Persenjataan Nuklir
Titik Balik

Berbeda dengan Clinton, Donald Trump Tidak Pantas Dimakzulkan

Berbeda dengan Clinton, Donald Trump Tidak Pantas Dimakzulkan

Partai Demokrat memenangkan parlemen setelah pemilihan paruh waktu Amerika Serikat. Lantas, apakah mereka akan memakzulkan Donald Trump? Ada yang menganggap, proses pemakzulan terhadap Trump akan menjadi gangguan oleh anggota parlemen Demokrat, yang sejauh ini ragu-ragu untuk serius membahas pemakzulan.

Oleh: Katie Reilly (TIME)

Dampak dari persidangan pengadilan federal Selasa (21/8) yang melibatkan dua mantan rekanan Donald Trump tampaknya menimbulkan masalah bagi Presiden. Tetapi para pendukungnya tidak melihatnya sebagai masalah.

Pengakuan bersalah mantan pengacara Trump, Michael Cohen, dan mantan manajer kampanye, Paul Manafort, menimbulkan pertanyaan di antara beberapa pakar dan aktivis tentang pemakzulan Trump, sebuah prospek yang masih jauh untuk dijangkau berdasarkan susunan Kongres saat ini. Beberapa ahli berpendapat bahwa pengakuan Cohen, yang secara langsung terkait dengan pekerjaannya di tim kampanye Presiden, bisa menjadi argumen hukum untuk pemakzulan.

Tapi Newt Gingrich—mantan Ketua Partai Republik yang memimpin suksesnya proses pemakzulan terhadap mantan Presiden Bill Clinton, salah satu dari dua presiden AS yang pernah diberhentikan—tidak melihatnya seperti itu sama sekali. Gingrich berpendapat bahwa proses pemakzulan terhadap Trump akan menjadi gangguan oleh anggota parlemen Demokrat, yang sejauh ini ragu-ragu untuk serius membahas pemakzulan.

“Para elit di Washington sangat gembira tentang hal-hal yang sama sekali tidak relevan dengan orang-orang pada umumnya,” kata Gingrich kepada TIME dalam wawancara sehari setelah pengakuan Cohen dan putusan Manafort. “Mereka hanya kebisingan yang tidak diperhatikan oleh orang-orang.” Dia membela investigasi independen Kenneth Starr ke Clinton, tetapi sekarang menyebut penyelidikan Pneasihat Khusus Robert Mueller sebagai “perburuan penyihir,” sebuah kalimat yang sering digunakan Trump.

Baca Juga: Drama Terbaru Pembantaian Trump di Malam Pasca Pemilu Paruh Waktu

Pada tahun 1998, Gingrich menuduh Clinton merendahkan jabatan presiden melalui investigasi Monica Lewinsky. “Ini tidak ada hubungannya dengan dendam atau perburuan penyihir atau keuntungan partisan,” kata Gingrich pada saat itu. “Ini tentang aturan hukum yang sangat sederhana, dan kelangsungan hidup sistem keadilan Amerika. Inilah yang dituntut oleh Konstitusi, dan apa yang memaksa Richard Nixon untuk mengundurkan diri.”

Clinton diberhentikan akhir tahun itu, dalam pemungutan suara di sepanjang garis partai, atas tuduhan sumpah palsu dan obstruksi keadilan. Sekarang persidangan berkembang dan menjadi terlalu fokus pada “rincian cabul,” kata Gingrich. Clinton kemudian dibebaskan oleh Senat—sebuah hasil yang, menurut Gingrich sekarang, tepat. “Mungkin itu hasil yang tepat,” katanya. “[Clinton] didefinisikan dalam sejarah sebagai presiden yang dipecat, keputusan yang ia pantas dapatkan. Dan dia kehilangan haknya untuk mempraktekkan hukum. Dia harus membayar denda yang besar, dan orang-orang pada umumnya setuju bahwa apa yang dia lakukan itu salah. Tetapi di sisi lain, itu mungkin tidak sampai ke tingkat menggantikan presiden Amerika Serikat.”

Menurut Gingrich, Konstitusi tidak akan “menuntut” tindakan serupa ketika menyangkut Trump. “Argumen dari seluruh kasus kami adalah bahwa [Clinton], sebagai gubernur, telah memaksakan kehendaknya pada pegawai negara dan kemudian bersumpah palsu dengan berbohong tentang hal itu. Sekarang, sumpah palsu adalah kejahatan besar, dan pertanyaannya adalah: Apakah ada yang akan menyatakan bahwa Donald Trump telah melakukan sesuatu yang sebanding? Peraturan hukum pemilu federal tidak cukup untuk dibandingkan dengan eksploitasi karyawannya sendiri,” katanya. “Mana yang menurut Anda lebih diragukan? Itulah masalah yang dimiliki Partai Demokrat.”

