Basuki Tjahaja Purnama
Berita Politik Indonesia

[Berita Foto] Haru Biru Pendukung Sambut Bebasnya BTP

Berita Internasional >> [Berita Foto] Haru Biru Pendukung Sambut Bebasnya BTP

Basuki Tjahaja Purnama, kini dipanggil BTP, telah bebas dari penjara pagi tadi. Bebasnya politisi yang dihukum karena kasus penistaan agama ini disambut dengan haru biru oleh kerabat dan pendukungnya. Setelah Ahok bebas, apa yang rencana pria 52 ahun ini selanjutnya?

Oleh: Reuters

Indonesia pada hari Kamis (24/1) telah membebaskan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dari penjara, setelah menjalani hukuman dua tahun dengan pengurangan karena kasus penistaan agama Islam. Kasus yang menimpa BTP tersebut telah mengungkapkan perpecahan agama yang mendalam di Indonesia, negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia.

Politisi keturunan China Kristen berusia 52 tahun itu kalah dalam Pilkada Jakarta 2017, setelah mencalonkan diri kembali sebagai gubernur, karena dituduh telah menistakan Alquran. Kasus penistaan agama tersebut memicu gelombang besar-besaran aksi oleh ratusan ribu pengunjuk rasa Muslim yang dipimpin oleh kelompok Islam garis keras.

Baca Juga: Dukungan Ahok Tak Pengaruhi Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf

Mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berfoto bersama para kerabatnya setelah dibebaskan dari penjara di Jakarta, Indonesia, Kamis, 24 Januari 2019. (Foto: Reuters/Antara Foto/HO/Tim BTP)

“Ayah saya telah bebas! Terima kasih semua atas dukungannya,” tutur putra BTP, Nicholas Sean, di media sosial Instagram, yang dilampirkan di bawah unggahan foto selfie mereka berdua.

Aksi protes Gerakan 212 selama berbulan-bulan dan Pilkada Jakarta 2017 yang terpolarisasi yang terjadi sebelum BTP dipenjara pada bulan Mei 2017 telah meningkatkan kekhawatiran akan pengikisan terhadap reputasi Indonesia dalam menjunjung tinggi pluralisme dan toleransi, seiring dengan meningkatnya pengaruh Islam di ranah politik.

Seorang pendukung mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengenakan kaos bergambar wajah BTP di dekat markas Brigade Mobil (Brimob) di Depok, selatan Jakarta, Kamis, 24 Januari 2019. (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)

“Pengadilan (BTP) menunjukkan kepada kelompok non-Muslim dan banyak umat Muslim bahwa kebebasan berekspresi dan beragama di Indonesia masih lemah,” menurut Human Rights Watch yang berbasis di New York.

Para pendukung mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bereaksi ketika mereka mengetahui bahwa BTP telah dibebaskan dari penjara, di depan markas Brigade Mobil (Brimob) di Depok, selatan Jakarta, Indonesia, Kamis, 24 Januari 2019. (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)

Kasus penistaan agama BTP dipicu oleh pernyataannya saat kampanye pilkada bahwa lawan politiknya telah menipu umat Islam dengan menggunakan sebuah ayat dalam Alquran untuk mengatakan bahwa umat Islam tidak boleh dipimpin oleh pemimpin non-Muslim. Video yang diterjemahkan dengan tidak tepat tersebut akhirnya populer di media sosial, menyebabkan kekalahan BTP di Pilkada Jakarta 2017 dan membuatnya dipenjara atas tuduhan penistaan agama.

Sebagai sosok dengan reputasi tanpa basa-basi untuk memotong birokrasi saat masih menjabat, BTP hingga kini tetap populer di kalangan warga Indonesia yang progresif.

“Kami mendukungnya, bukan karena agama atau kepercayaannya, tetapi karena pekerjaannya yang baik,” kata salah satu pendukung Muslim BTP, Siti Afifah, yang telah menunggu pembebasannya di luar penjara.

Para pendukung mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meneriakkan slogan-slogan di depan markas Brimob di Depok, selatan Jakarta, Kamis, 24 Januari 2019. (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)

Para pendukung mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menunjukkan isyarat sambil meneriakkan slogan-slogan di depan markas Brimob di Depok, selatan Jakarta, Kamis, 24 Januari 2019. (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)

Menurut media, BTP tidak mungkin kembali ke politik dalam waktu dekat. Kuasa hukumnya mengatakan bahwa BTP kini sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan talkshow dan menjalankan bisnis perdagangan minyak milik keluarganya.

Pekan lalu, dalam sepucuk surat dari balik dalam penjara, BTP mengatakan dia sekarang ingin dikenal dengan inisialnya “BTP”, bukan Ahok seperti sebelumnya, dan meminta maaf kepada mereka yang tersakiti oleh ucapannya saat masih menjabat. Dia juga mendesak para pendukungnya untuk menggunakan hak pilih mereka dalam Pilpres 2019, yang banyak dikhawatirkan akan kembali ternoda oleh isu ketegangan agama dan ras seperti dalam pemilihan gubernur Jakarta dua tahun lalu.

Baca Juga: Bebasnya Ahok Berpotensi Tingkatkan Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf

Seorang polisi berdiri ketika berjaga di depan markas Brimob di Depok, selatan Jakarta, Indonesia, Kamis, 24 Januari 2019. (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)

Presiden Indonesia Joko “Jokowi” Widodo, yang pernah menjadi sekutu BTP, telah mencalonkan diri kembali melawan jenderal purnawirawan Prabowo Subianto. Prabowo mendukung aksi 212 menentang BTP dua tahun lalu serta mendukung kandidat yang menang dalam pemilihan itu, Anies Baswedan.

[Berita Foto] Haru Biru Pendukung Sambut Bebasnya BTP

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top