Warga Palestina
Eropa

Belanda Akui Gaza, Tepi Barat, sebagai Tanah Kelahiran Warga Palestina

Berita Internasional >> Belanda Akui Gaza, Tepi Barat, sebagai Tanah Kelahiran Warga Palestina

Orang Palestina yang tinggal di Belanda dan lahir setelah tahun 1948 sekarang akan diizinkan untuk mendaftarkan Jalur Gaza dan Tepi Barat sebagai tempat kelahiran mereka. Sebelumnya mereka harus menuliskan Israel atau tidak diketahui. Keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri Luar Negeri Belanda itu dikabarkan sebagai upaya untuk mencegah warga Palestina untuk memabwa tuntutannya ke Mahkamah HAM Eropa.

Baca juga: Perjanjian Hamas-Qatar: 50.000 Warga Palestina Terima Pembayaran

Oleh: Shai Simpson-Balkie

Orang Palestina yang tinggal di Belanda akan segera diizinkan untuk mendaftarkan Jalur Gaza dan Tepi Barat sebagai tempat kelahiran resmi mereka, ujar Menteri Luar Negeri Belanda Raymond Knops kepaa Dewan Perwakilan Rakyat di Den Haag, pada hari Jumat (8/2).

Belanda, yang tidak mengakui Palestina sebagai negara berdaulat, saat ini memberi orang Palestina dua pilihan ketika mendaftarkan tempat kelahiran mereka di catatan sipil Belanda—Israel atau tidak diketahui.

Namun Knops, menulis surat ke DPR bahwa ia berniat untuk menambahkan “Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur” dalam daftar negara yang digunakan oleh catatan sipil.

Kategori baru ini akan tersedia bagi orang Palestina yang lahir setelah 15 Mei 1948, hari ketika Mandat Inggris secara resmi dihapus dan Israel menjadi negara.

Di dalam surat itu, Knops menggarisbawahi bahwa kategori baru itu menyesuaikan “pandangan Belanda bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan terhadap kawasan-kawasan ini,” sama seperti penolakan Belanda untuk mengakui Palestina sebagai negara.

Baca juga: Prosedur Rasis: Warga Palestina Diturunkan dari Bus dan Digeledah

Knops menambahkan bahwa kategori itu dinamakan berdasarkan Perjanjian Oslo dan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Sementara Dewan Umum PBB dan setidaknya 136 nengara telah mengakui Palestina sebagai negara berdaulat, kebanyakan negara-negara Uni Eropa masih belum melakukan hal yang sama sampai salah satunya dideklarasikan di dalam kerangka kerja perjanjian damai dengan Israel.

Sampai tahun 2014, Israel adalah satu-satunya tempat kelahiran yang terdaftar bagi orang Palestina yang mendaftarkan diri di Belanda. Kategori “tidak diketahui,” juga dikenal sebagai kode 0000, mulai disediakan setelah orang-orang Palestina yang tinggal di Belanda menyuarakan penolakan mereka untuk menuliskan Israel sebagai tempat kelahiran mereka, lapor media-media Belanda.

Menurut berbagai laporan, keputusan terbaru Knops mungkin akan mencegah seorang warga Palestina yang tinggal di Belanda untuk mengajukan tuntutan ke Mahkamah HAM Eropa agar diizinkan mendaftarkan Palestina sebagai tempat kelahirannya.

Baca juga: Israel Terus Usir Warga Palestina, Rampas Rumah Mereka untuk Pemukim

Pria itu, seorang pemuda berusia 26 tahun dari Yerusalem Timur, kalah dalam tuntutannya di Mahkamah Tinggi pada tahun 2018, yang menjadi badan penasihat bagi pemerintah Belanda dan berfungsi sebagai pengadilan tertinggi. Surat kabar Belanda De Volkskrant melaporkan bahwa pria itu kemudian mempertimbangkan untuk membawa kasus itu ke Mahkamah Eropa.

Keterangan foto utama: Pengunjuk rasa Palestina berdemonstrasi di depan Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag, Belanda. (Foto: Reuters)

Belanda Akui Gaza, Tepi Barat, sebagai Tanah Kelahiran Warga Palestina

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top