Campur Tangan Rusia dalam Pemilu Amerika, Putin: ‘Saya Tidak Peduli’
Eropa

Campur Tangan Rusia dalam Pemilu Amerika, Putin: ‘Saya Tidak Peduli’

Home » Featured » Eropa » Campur Tangan Rusia dalam Pemilu Amerika, Putin: ‘Saya Tidak Peduli’

Dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa dia “tidak peduli” bila warga negara Rusia mencoba untuk campur tangan dalam pemilu Presiden Amerika tahun 2016, karena menurutnya mereka tidak ada hubungannya dengan Kremlin. Pada bulan lalu, penasihat khusus Robert Mueller menuduh 13 warga Rusia dan tiga perusahaan Rusia karena ikut campur dalam pemilu Amerika.

Oleh: Alexander Smith (NBC News)

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada NBC News bahwa dia “tidak peduli” bila warga negara Rusia mencoba untuk campur tangan dalam pemilu presiden Amerika tahun 2016 karena menurutnya, mereka tidak ada hubungannya dengan Kremlin.

    Baca Juga : Opini: Apakah Presiden Amerika adalah Aset Rusia?

Pada wawancara eksklusif yang kadang agresif dengan Megyn Kelly dari NBC, Putin kembali membantah tuduhan oleh Dinas Intelijen Amerika Serikat (AS) tersebut, bahwa dia memerintahkan campur tangan pada pemilu November 2016 yang menempatkan Donald Trump di Gedung Putih.

“Mengapa Anda memutuskan bahwa pihak berwenang Rusia, termasuk saya sendiri, memberi izin kepada seseorang untuk melakukan ini?” tanya Putin, yang mungkin akan kembali menjadi presiden dalam pemilu pada tanggal 18 Maret.

Putin tidak terpengaruh oleh dakwaan yang diajukan oleh penasihat khusus Robert Mueller pada bulan lalu, yang menuduh 13 warga Rusia dan tiga perusahaan Rusia karena ikut campur dalam pemilu—termasuk mendukung kampanye Trump dan “meremehkan” Hillary Clinton.

Mueller sedang menyelidiki apakah kampanye Trump berkolusi dengan Kremlin.

“Memang kenapa kalau mereka warga negara Rusia?” Putin berkata tentang orang-orang yang disebut dalam dakwaan pada bulan lalu. “Ada 146 juta orang Rusia. Memang kenapa? Saya tidak peduli, saya sama sekali tidak peduli. Mereka tidak mewakili kepentingan negara Rusia.”

Putin bahkan mengatakan bahwa orang Yahudi atau kelompok etnis lainnya terlibat dalam campur tangan tersebut.

“Mungkin mereka bahkan bukan orang Rusia,” katanya. “Mungkin mereka orang Ukraina, orang Tatar, orang Yahudi, hanya berkewarganegaraan Rusia, bahkan hal itu perlu diperiksa. Mungkin mereka memiliki kewarganegaraan ganda. Atau mungkin kartu hijau. Mungkin orang Amerika yang membayar mereka untuk pekerjaan ini. Bagaimana Anda tahu, saya tidak tahu.”

Ketika ditanya apakah dia khawatir dengan warga Rusia yang menyerang demokrasi AS, Putin menjawab bahwa dia belum melihat bukti bahwa dugaan intervensi tersebut telah melanggar hukum Rusia.

“Kami di Rusia tidak dapat mengadili siapa pun selama mereka tidak melanggar hukum Rusia,” katanya. “Setidaknya kirimkan secarik kertas… Beri kami dokumen, beri kami permintaan resmi, dan kami akan melihatnya.”

Badan intelijen AS dan banyak analis Barat mengatakan bahwa campur tangan Rusia dilakukan atas perintah Kremlin. Putin—pemimpin terlama Rusia sejak Stalin—membantah hal ini.

“Mungkinkah ada orang yang benar-benar percaya bahwa Rusia, yang terletak ribuan mil jauhnya… mempengaruhi hasil pemilu? Bukankah itu terdengar konyol bahkan untuk Anda?” dia berkata. “Bukanlah tujuan kami untuk campur tangan. Kami tidak melihat tujuan apa yang akan kami capai dengan campur tangan, tidak ada tujuan.”