Trump, yang juga dituduh melakukan pelanggaran seksual oleh banyak wanita, dituduh terlibat dalam suatu kejahatan ketika Cohen mengaku bersalah pada hari Selasa (21/8) atas penipuan dan pelanggaran dana kampanye. Cohen mengatakan bahwa dia yang mengatur pembayaran kepada wanita untuk membuat mereka tetap diam tentang dugaan hubungan dengan Trump dan melakukannya “dengan koordinasi dari dan ke arah kandidat untuk kantor federal.”

Trump membantah telah melakukan kesalahan. “Hanya karena Michael Cohen membuat kesepakatan pengakuan tidak berarti bahwa itu berimplikasi pada Presiden,” Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan pada konferensi pers Rabu (22/8).

“Gagasan tentang pemakzulan adalah upaya yang menyedihkan oleh Demokrat,” tambah Sanders.

Namun, para pemimpin Demokrat tetap tidak mau menyerukan pemakzulan. Pemimpin Minoritas Parlemen Nancy Pelosi mengatakan kepada Associated Press pada hari Rabu (22/8) bahwa menuduh Trump “bukanlah prioritas” bagi Demokrat dan mengatakan Mueller harus dibiarkan untuk menyelesaikan penyelidikannya. “Pemakzulan harus muncul dari sesuatu yang lain,” katanya. “Ini bukan prioritas dalam agenda, kecuali ada hal lain yang muncul.”

Baca Juga: Hasil Pemilu Paruh Waktu Amerika: Apa Artinya Bagi Trump

Bahkan jika Demokrat memenangkan kendali Kongres dalam pemilu paruh waktu, menyingkirkan seorang presiden dari jabatan membutuhkan suara dua pertiga di Senat, yang berarti upaya itu akan membutuhkan dukungan dari Partai Republik. Itu sebabnya profesor Princeton Keith Whittington, yang mempelajari pemakzulan, tidak berpikir bahwa masalah hukum terbaru Trump meningkatkan kemungkinan pemakzulan.

“Saya rasa sedikit tidak masuk akal jika partisan Presiden sendiri akan termotivasi oleh pelanggaran keuangan kampanye untuk berpikir bahwa itu adalah alasan yang cukup untuk memberhentikan seorang presiden dari jabatannya,” kata Whittington.

Gingrich menganggapnya seperti persepsi publik tentang kepala eksekutif. “Presiden Trump terdiri dari 80 persen tokoh bersejarah, dan 20 persen pemeran realita TV,” katanya,” dan ketika Anda memahaminya, Anda memahami apa yang terjadi. Dan para warga—mayoritas para warga di pemilihan berikutnya—akan menerima persentase itu. ”

Gingrich mencatat bahwa pemakzulan dapat dengan cepat menjadi tidak populer, seperti yang terjadi selama proses Clinton, ketika opini publik dari Partai Republik jatuh, sementara Demokrat dan Clinton mengalami lonjakan.

Sebuah jajak pendapat CNN pada bulan Juni menunjukkan bahwa 42 persen orang Amerika mendukung pemakzulan Trump, hampir menyamai 43 persen dukungan untuk pemakzulan Nixon pada Maret 1974. Jajak pendapat CNN/USA Today/Gallup dari Oktober 1998, menunjukkan bahwa 34 persen orang Amerika mendukung pemakzulan Clinton.

Akan ada sedikit keraguan bahwa pemakzulan dari Trump akan memecah belah—mungkin akan lebih memecah belah daripada pemakzulan Nixon. Jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan bahwa Partai Republik jauh lebih mungkin menentang pemakzulan, memandang Mueller tidak baik, dan melihat Cohen sebagai “tidak jujur ​​dan tidak dapat dipercaya.”

“Basis Trump telah menyimpulkan bahwa dia telah melakukan hal-hal nyata,” kata Gingrich, “dan sisanya hanyalah kebisingan.”

Keterangan foto utama: Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak pantas dimakzulkan. (Foto: AP)

Berbeda dengan Clinton, Donald Trump Tidak Pantas Dimakzulkan

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top