Mike Pompeo
Timur Tengah

Berkunjung ke Qatar, Mike Pompeo Desak Diakhirinya Sengketa Teluk

Berita Internasional >> Berkunjung ke Qatar, Mike Pompeo Desak Diakhirinya Sengketa Teluk

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dalam sebuah kunjungan ke Qatar mendesak diakhirinya keretakan diplomatik antara sekutu-sekutu Amerika di Teluk. Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir, semuanya merupakan sekutu AS, telah memutuskan hubungan dengan Qatar pada bulan Juni 2017. Mereka menuduhnya mendukung “kelompok-kelompok teroris” dan mencari hubungan yang lebih dekat dengan musuh Arab Saudi, Iran. 

Baca juga: Mike Pompeo: Kerja Sama dengan Israel untuk Suriah dan Iran Akan Terus Berlanjut

Oleh: Al Jazeera

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan bahwa keretakan antara Qatar dan tetangga-tetangga Teluk Arabnya telah berlangsung terlalu lama, ketika blokade terhadap negara Teluk memasuki bulan ke-19. Berbicara di sebuah konferensi pers di ibukota Qatar, Doha, pada hari Minggu (13/1), Pompeo berpendapat bahwa krisis yang berkelanjutan antara Qatar dan empat negara yang memblokade, yakni Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain, justru menguntungkan musuh-musuh mereka.

“Kita semua lebih kuat ketika kita bekerja bersama dan perselisihan terbatas. Ketika kita memiliki tantangan bersama, perselisihan antara negara-negara dengan tujuan bersama tidak pernah membantu,” katanya pada konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani.

Diplomat AS itu juga mengatakan akan meminta putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman untuk memastikan agar para pembunuh kolumnis Washington Post Jamal Khashoggi dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan mereka.

Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir, semuanya merupakan sekutu AS, telah memutuskan hubungan dengan Qatar pada bulan Juni 2017. Mereka menuduhnya mendukung “kelompok-kelompok teroris” dan mencari hubungan yang lebih dekat dengan musuh Arab Saudi, Iran.

Qatar, yang juga merupakan juga sekutu AS, membantah tuduhan itu dan menuduh negara-negara tersebut melanggar kedaulatannya. AS, yang pada awalnya muncul untuk mendukung boikot, sejauh ini tidak berhasil dalam upaya mencoba membuat negara-negara mengesampingkan perbedaan mereka untuk fokus pada prioritas regionalnya, yakni perang melawan Iran. Hubungan Qatar dengan Iran rumit karena Qatar berbagi lahan gas alam terbesar di dunia dengan Iran.

Gas telah mengubah Qatar menjadi salah satu negara terkaya di dunia, sejak pertama kali mulai mengekspor gas alam cair lebih dari 20 tahun yang lalu. Mereka juga sepakat untuk meningkatkan produksi gas sejak awal krisis.

Berbagai upaya mediasi antara Qatar dan negara-negara yang memblokade telah terhenti, seperti yang disorot oleh pengunduran diri utusan AS Anthony Zinni baru-baru ini, yang berhenti karena “kurangnya kemauan” atas nama “para pemimpin regional” untuk rekonsiliasi regional.

Bagi Amerika, mengakhiri krisis sangatlah penting untuk keberhasilan peluncuran Aliansi Strategis Timur Tengah (MESA/Strategic Alliance of the Middle East), yang merupakan pakta keamanan gaya-NATO yang mencakup negara-negara Teluk, serta Mesir dan Yordania.

Pemberhentian selanjutnya: Riyadh

Pompeo tiba di Qatar dalam tur terakhirnya ke Timur Tengah. Menteri Luar Negeri AS tersebut melakukan perjalanan ke Doha dari Abu Dhabi, di mana ia bertemu putra mahkota Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed pada hari Sabtu (12/1). Pompeo melakukan perjalanan ke Arab Saudi pada hari Minggu (13/1), hampir tiga bulan setelah Khashoggi dibunuh di konsulat kerajaan di Istanbul, Turki. Pada konferensi pers di Doha, Pompeo menegaskan kembali bahwa pembunuhan Khashoggi tidak dapat diterima, dan bahwa ia akan bekerja untuk mendapatkan jawaban baru dari putra mahkota Saudi.

Baca juga: Mike Pompeo: Kerja Sama Amerika Serikat-Arab Saudi adalah Hal Vital

“Kami akan terus melakukan pembicaraan dengan putra mahkota dan Saudi tentang memastikan pertanggungjawaban penuh dan lengkap sehubungan dengan pembunuhan yang tidak dapat diterima terhadap Jamal Khashoggi,” kata Pompeo. “Kami akan terus membicarakan hal itu dan memastikan kami memiliki semua fakta sehingga mereka dimintai pertanggungjawaban oleh Saudi, tetapi oleh Amerika Serikat juga, jika perlu,” tambahnya.

Selama kunjungan Pompeo sebelumnya ke Riyadh di puncak kehebohan kasus pembunuhan Khashoggi, senyumnya yang lebar saat bertemu dengan pangeran Mohammed telah memicu kemarahan sejumlah orang Amerika. Trump mengatakan dia ingin mempertahankan aliansi dengan kerajaan Arab Saudi, meskipun Senat AS jelas-jelas menyalahkan pangeran Mohammed atas pembunuhan itu.

Keterangan foto utama: Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di Riyadh, Arab Saudi, pada 16 Oktober. (Foto: AFP/Getty Images/Leah Millis)

Berkunjung ke Qatar, Mike Pompeo Desak Diakhirinya Sengketa Teluk

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top