Berkunjung ke Israel, Yahya Staquf Bertemu PM Israel Netanyahu
Berita Politik Indonesia

Berkunjung ke Israel, Yahya Staquf Bertemu PM Israel Netanyahu

Berita Internasional >> Berkunjung ke Israel, Yahya Staquf Bertemu PM Israel Netanyahu

Yahya Staquf—Katib Aam PBNU—berkunjung ke Israel dan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis (14/6). Ia mengatakan bahwa ia ingin mempromosikan hubungan dengan Yerusalem, tetapi menekankan bahwa dia datang untuk menegaskan ‘kedaulatan Palestina’.

Oleh: Associated Press

    Baca Juga: Rusia: Suriah Tolak Konstitusi Baru yang Lemahkan Kekuasaan Assad

Pemimpin organisasi Muslim terbesar di dunia, seorang ulama dan pejabat pemerintah Indonesia, mengadakan pertemuan mengejutkan pada Kamis (14/6) dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Yahya Staquf—Katib Aam Nahdlatul Ulama dengan 60 juta anggota—mengunjungi Israel atas undangan Komite Yahudi Amerika, sebuah kelompok advokasi Amerika Serikat (AS).

Israel dan Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik, dan kunjungan itu telah memicu protes di Indonesia.

Yahya Staquf—seorang pendorong koeksistensi lintas agama—bertemu dengan beberapa pemimpin agama minggu ini. Namun, pertemuan dengan Netanyahu tidak terdaftar dalam jadwalnya.

    Baca Juga: Muslim Amerika Soal Buka Puasa Gedung Putih Trump: ‘Tidak, Terima Kasih’

Netanyahu membanggakan hubungan Israel yang menghangat dengan negara-negara Muslim, dan mengatakan, “Saya berharap bahwa kita memiliki beberapa gerakan dengan Indonesia.”

Indonesia baru-baru ini mencabut visa turis bagi para pengunjung Israel untuk memprotes tindakan Israel di Gaza. Sebagai tanggapan, Israel telah mengancam akan melarang visa turis bagi warga negara Indonesia.

Berbicara kepada The Times of Israel pada Rabu (13/6), Staquf menyerukan “kasih sayang” antara umat Yahudi dan umat beragama lainnya, yang katanya dapat membantu negara Yahudi membangun hubungan dengan negara-negara Muslim di seluruh dunia.

Staquf dikecam keras di negara asalnya karena mengunjungi Israel—sebuah negara yang oleh banyak masyarakat Indonesia dianggap negara musuh.

Menanggapi kritik tersebut, ia menegaskan kembali dukungannya untuk Palestina, dan mengatakan bahwa kunjungannya ke Israel bertujuan untuk mempromosikan kemerdekaan Palestina.

“Saya berdiri di sini untuk Palestina. Saya berdiri di sini atas dasar bahwa kita semua harus menghormati kedaulatan Palestina sebagai negara bebas,” katanya dalam sebuah pernyataan yang diunggah di situs organisasinya.

Keterangan foto utama: Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bertemu Syekh Yahya Cholil Staquf, Pemimpin Nahdlatul Ulama, di kantornya di Yerusalem, pada tanggal 14 Juni 2018. (Foto: GPO/Haim Zach)

Berkunjung ke Israel, Yahya Staquf Bertemu PM Israel Netanyahu

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top