Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
Opini

Benjamin Netanyahu Harus Mengundurkan Diri

Berita Internasional >> Benjamin Netanyahu Harus Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu harus mengundurkan diri. Hal ini sehubungan tiga kasus suap yang membelitnya. Walau tidak ada kewajiban hukum, kenyataan bahwa dia tetap mempertahankan jabatannya setelah berbagai tuntutan, menurut tim editorial media Israel Haaretz, sungguh benar-benar tidak terbayangkan.

Baca Juga: PM Israel Netanyahu: Hitler Tak Ingin Musnahkan Yahudi

Oleh: Haaretz

Rekomendasi oleh polisi dan Otoritas Keamanan Israel bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan istrinya, Sara, diduga melakukan suap dalam kasus Bezeq-Walla, juga dikenal sebagai Kasus 4000, bersama dengan rekomendasi sebelumnya yang mendakwa Netanyahu dalam Kasus 1000, kasus hadiah mewah, dan Kasus 2000, kasus kompensasi Yedioth Ahronoth. Mengingat ketiga rekomendasi ini mendakwanya karena kasus suap, kenyataan bahwa dia masih tetap menjabat jadi perdana menteri benar-benar tak terbayangkan.

Pemimpin oposisi Tzipi Livni, ketua Uni Zionis Avi Gabbay, ketua Yesh Atid Yair Lapid dan kepala Meretz, Tamar Zandberg, semuanya mendesak Netanyahu untuk mengundurkan diri. Mereka tidak salah. Netanyahu harus mengundurkan diri segera dan pemilu untuk memilih perdana menteri baru harus diadakan.

Secara hukum, Netanyahu tidak berkewajiban untuk mengundurkan diri, dan menilai dari reaksinya, ia bermaksud untuk tetap menjabat dan berjuang untuk membersihkan namanya. Setiap warga negara berhak untuk dianggap tidak bersalah, dan ini tidak boleh dianggap enteng. Namun desakan Netanyahu untuk dianggap tidak bersalah bahkan ketika dakwaan tentangnya menumpuk telah melampaui batas-batas kewajaran.

Padahal Netanyahu sendiri, ketika dia menjadi pemimpin oposisi saat Ehud Olmert menjadi perdana menteri, menyatakan, “Seorang perdana menteri sedang melalui banyak penyelidikan tidak memiliki mandat publik atau moral untuk membuat keputusan yang menentukan untuk Israel.” Itu adalah deskripsi sempurna dari situasinya sendiri.

Kejahatan Netanyahu dan istrinya yang ada di rekomendasi polisi tersebut sangat serius. Menurut polisi, kecurigaan utamanya adalah bahwa perdana menteri “campur tangan dan secara aktif terlibat dalam keputusan pengaturan yang menguntungkan Shaul Elovitch dan perusahaan Bezeq-nya, dan pada saat yang sama menuntut, secara langsung dan tidak langsung, untuk campur tangan dalam konten situs berita Walla dengan cara yang akan menguntungkan dia.”

Baca Juga: Netanyahu Bertentangan dengan Trump atas Solusi Dua Negara

Upaya oleh anggota Partai Likud yang dipimpin Netanyahu untuk meminimalkan gravitasi dari rekomendasi polisi sangat memalukan bagi Partai Likud. Ada batasan yang membatasi berapa kali kartu “pemberontakan” dan “konspirasi” harus dimainkan.

Mengikuti contoh pemimpin mereka, para asisten Netanyahu dengan sukarela memoles sistem penegakan hukum dan komisioner polisi yang akan mengundurkan diri, Roni Alsheich. Pertahanan otomatis mereka terhadap tersangka berantai yang saat ini mengarah ke pemerintah adalah bukti dari kerusakan yang diakibatkan oleh masa jabatan Netanyahu dalam keadaan seperti ini terhadap penegakan hukum, negara, dan masyarakat Israel.

Ketika berbagai penjahat biasa menyangkal tuduhan terhadap mereka dan menyerang polisi dan sistem hukum, itu bisa dimengerti. Tetapi perilaku seperti itu oleh seorang perdana menteri benar-benar tidak dapat diterima, apalagi dengan menyerang lembaga-lembaga pemerintah yang dipimpinnya. Tanggapan yang agresif dan memfitnah oleh Netanyahu dan orang-orang yang dekat dengannya membuktikan bahwa ia lebih mementingkan kesejahteraannya sendiri dibandingkan kesejahteraan negara.

Satu-satunya hal yang patut dan penuh tanggung jawab yang harus dilakukan Netanyahu adalah mengundurkan diri. Karena dia tidak berniat melakukan hal itu, Jaksa Agung Avichai Mendelblit harus mempercepat peninjauan hukumnya dan membuat keputusan tentang kasus-kasus perdana menteri.

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis sendiri dan tidak mencerminkan kebijakan editorial Mata Mata Politik.

Keterangan foto utama: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri upacara Hanukkah di Ramat Gan, dekat Tel Aviv, Israel, 2 Desember 2018. (Foto: AP/Ariel Schalit)

Benjamin Netanyahu Harus Mengundurkan Diri

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top