Theresa May
Eropa

Brexit: Theresa May Layangkan Surat Minta Dukungan Publik

Berita Internasional >> Brexit: Theresa May Layangkan Surat Minta Dukungan Publik

Dengan batas waktu yang semakin dekat, posisi Theresa May membimbing negaranya menuju kesepakatan Brexit yang memuaskan semua pihak semakin sulit. Setelah beberapa kali kesepakatannya ditolak, bahkan mendapatkan kecaman, May akhirnya mengirimkan surat untuk meminta dukungan publik. Sementara itu, pihak Uni Eropa bersiap untuk menandatangani kesepakatan itu secara resmi.

Baca Juga: Theresa May Ajukan Banding ke UE, tapi Masih Belum Ada Tanda Kesepakatan Brexit

Oleh: BBC

Perdana Menteri Inggris Theresa May telah menulis surat kepada publik Inggris untuk meminta dukungan mereka terhadap kesepakatan Brexit, ketika Uni Eropa mempersiapkan untuk menandatanganinya secara resmi. Perdana Menteri mengatakan perjanjiannya menjanjikan “masa depan yang lebih cerah” bagi Inggris dan meninggalkan Uni Eropa tahun 2019 akan menjadi “momen pembaharuan dan rekonsiliasi untuk seluruh negara kita.”

Para pemimpin Uni Eropa sedang berada di Brussels untuk pertemuan puncak untuk memutuskan apakah akan mendukung kesepakatan itu.

Kepala Dewan Eropa Donald Tusk telah merekomendasikan semua negara agar menyetujuinya.

Spanyol, yang telah mengancam akan memboikot pertemuan puncak para pemimpin negara-negara Uni Eropa, akan hadir setelah perselisihan di menit-menit terakhir atas Gibraltar diselesaikan pada hari Sabtu (24/11).

Namun, bahkan jika Uni Eropa setuju dengan kesepakatan itu, kesepakatan harus disahkan oleh Parlemen Inggris, dan banyak anggota parlemen, termasuk di Partai Konservatif Theresa May sendiri, telah menyatakan bahwa mereka akan memilih menentangnya.

Apa yang dikatakan Theresa May dalam surat?

Dalam “surat untuk bangsa” May, yang diterbitkan pada malam KTT Uni Eropa di mana dia berharap 27 negara Uni Eropa lainnya akan mendukung kesepakatannya, sang perdana menteri mengklaim bahwa perjanjian itu “untuk kepentingan nasional kita” dan berfungsi untuk semua bagian dari Inggris.

Meninggalkan Uni Eropa pada tanggal 29 Maret 2019 akan menandai “babak baru dalam kehidupan nasional kita,” katanya.

“Ini harus menandai titik ketika kita menyisihkan label ‘Pergi’ atau ‘Bertahan’ selamanya dan kita berkumpul kembali sebagai satu kesatuan. Untuk melakukan itu kita harus melanjutkan Brexit sekarang dengan mendukung kesepakatan ini.”

Perdana menteri mengatakan dia akan berkampanye “dengan segenap hati dan jiwanya” untuk membuat anggota parlemen untuk meloloskan kesepakatan di House of Commons dan “menghormati hasil referendum.”

Dia mengatakan kesepakatan itu memberikan Brexit kesempatan mengakhiri aliran pergerakan bebas orang dan pembayaran tahunan “dalam jumlah besar” ke Uni Eropa.

“Dengan Brexit ditetapkan,” pemerintah Inggris akan dapat fokus pada isu-isu seperti ekonomi, layanan kesehatan nasional, dan pembangunan rumah, tambahnya.

Analisis oleh editor politik BBC Laura Kuenssberg

Akhir negosiasi. Tapi bukan akhir dari argumen yang harus dibuat oleh Theresa May tentang hubungan Inggris dengan benua Eropa.

Hari ini menandai akhir negosiasi selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun, tidak hanya dengan pemerintah Uni Eropa, tapi juga dengan aspirasi yang lebih besar: untuk menyatukan negara.

Tapi sementara kesepakatan diharapkan akan ditandatangani di Brussels hari ini, apapun kegelisahan menit terakhir, Theresa May akan tahu bahwa menyatakan persetujuannya ke Uni Eropa merupakan hal berbeda dengan upaya membujuk Parlemen, dan akhirnya apa yang akan menentukan masa depan May dan kita semua adalah apakah publik bersedia ikut serta.

Apa yang akan terjadi di pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa?

