Pasifik.

Kepulauan Pasifik adalah wilayah penting bagi Taiwan. Setelah Burkina Faso, Republik Dominika, Panama, São Tomé dan Príncipe, semua memutuskan hubungan dengan Taipei dalam dua tahun terakhir, sepertiga dari negara yang mempertahankan hubungan diplomatik dengan Taiwan kini berada di Kepulauan Pasifik.

Negara-negara ini—Kiribati, Kepulauan Marshall, Nauru, Palau, Kepulauan Solomon, dan Tuvalu—memiliki populasi gabungan lebih dari 800 ribu jiwa, tiga perempatnya berbasis di Kepulauan Solomon.

Mengingat konsentrasi dukungan untuk Taiwan di Pasifik, Taiwan telah meningkatkan hubungan dengan negara-negara ini, di mana Presiden Tsai Ing-wen baru-baru ini mengunjungi wilayah tersebut. Negara-negara ini juga menerima dukungan keuangan yang signifikan dari Taiwan.

Bagaimana Upaya Baru China untuk Menghapus Taiwan?

Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen. (Foto: AP)

Peta Bantuan Pasifik telah mengumpulkan data—melalui kombinasi materi anggaran, pengumuman pemerintah, dan sumber media sosial—tentang bantuan Taiwan ke Pasifik. Untuk periode tahun 2011-2016, data kami menunjukkan bahwa Taiwan telah memberikan lebih dari $190 juta kepada para pendukungnya di Pasifik. Hal ini kemungkinan hanya menggambarkan sebagian kecil jumlah yang telah diberikan Taiwan ke wilayah tersebut—dokumen anggaran dari Palau dan Tuvalu cukup samar-samar, begitu juga dokumen dari pemerintah Taiwan.

Taiwan juga telah berkontribusi hampir $20 juta untuk negara-negara di kawasan itu, yang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan. Ketika melihat wilayah itu secara keseluruhan, Taiwan muncul sebagai donor terbesar ke-10 di Pasifik.

China—di sisi lain—selama periode tahun 2011-2016 yang sama, (sementara juga mengeluarkan jumlah yang jauh lebih besar) telah menghabiskan lima kali lipat di Pasifik di negara-negara yang mempertahankan hubungan diplomatik dengan China, dalam campuran pinjaman lunak dan hibah.

Taiwan hanya memberikan kepada wilayah tersebut melalui hibah (investasi yang tidak perlu dibayar kembali). Namun, berdasarkan per kapita, karena negara-negara pendukung China jauh lebih besar daripada negara-negara yang mendukung Taiwan, Taiwan sebenarnya menghabiskan $237 dibandingkan China yang sebesar $108—lebih dari dua kali lipat.

Ketika berbicara hanya tentang hibah China—yang mencakup sekitar 30 persen dari total investasi bantuan mereka—dan membandingkan persamaannya, rasio ini meningkat hingga tujuh kali lipat. Dukungan untuk wilayah ini tidaklah murah.

Kehadiran Taiwan di Pasifik cenderung tidak terlihat karena tiga alasan. Yang pertama adalah cara mereka beroperasi, dalam skala yang jauh lebih kecil melalui pembiayaan berbasis hibah. Proyek rata-rata Taiwan di Pasifik adalah 5 persen dari China, dan setengah dari Australia. Ketika China fokus pada proyek infrastruktur besar yang terlihat jelas, bantuan Taiwan sangat tersebar.

Baca juga: Bukan Republik China: Taiwan Ingin Disebut Sebagai ‘Taiwan’

Yang kedua adalah bahwa Taiwan, tidak seperti China, belum menggunakan program bantuannya sebagai kendaraan untuk diaspora China, dan sektor swasta Taiwan belum mengakar di Pasifik. Bahkan di tempat-tempat seperti Kepulauan Solomon—tanpa kehadiran program bantuan China—aktivitas perdagangan berskala kecil menjadi semakin terpengaruh oleh China.

Dan ketiga, kehadiran Taiwan di wilayah ini tidak beresonansi dengan narasi yang lebih luas yang dibicarakan di ibu kota-ibu kota Barat di seluruh dunia, tentang bagaimana menghadapi dunia multipolar baru, yang digerakkan oleh China.

Itu bukan berarti keterlibatan Taiwan tidak diperhatikan. Ini telah secara signifikan berdampak pada kehidupan orang-orang di Pasifik, dalam beberapa kasus bahkan sangat terlihat. Kasus yang paling jelas adalah di Kepulauan Solomon.

Mekanisme utama dukungan Taiwan kepada Kepulauan Solomon datang dalam bentuk dukungan “Dana Pengembangan Konstituen”—sebuah dana diskresioner yang dialokasikan untuk masing-masing dari 50 anggota parlemen negara tersebut untuk diinvestasikan dalam pemilih mereka (dengan pengawasan minimal).

Bendera China dan Taiwan. (Foto: Reuters/Tyrone Siu)

Bendera China dan Taiwan. (Foto: Reuters/Tyrone Siu)

Taiwan telah menyediakan hampir $90 juta untuk dana ini antara tahun 2011 dan 2018. Politisi Pulau Solomon sangat menyukai dana ini, sehingga mereka telah mengalokasikan sekitar sepertiga dari anggaran pembangunan—atau antara 10 hingga 15 persen dari total anggaran—untuk dana ini.

Dalam hal ini, program bantuan Taiwan telah memberikan kontribusi besar untuk mengubah, dan mungkin melemahkan, pengelolaan keuangan publik di negara pendukung terbesarnya di Pasifik.

Walau garis pemisah di Pasifik antara dukungan China dan Taiwan telah ditetapkan sejak tahun 2006, namun Peta Bantuan Pasifik mengungkapkan bahwa tidak ada pihak yang tinggal diam. Dengan pertukaran hubungan diplomatik di tempat lain di dunia dalam beberapa tahun terakhir, bisa dikatakan bahwa investasi ini akan terus berlanjut.

Satu negara tetap menonjol—Palau, negara paling Barat di Pasifik. Taiwan memiliki ketegangan signifikan dengan Palau dalam beberapa tahun terakhir. Palau juga telah kekurangan dana bantuannya dari Amerika Serikat antara tahun 2011-2016; dua negara yang kompak, Kepulauan Marshall dan Negara Federasi Mikronesia, telah menerima 6 kali dan 10 kali lebih banyak bantuan. China juga menekan industri pariwisata bilateral dengan Palau—yang merupakan sumber penting kegiatan ekonomi.

Saksikanlah dengan saksama.

Jonathan Pryke adalah Direktur Program Kepulauan Pasifik di Lowy Institute. Alexandre Dayant adalah Rekan Peneliti di Program Kepulauan Pasifik di Lowy Institute.

Keterangan foto utama: Para siswa sekolah militer melambai-lambaikan bendera nasional Taiwan, saat upacara di Alun-alun Kantor Kepresidenan di Taipei, pada tanggal 1 Januari 2013. (Foto: AFP/Getty Images/Mandy Cheng)

Bagaimana Taiwan Bersaing dengan China di Pasifik

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top