Perang Dagang
Asia

Beijing Tunda Rencana ‘Silicon Valley’-nya China, Khawatir Ancaman Amerika

Pada pertemuan parlemen nasional, Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan bahwa rencana Greater Bay Area akan segera diumumkan. (Foto: Xinhua/Ju Peng)
Berita Internasional >> Beijing Tunda Rencana ‘Silicon Valley’-nya China, Khawatir Ancaman Amerika

Pengumuman rencana pembangunan ‘Silicon Valley’-nya China tertunda, untuk menghindari reaksi yang serupa dengan reaksi dari Washington atas inisiatif Made in China 2025. Rencana pembangunan Greater Bay Area pada awalnya direncanakan dirilis pada awal tahun ini.

Baca juga: Silicon Valley Mungkin Jadi Medan Perang Dagang Amerika-China Berikutnya

Oleh: Kimmy Chung (South China Morning Post)

Sebuah sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan, bahwa pengumuman tersebut ditunda untuk menghindari tindakan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS). Keputusan tersebut diambil dengan adanya pelajaran dari rencana “Made in China 2025,” yang Washington perlakukan sebagai ancaman terang-terangan.

Rincian dari inisiatif Greater Bay Area (GBA) yang diusulkan—rencana induk untuk mengintegrasikan Hong Kong, Makau, dan sembilan kota di Guangdong menjadi wilayah pusat inovasi—diharapkan akan dirilis pada awal tahun ini.

Selama pertemuan parlemen nasional pada bulan Maret, Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan bahwa rencana itu akan diluncurkan “dengan segera.” Namun, perilisan tersebut belum dikonfirmasi setelah hampir lima bulan kemudian.

Perang dagang adalah faktor kunci,” kata sumber yang dekat dengan Beijing. “Lihatlah bagaimana proyeksi menjanjikan dari rencana 2025 yang sedang ditargetkan oleh AS.”

Sumber itu merujuk pada rencana “Made in China 2025” yang pertama kali diumumkan pada tahun 2015, yang merupakan strategi peningkatan industri yang bertujuan untuk mengubah ekonomi China menjadi sektor manufaktur bernilai tambah lebih tinggi.

Tarif yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump atas produk-produk China telah membidik banyak industri yang disoroti dalam rencana tersebut.

“Mengurangi skala rencana ini dapat memancing cercaan, tetapi lukisan masa depan yang terlalu terang dapat memberi ‘bahan bakar’ kepada AS,” kata sumber itu, menyoroti konflik yang dihadapi Beijing.

Solusinya adalah untuk menggulirkan langkah-langkah kebijakan satu per satu kapan pun mereka siap, tetapi tidak seluruh rencana pada satu waktu, katanya, mengutip contoh langkah-langkah yang diumumkan, yang memungkinkan para ilmuwan Hong Kong untuk mendapatkan pendanaan dari daratan China, dan membebaskan persyaratan izin untuk warga negara Hong Kong yang bekerja melintasi perbatasan.

Beijing Tunda Rencana ‘Silicon Valley’-nya China, Khawatir Ancaman Amerika

Mantan Kepala Eksekutif Hong Kong Leung Chun-ying memimpin delegasi ke Gedung Pameran Ekonomi dan Pembangunan Sosial Nansha, untuk membahas Greater Bay Area. (Foto: SCMP/Dickson Lee)

Sumber lain yang dekat dengan pemerintah mengatakan kepada South China Morning Post bahwa beberapa petunjuk dapat diambil dari pernyataan Kepala Eksekutif Carrie Lam Cheng Yuet-ngor setelah bertemu Wakil Perdana Menteri Han Zheng pada bulan Juni.

Pada saat itu, Pemimpin Hong Kong itu mengatakan bahwa pekerjaan perencanaan adalah proses yang berkelanjutan dan mereka tidak menunggu sebuah rencana, karena banyak hal sebenarnya yang sudah dalam proses.

Salah satu orang yang sudah lama menunggu rencana itu adalah Jonathan Koon-shum Choi, Ketua Kamar Dagang Umum China.

Dia seharusnya mengadakan forum yang membahas peluang untuk Greater Bay Area pada bulan Mei, dengan Lam dan para pejabat China daratan hadir sebagai tamu. Tanggal forum tersebut telah diubah beberapa kali, untuk membuat forum tersebut berlangsung setelah pengumuman rencana itu.

Baca juga: Persaingan Amerika vs China Memanas, Haruskah Perkembangan Teknologi Jadi Korban?

“Saya tidak berani mengatakan kapan rencana itu akan diluncurkan sekarang,” Choi, yang juga anggota komite tetap dari badan penasihat tertinggi Beijing, mengatakan pada Rabu (8/8), dan mengumumkan bahwa forum akan berlangsung pada tanggal 23 Agustus, tanpa penundaan lebih lanjut.

Choi mengatakan bahwa dia tidak ingin berspekulasi tentang alasan penundaan, tetapi setuju bahwa itu mungkin ada hubungannya dengan perang dagang.

“Pengumuman kebijakan konkret lebih penting,” katanya.

Lam—bersama dengan para pejabat dari kantor penghubung dan Kementerian Perdagangan Beijing—akan menghadiri pertemuan tingkat tinggi yang fokus pada peluang di Greater Bay Area, dan Belt and Road.

Pelaporan tambahan oleh He Huifeng.

Keterangan foto utama: Pada pertemuan parlemen nasional, Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan bahwa rencana Greater Bay Area akan segera diumumkan. (Foto: Xinhua/Ju Peng)

Beijing Tunda Rencana ‘Silicon Valley’-nya China, Khawatir Ancaman Amerika

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top