Para pemimpin negara diharapkan akan melakukan perundingan selama dua jam. (Foto: Reuters)

Pada hari Minggu (25/11) pagi, para pemimpin Uni Eropa akan diminta untuk menyetujui dua dokumen utama Brexit:

  • Deklarasi politik, yang menetapkan seperti apa hubungan Inggris dan Uni Eropa setelah Brexit, menguraikan bagaimana hal-hal seperti perdagangan dan keamanan Inggris-UE akan berfungsi.
  • Perjanjian penarikan Uni Eropa: dokumen sepanjang 585 halaman yang mengikat secara hukum yang menetapkan persyaratan keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Dokumen ini mencakup “tagihan perceraian” sebesar 39 miliar Poundsterling bagi Inggris, hak warga negara dan “backstop” Irlandia Utara, upaya untuk menjaga perbatasan dengan Republik Irlandia tetap terbuka, jika pembicaraan perdagangan mengalami kebuntuan.

Tidak ada pemungutan suara resmi pada hari Minggu (25/11), tetapi Uni Eropa mengharapkan untuk melanjutkan setelah mencapai konsensus, dengan perjanjian kemungkinan akan disetujui.

Apa yang akan terjadi sesudah pembicaraan?

Jika Uni Eropa menandatangani kesepakatan penarikan, May akan perlu membujuk para anggota parlemen di Parlemen Inggris untuk mendukungnya. Pemungutan suara diharapkan diselenggarakan pada bulan Desember 2018. Partai Buruh, Partai Demokrat Liberal, Partai Nasional Sotlandia, dan Partai Unionis Demokratik Irlandia Utara, semuanya mengatakan akan memilih menentang kesepakatan pemerintah, serta banyak pihak di Partai Konservatif.

Kesepakatan itu juga harus dikembalikan ke Dewan Eropa, di mana mayoritas negara (20 dari 27 negara anggota) akan perlu memilihnya. Hal ini juga perlu diratifikasi oleh Parlemen Eropa. Jika anggota parlemen menolak kesepakatan itu, sejumlah hal bisa terjadi, termasuk Brexit tanpa kesepakatan, upaya untuk melakukan negosiasi kembali atau pemilihan umum.

Menurut Sunday Times, Kanselir Philip Hammond bekerja dengan menteri Kabinet lainnya untuk mencoba membujuk May untuk memilih kesepakatan Brexit yang lebih lunak, yang mereka yakini bisa masuk ke Parlemen jika kesepakatan asli May ditolak.

Sunday Telegraph melaporkan beberapa menteri senior sedang mengerjakan rencana cadangan untuk hubungan ala Norwegia dengan Uni Eropa.

Apa yang dikatakan oleh May?

Anggota parlemen dari Partai Buruh Ian Murray menyebut surat sepanjang 800 kata tersebut sebagai “karya fiksi” dan menggambarkan May “putus asa.” Dia mengulangi kata-kata pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn, yang sebelumnya menyebut kesepakatan itu “yang terburuk dari kedua dunia.”

Anggota parlemen Partai Buruh Wales Stephen Doughty menanggapi dengan suratnya sendiri, mengatakan dia “tidak percaya.”

Baca Juga: Mengapa Uni Eropa Tetap Diam Terkait Kebijakan Buku Putih Theresa May

Di antara para politisi Partai Konservatif, anggota parlemen Konservatif Sarah Wollaston menyerukan referendum lebih lanjut tentang kesepakatan itu, dan berkata: “Bukan masa depan yang cerah, hanya meredup dan mengecil.”

Sementara itu, menulis di Sunday Express, pemimpin Brexiteer Partai Konservatif Jacob Rees-Mogg, yang sebelumnya menyerukan agar May diganti dari jabatan pemimpin partai, mengklaim kesepakatan itu “tidak mewujudkan Brexit.”

Mantan Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson, berbicara pada konferensi Partai Unionis Demokratik Irlandia Utara pada hari Sabtu (24/11), mengatakan Inggris berada di ambang “membuat kesalahan bersejarah” dan masih ada waktu untuk bekerja mewujudkan kesepakatan yang lebih baik.

Mengapa Spanyol tidak terima?

Spanyol mengancam tidak akan muncul dalam pertemuan tingkat tinggi, atas dasar kekhawatiran tentang perannya dalam pengaturan perdagangan masa depan yang melibatkan Gibraltar, sebuah Wilayah Luar Negeri Inggris dengan 30 ribu penduduk. Tapi Spanyol membatalkan ancamannya setelah mengatakan telah menerima jaminan dari Inggris.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengklaim Inggris dan Uni Eropa telah menyetujui tuntutannya, tetapi koresponden BBC Eropa Kevin Connolly mengatakan jaminan Inggris tidak mengandung sesuatu yang jauh berbeda dari perjanjian penarikan.

Dia mengatakan ada kecurigaan bahwa menteri-menteri Spanyol “sedikit pamer untuk pemilih domestik” pada malam pemilihan di selatan Spanyol.

Keterangan foto utama: Perdana Menteri Inggris Theresa May melayangkan surat kepada publik meminta dukungan untuk Kesepakatan Brexit. (Foto: Getty Images)

Brexit: Theresa May Layangkan Surat Minta Dukungan Publik

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top