bom gereja Surabaya
Berita Politik Indonesia

Tetangga: Keluarga Tersangka Pengebom Surabaya ‘Orang Baik’ dan ‘Normal’

Polri mengatakan Dita Oepriarto (kiri), Puji Kuswati (kanan) dan keempat anak mereka merupakan pelaku di balik serangan itu. (Foto: via ABC)
Home » Berita Politik Indonesia » Tetangga: Keluarga Tersangka Pengebom Surabaya ‘Orang Baik’ dan ‘Normal’

Para tetangga mengatakan kepada ABC News sebuah keluarga yang mereka anggap sangat normal, mengingat bagaimana anak-anaknya bermain dengan anak-anak mereka sendiri di jalan, dan bagaimana mereka sering bersepeda bersama.

Oleh: David Lipson (Radio Australia)

Keluarga yang melakukan tiga pengeboman gereja di kota terbesar kedua di Indonesia pada hari Minggu (13/5) hanyalah orang biasa, menurut tetangga mereka.

Ayah mereka, Dita Oepriarto, 46 tahun, menurunkan istrinya, Puji Kuswati, 42 tahun, dan dua anak gadisnya yang berusia 12 dan 8 tahun di salah satu gereja, lalu mengendarai mobilnya yang penuh dengan bahan peledak ke gereja lainnya, dan meledakkannya.

Di gereja lain di kota itu, dua putra dari pasangan itu, yang berusia 17 dan 15 tahun, mengendarai motor ke arah kerumunan dan meledakkannya.

Para tetangga keluarga kaget mendengar berita bahwa Dita Oepriarto, Puji Kuswati, dan keempat anak mereka mereka melakukan serangan itu, mengatakan bahwa tidak ada tanda-tanda peringatan tentang apa yang akan mereka lakukan.

Apa yang mereka gambarkan kepada ABC adalah sebuah keluarga yang mereka anggap sangat normal, mengingat bagaimana anak-anaknya bermain dengan anak-anak mereka sendiri di jalan, dan bagaimana mereka sering bersepeda bersama.

Anggota polisi regu penjinak bom memeriksa bangkai sepeda motor di lokasi salah satu ledakan. (Foto: AP/Trisnadi)

Anggota polisi regu penjinak bom memeriksa bangkai sepeda motor di lokasi salah satu ledakan. (Foto: AP/Trisnadi)

“Pak Dita baik. Akrab dengan tetangganya. Aktif secara sosial. Orang biasa yang tinggal di lingkungan yang normal,” kata tetangga Binawan Widiarto kepada ABC.

“Anak-anaknya sering bermain di depan rumah kami. Bermain sepak bola, mengendarai sepeda. Memetik bunga.”

Foto-foto keluarga yang diunggah ke Facebook juga menggambarkan kehidupan rumah tangga yang khas, seperti foto mereka saat liburan arung jeram di Sumatra Utara dan berjalan-jalan melalui hutan bakau.

“Saya sudah mengenalnya sejak lama dan terakhir kali kami bertemu tidak ada yang aneh sama sekali,” Samsul Hadi, tetangga keluarga yang lain, mengatakan kepada ABC.

“Tidak ada bahasa tubuh yang canggung. Tidak tergesa-gesa.”

Meskipun ada laporan awal bahwa keluarga itu telah pergi ke Suriah, tetangga yang mengaku telah mengenal mereka selama satu dekade mengatakan mereka belum pernah pergi ke Suriah.

Sang ayah, mereka ingat, menghabiskan malam sebelum serangan itu di teras, merencanakan liburan Ramadhan.

Para tetangga mengatakan tidak ada tanda-tanda peringatan akan serangan itu. (Foto: ABC News/David Lipson)

Para tetangga mengatakan tidak ada tanda-tanda peringatan akan serangan itu. (Foto: ABC News/David Lipson)

Joko Widodo: Serangan itu biadab dan tidak manusiawi

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan penyelidikan penuh ke akar organisasi yang bertanggung jawab atas tiga bom gereja Surabaya.

Jokowi melakukan tur ke lokasi-lokasi ledakan bom, mengatakan tindakan itu sebagai tindakan yang “barbar dan tidak manusiawi”.

“Saya meminta semua orang untuk bergabung bersama dalam perang melawan terorisme dan radikalisme,” katanya.

“Ini bertentangan dengan nilai-nilai agama kita, nilai-nilai murni Tuhan dan keberagaman.

“Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan seberapa dalam belasungkawa kami bagi para korban yang jatuh.”

Keamanan telah ditingkatkan di gereja-gereja di seluruh Indonesia. (Foto: ABC News/David Lipson)

Keamanan telah ditingkatkan di gereja-gereja di seluruh Indonesia. (Foto: ABC News/David Lipson)

Jaringan Jemaah Ansharuut Daulah (JAD), kelompok radikal Indonesia, yang telah berjanji setia kepada kelompok Negara Islam (IS), diduga berada di balik serangan itu.

Polisi yakin ayah pelaku bom bunuh diri Oepriarto adalah kepala JAD di Jawa Timur.

Polisi awalnya percaya dia dan keluarganya baru saja kembali dari Suriah, tetapi kemudian menegaskan bahwa mereka tidak melakukan perjalanan ke Suriah untuk memperjuangkan Negara Islam.

Lima ratus orang Indonesia diyakini telah kembali ke rumah sejak bergabung pasukan IS di Suriah.

Polisi mengatakan sel-sel tidur di seluruh Indonesia telah bangkit di hari-hari menjelang Ramadhan.

Pekan lalu, narapidana teroris di sebuah penjara di selatan Jakarta menewaskan lima polisi, sementara pada hari Sabtu (12/5) polisi menembak empat tersangka teroris di Jawa Barat.

Petugas bersenjata sekarang berpatroli di gereja-gereja dan tempat-tempat yang ramai pengunjung di seluruh negeri, waspada akan lebih banyak serangan dalam beberapa hari mendatang.

Keterangan foto utama: Polri mengatakan Dita Oepriarto (kiri), Puji Kuswati (kanan) dan keempat anak mereka merupakan pelaku di balik serangan itu. (Foto: via ABC)

Tetangga: Keluarga Tersangka Pengebom Surabaya ‘Orang Baik’ dan ‘Normal’

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top