Separatis Papua
Berita Politik Indonesia

Baku Tembak Militer dan Separatis Papua Persulit Pengambilan Jenazah Pekerja

Berita Internasional >> Baku Tembak Militer dan Separatis Papua Persulit Pengambilan Jenazah Pekerja

Pasukan keamanan Indonesia telah menemukan lokasi jenazah pekerja yang dibunuh oleh kelompok separatis Papua. Namun, mereka belum berhasil mengambil semua jenazahnya, baru bisa mengamankan 16 saja. Hal itu akibat baku tembak yang terjadi antara militer Indonesia dan kelompok bersenjata tersebut. 

Baca juga: Lakukan Serangan, Separatis Papua Harus Diadili

Oleh: Alfian Kartono (AP/Miami Herald)

Petugas keamanan telah menemukan jenazah dari 16 pekerja dan seorang tentara yang terbunuh dalam salah satu serangan separatis Papua paling berdarah di Indonesia, seorang pejabat militer mengatakan, Kamis (6/12).

Helikopter angkatan bersenjata memindahkan delapan jenazah dan delapan korban selamat, termasuk seorang bocah berusia 4 tahun, dari distrik Nduga yang terpencil di pegunungan. Hal ini disampaikan oleh juru bicara militer provinsi Papua Kol. Muhammad Aidi.

Baku tembak antara pasukan keamanan dan kelompok bersenjata yang dihubungkan dengan Organisasi Pembabasan Papua (OPM) menghambat upaya untuk mengambil delapan jenazah lainnya, Kol. Aidi.

Area itu adalah markas kelompok separatis yang telah memerangi pemerintah Indonesia di area miskin tersebut selama lebih dari setengah abad.

Polisi sebelumnya mengatakan, 31 pekerja dan seorang tentara terbunuh pada hari Minggu ketika kelompok bersenjata menyerang situs konstruksi pemerintah di suatu desa terpencil di kota Nduga, mengutip laporan dari para saksi mata.

Pihak berwenang pada hari Rabu merevisi keterangan korban menjadi 19 penduduk sipil, dan seorang tentara, berdasarkan keterangan dari para korban selamat.

Pasukan keamanan telah menyelamatkan 12 penyintas, termasuk lima pekerja konstruksi yang terluka.

Satu tim forensik di sebuah hospital di kota pertambangan Timika sedang menentukan apakah delapan jenazah itu adalah para pekerja konstruksi  yang dipekerjakan oleh PT. Istaka Karya, perusahaan konstruksi milik negara, untuk membangun jembatan sebagai satu bagian dari jaringan jalan trans-Papua. Jaringan trans-Papua akan menghubungkan kota-kota dan kabupaten di provinsi ini.

Seorang korban selamat dari penembakan kelompok separatis Papua dikawal oleh petugas militer di bandara di Timika, Papua, Indonesia, Kamis (6/12/2018). Petugas keamanan berusaha untuk mengambil jenazah 31 pekerja yang tewas dan seorang tentara yang terbunuh dalam salah satu serangan separatis terburuk di Indonesia. (Foto: Mujiona/AP)

Pemerintah Indonesia, yang telah selama puluhan tahun memiliki kebijakan untuk mengirimkan penduduk dari provinsi lain untuk menetap di Papua, sekarang berusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi untuk meredakan gerakan separatis.

Para pekerja dianggap sebagai orang luar oleh para separatis.

“Kamis masih mencari jenazah-jenazah penduduk sipil lain yang dibunuh oleh kelompok bersenjata itu,” ujar Aidi kepada The Associated Press.

Dia mengatakan, tubuh seorang tentara yang ditembak pada hari Senin, ketika satu kelompok bersenjata menyerang post militer di desa Mbua di kabupaten yang sama, telah diterbangkan ke Sorong di provinsi tetangga Papua Barat untuk menerima pemakaman militer.

Seorang bicara untuk Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, sayap militer dari OPM, tidak bisa dihubungi untuk dimintai keterangan.

Baca juga: TNI Janji Akan Buru Pelaku Serangan Papua

Presiden Indonesia Joko ‘Jokowi’ Widodo mengungkapkan belasungkawanya kepada keluarga korban pada hari Rabu dan memintahkan militer dan polisi untuk menangkap pelaku dari serangan terburuk dalam administrasinya tersebut.

“Tidak ada tempat untuk kelompok kriminal bersenjata ini di Papua dan seluruh negeri,” ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta.

Jokowi mengatakan, serangan itu tidak akan menyurutkan pemerintahannya untuk terus mengembangkan Papua, termasuk membangun jalan trans-Papua sepanjang 4.600 km, yang oleh administrasinya telah diklaim mendapatkan dukungan dari penduduk lokal.

Jalan itu, yang akan membentang dari Sorong di Papua Barat ke Merauke di Papua, diharapkan akan selesai tahun depan dan akan membantu mendongkrak perekonomian di kedua provinsi.

Papua, bekas jajahan Belanda di bagian barat Papua Nugini, diinkorporasikan ke dalam Indonesia pada tahun 1969 setelah referendum yang disponsori PBB, yang oleh banyak pihak dianggap tidak adil. Sekelompok kecil separatis dengan persenjataan kurang telah berusaha merebut kemerdekaan sejak saat itu.

Pemberontakan tingkat rendah telah mewabah di area yang kaya mineral itu, yang secara etnis dan budaya sangat berbeda dengan Indonesia yang lain.

Keterangan foto utama: Tentara Indonesia membawa peti mati yang berisi jenazah rekan mereka Sersan Handoko, yang terbunuh dalam sebuah serangan kelompok separatis, dalam sebuah prosesi di bandara di Timika, Papua, Indonesia, Kamis (6/12/2018). (Foto: Mujiono/AP)

Baku Tembak Militer dan Separatis Papua Persulit Pengambilan Jenazah Pekerja

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top