Siaran Pers

Berita Terkini: Jaksa Akan Eksekusi Penjara Baiq Nuril

Baiq Nuril Maknun adalah korban pelecehan seksual yang dipenjara di bawah UU ITE. (Foto: Kompas.com/fitri)
Berita Internasional >> Berita Terkini: Jaksa Akan Eksekusi Penjara Baiq Nuril

Menurut informasi dari penasihat hukum Baiq Nuril—korban pelecehan seksual yang dijatuhi hukuman penjara di bawah UU ITE—Baiq Nuril akan dimasukkan ke penjara pada tanggal 21 November mendatang. Sebelumnya, beredar kabar bahwa jaksa telah menerima salinan putusan pada tanggal 12 November lalu, namun pihak penasihat hukum mengaku belum mendapatkan salinan putusan. Jika jaksa tetap mengeksekusi Baiq Nuril sebelum diterimanya salinan putusan, maka itu akan menjadi suatu perbuatan melawan hukum.

Oleh: Anggara (ICJR)

Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh ICJR melalui penasihat hukum ibu Baiq Nuril , diketahui bahwa Jaksa akan mengeksekusi ibu Baiq Nuril dengan memasukannya ke dalam penjara pada Rabu, 21 November 2018.

Sebelumnya, Jaksa dalam beberapa pemberitaan di media menyatakan bahwa telah menerima salinan putusan kasus ibu Nuril sejak hari Senin tanggal 12 November 2018. Namun, informasi lain datang dari pihak penasihat hukum ibu Baiq Nuril, diketahui bahwa hingga saat ini salinan putusan Kasasi Mahkamah Agung dengan Nomor 574K/Pid.Sus/2018 belum diterima oleh pihak penasihat hukum selaku Kuasa dari ibu Baiq Nuril.

Padahal berdasarkan pasal 270 KUHAP dinyatakan bahwa “Pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dilakukan oleh jaksa, yang untuk itu panitera mengirimkan salinan surat putusan kepadanya.”

Baca Juga: Amnesti Internasional: ‘Baiq Nuril Harus Dibebaskan’

(Foto: ICJR)

Berdasarkan ketentuan tersebut, maka dapat dinyatakan bahwa eksekusi putusan pengadilan baru dapat dilakukan saat sudah diterimanya salinan putusan. Jika jaksa tetap melakukan eksekusi tanpa adanya salinan putusan ataupun hanya berdasarkan petikan putusan, maka dengan itu tindakan yang dilakukan oleh Jaksa merupakan perbuatan melawan hukum karena tidak sesuai dengan ketentuan pasal 270 KUHAP.

Di samping pernyataan sikap diatas, ICJR juga terus mendorong Presiden untuk segera memberikan amnesti bagi ibu Baiq Nuril, yang sesungguhnya merupakan korban pelecehan seksual,  serta meminta DPR untuk memberikan perhatian serta pertimbangan serius dalam rangka mendorong pemberian amnesti bagi ibu Baiq Nuril.

Baca Juga: Laporan Amnesti Internasional: Pembunuhan di Luar Hukum di Papua Masih Bebas dari Hukuman

Keterangan foto utama: Baiq Nuril Maknun adalah korban pelecehan seksual yang dipenjara di bawah UU ITE. (Foto: Kompas.com/fitri)

Berita Terkini: Jaksa Akan Eksekusi Penjara Baiq Nuril

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top