Demonstrasi Prancis
Eropa

[Berita Foto] Demonstrasi Prancis: Polisi Gunakan Gas Airmata dan Meriam Air

Berita Internasional >> [Berita Foto] Demonstrasi Prancis: Polisi Gunakan Gas Airmata dan Meriam Air

Satu orang ditangkap hari Sabtu, 25 November 2018 di tengah bentrokan di ibukota Prancis, Paris dalam aksi protes terhadap kenaikan harga bahan bakar. Lebih dari 5.000 orang melakukan demonstrasi Prancis dan menimbulkan kerusuhan. Polisi Prancis kemudian menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan para demonstran.

Baca juga: Donald Trump Dapatkan Tentara Eropa yang Dia Inginkan

Oleh: Hazel Shearing (Buzzfeed News)

Polisi Prancis menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan para demonstran di Paris, hari Sabtu (24/11) pagi, yang melakukan protes atas meningkatnya harga bahan bakar.

(Foto: Reuters/Benoit Tessier)

Sekitar 5.000 orang turun ke Champs-Élysées dalam rangkaian terbaru protes selama seminggu atas kebijakan ekonomi Presiden Prancis Emmanuel Macron.

(Foto: Reuters/Benoit Tessier)

Para demonstran menuntut Macron untuk mengembalikan pajak solar dan gas, yang diklaim pemerintahnya diperkenalkan untuk mendorong penggunaan bentuk transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Baca juga: Macron: Saya Tidak Melakukan Diplomasi Lewat Twitter

Mereka dijuluki “gilets jaunes” atau “rompi kuning” karena dalam aksi protes mereka mengenakan rompi berwarna kuning mencolok yang harus dibawa oleh para pengemudi di Prancis di dalam mobil mereka.

(Foto: Reuters/Benoit Tessier)

Sekitar 23 ribu orang melakukan protes di seluruh negeri hari Sabtu (24/11) pagi, menurut Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner. Sekitar 8 ribu di antaranya berada di Paris dan sebagian besar berada di Champs-Élysées.

Protes tersebut berlangsung setelah protes di seluruh Prancis hari Sabtu (17/11) lalu yang melibatkan hampir 300 ribu demonstran turun ke jalan. Kerusuhan sepanjang pecan telah menyebabkan dua orang tewas dan lebih dari 600 orang terluka, menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis pada hari Kamis (22/11).

Para pengunjuk rasa mendirikan barikade yang terbuat dari perabotan rumah tangga, menyerukan agar pemerintah Prancis dihentikan.

(Foto: AFP/Getty Images/Francois Guillot)

Ketika polisi menahan para demonstran, mereka mulai mengambil batuan dari tepi jalan dan membongkar pekerjaan perbaikan jalan untuk membangun lebih banyak barikade.

Jalanan dipenuhi gas air mata ketika polisi berusaha menghentikan para demonstran mencapai Istana Presiden Élysée.

(Foto: Reuters/Benoit Tessier)

Gambar-gambar dramatis menunjukkan para pengunjuk rasa yang melindungi diri mereka dari semburan meriam air.

(Foto: Reuters/Benoit Tessier)

Potret polisi mengenakan pakaian anti huru-hara saat menahan para demonstran di jalanan yang basah kuyup.

(Foto: Reuters/Benoit Tessier)

Popularitas Macron turun ke titik terendah sepanjang pekan ini di tengah meluasnya liputan media terhadap aksi protes.

(Foto: AFP/Getty Images/Bertrand Guay)

Lembaga jajak pendapat BVA menemukan bahwa hanya 26 persen orang yang memiliki pendapat baik tentang presiden, yang pertama kali menjabat bulan Mei 2018. BVA juga menemukan bahwa 72 persen orang Prancis mengidentifikasi diri dengan para pengunjuk rasa, meskipun lebih dari separuh responden mengaku tidak menyetujui cara mereka melakukan aksi protes.

Sebagai tanggapan terhadap demonstrasi, Macron dilaporkan akan mengumumkan langkah-langkah untuk membuat apa yang disebut transisi ekologi “diterima dan demokratis” pada hari Selasa, 27 November 2018.

“Kami telah menerima pesan dari warga. Ini mengundang kami untuk melangkah lebih jauh. Agar transisi ekologi, yang diperlukan, dapat diterima secara sosial, hal itu harus dilakukan adil, setara, dan demokratis,” kata penasihat Istana Élysée hari Kamis (22/11). “Karena itu kami harus memobilisasi semua orang yang akan membuat kebijakan itu diterima, sehingga tidak mengabaikan kepentingan siapapun.”

Hazel adalah reporter berita untuk BuzzFeed News dan berbasis di London.

[Berita Foto] Demonstrasi Prancis: Polisi Gunakan Gas Airmata dan Meriam Air

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top