Campur Tangan Rusia dalam Pemilu Amerika, Putin: ‘Saya Tidak Peduli’

Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berbicara dengan pembaca berita NBC Megyn Kelly di Kremlin pada tanggal 1 Maret 2018 di Moskow. (Foto: AFP/Getty Images/Alexei Druzhinin)

Pakar seperti John Brennan—mantan Direktur CIA dan sekarang seorang analis NBC News—mengatakan bahwa tujuan pemerintah Rusia sudah jelas.

“Untuk melemahkan pemerintah Amerika Serikat,” Brennan mengatakan dalam sebuah wawancara terpisah, merangkum pendapatnya tentang tujuan Kremlin. Hal ini, lanjutnya, agar “pemerintah AS tidak akan dapat menangani isu-isu internasional dan menghadapi agresi Rusia dengan tegas seperti yang dibutuhkannya.”

Trump menyebut Putin adalah “pemimpin yang kuat”, yang telah “melakukan pekerjaan yang sangat cemerlang dalam hal apa yang dia wakili dan siapa yang dia wakili.”

Trump juga mengisyaratkan bahwa dia memberi Putin asas praduga tak bersalah, saat Putin menyangkal bahwa pemerintah Rusia ikut campur.

“(Putin) mengatakan bahwa dia benar-benar tidak ikut campur dalam pemilu kami, dia tidak melakukan apa yang mereka katakan,” kata Trump kepada para wartawan di atas Air Force One dalam perjalanan ke Hanoi, setelah bertemu dengan Putin di sela-sela KTT APEC di Danang pada bulan November.

Dalam wawancara dengan Kelly, Putin menyebut presiden AS sebagai “seorang pengusaha dengan pengalaman luas” dan “dapat belajar dengan cepat” meski baru mengenal politik.

“Dia mengerti bahwa jika perlu menjalin hubungan kerja sama dengan seseorang, maka Anda harus memperlakukan rekan Anda saat ini atau calon pasangan Anda dengan hormat,” kata Putin. “Terlibat dalam tuduhan dan penghinaan berkali-kali, ini merupakan jalan buntu.”

Putin mengatakan bahwa dia tidak membaca tweet Trump dan tidak menulis tweet sendiri.

Ketika ditanya mengapa, dia berkata: “Saya memiliki cara lain untuk mengungkapkan sudut pandang saya atau mengimplementasikan keputusan. Donald adalah individu yang lebih modern.”

Putin menghadapi sedikit oposisi dalam pemilu presidennya, yang putaran pertamanya dilaksanakan pada tanggal 18 Maret.

“Nah, kita akan lihat, terserah pemilih Rusia,” katanya.

Dalam hal masa depan hubungan Rusia-AS, ia menyebut Rusia sebagai korban.

    Baca Juga : Setuju Lakukan Pertemuan dengan Korea Utara, Amerika akan Tunjukkan Sikap Keras

“Kami bukan orang-orang yang memberi label bahwa Anda adalah musuh-musuh kami. Tapi Anda membuat keputusan, di tingkat parlemen, di tingkat Kongres, dan menempatkan Rusia pada daftar musuh Anda,” katanya. “Mengapa Anda melakukan hal itu? Apakah kami orang-orang yang memberlakukan sanksi terhadap AS? AS yang memaksakan sanksi kepada kami.”

Putin mengaku bersedia memperbaiki hubungan dengan pemerintah AS.

“Dengar, mari duduk dengan tenang, bicara, dan cari tahu,” katanya. “Saya percaya bahwa presiden saat ini ingin melakukan itu, tapi terdapat kekuatan yang tidak akan membiarkan dia melakukannya.”

Keterangan foto utama: Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berjabat tangan dengan pembaca berita NBC Megyn Kelly, sebelum wawancara di Kremlin pada tanggal 1 Maret 2018 di Moskow. (Foto: AFP/Getty Images/Michael Klimentyev)

Campur Tangan Rusia dalam Pemilu Amerika, Putin: ‘Saya Tidak Peduli’
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top