Cek Fakta: Barack Obama Tidak Selalu Mengatakan yang Sebenarnya
Amerika

Cek Fakta: Barack Obama Tidak Selalu Mengatakan yang Sebenarnya

Home » Featured » Amerika » Cek Fakta: Barack Obama Tidak Selalu Mengatakan yang Sebenarnya

Barack Obama kembali ke politik. Hal ini dilakukan oleh mantan presiden Amerika Serikat tersebut untuk mendukung Partai Demokrat mendukung Pemilu Paruh Waktu AS yang akan dilakukan November 2018 nanti. Dalam beberapa pidatonya, Obama mengatakan beberapa hal yang berbeda dengan fakta dari masa pemerintahannya.

Oleh: Calvin Woodward dan Christopher Rugaber (Associated Press)

Kecaman terbuka mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama baru-baru ini atas perlakuan Presiden AS Donald Trump terhadap pers telah mengabaikan langkah-langkah agresif yang diambil Departemen Kehakiman untuk merahasiakan informasi dari publik selama pemerintahannya. Obama juga membuat klaim bermasalah bahwa “sabotase” Partai Republikan telah mengorbankan biaya asuransi kesehatan 3 juta orang.

Dengan kembalinya ke argumentasi politik atas nama Partai Demokrat dalam Pemilu Paruh Waktu AS bulan November 2018, Obama telah mengembalikan gayanya yang pernah dikenal ke dalam wacana saat ini. Tindakannya tersebut terukur, ekspresif, dan berbeda dari arus pernyataan salah saji (misstatement) dari Trump. Namun, bukan berarti Obama selalu mengatakan hal-hal yang sebenarnya.

Obama berkampanye di Illinois dan California pekan lalu, dengan lebih banyak politik terencana. Berikut ini merupakan beberapa komentarnya:

OBAMA: “Seharusnya bukan Partai Demokrat atau Republikan yang dapat mengatakan bahwa kami tidak mengancam kebebasan pers karena mereka mengatakan hal-hal atau mempublikasikan kisah yang tidak kami sukai. Saya banyak mengeluh tentang Fox News, tetapi Anda tidak pernah mendengar saya mengancam untuk menutupnya atau menyebut mereka musuh orang-orang.” –kampanye hari Jumat (6/9) di Universitas Illinois Urbana-Champaign.

FAKTA: Trump mungkin menggunakan retorika luar biasa untuk merusak kepercayaan terhadap pers, tetapi Obama bisa dibilang telah melangkah lebih jauh karena menggunakan tindakan luar biasa untuk memblokir arus informasi ke publik.

Baca Juga: Barack Obama Mendesak Perlunya ‘Kewarasan dalam Politik Amerika’

Pemerintahan Obama menggunakan Undang-undang Spionase 1917 dengan semangat yang belum pernah terjadi sebelumnya, menuntut lebih banyak orang di bawah undang-undang itu karena membocorkan informasi sensitif kepada publik, apabila dibandingkan dengan gabungan semua pemerintahan sebelumnya. Departemen Kehakiman di masa kepemimpinan Obama menggali komunikasi rahasia antara organisasi berita dan sumber-sumber mereka sebagai bagian dari upaya itu.

Tahun 2013, pemerintahan Obama memperoleh rekaman 20 saluran telepon rumah dan ponsel wartawan kantor berita Associated Press (AP), menyitanya tanpa pemberitahuan sebagai bagian dari penyelidikan pengungkapan informasi tentang komplotan teroris al-Qaeda yang berhasil digagalkan.

AP bukanlah target penyelidikan. Namun, AP menyebut langkah penyitaan sebagai “gangguan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya” ke dalam kegiatan pengumpulan berita, mengkhianati informasi tentang operasinya “dengan pemerintah tidak memiliki hak untuk mengetahuinya.”

Departemen Kehakiman di masa pemerintahan Obama juga diam-diam menguntit jurnalis Fox News James Rosen, menyadap catatan teleponnya, melacak kedatangan dan keberangkatannya di Departemen Luar Negeri melalui penggunaan lencana keamanannya, mendapatkan surat perintah penggeledahan untuk melihat surat elektronik pribadinya, dan menyebutnya sebagai kemungkinan pelaku kejahatan kriminal dalam penyelidikan kebocoran berita.

“Pemerintahan Obama,” tulis dewan editor New York Times pada saat itu, “telah bergerak melampaui melindungi rahasia pemerintah untuk mengancam kebebasan mendasar pers untuk mengumpulkan berita.”

OBAMA: “Tindakan yang kami ambil selama krisis itu telah mengembalikan ekonomi ke pertumbuhan yang sehat dan memulai penciptaan lapangan pekerjaan terlama sepanjang sejarah.” –kampanye Illinois.

FAKTA: Ia benar soal pekerjaan, tetapi apakah ekonomi mengalami “pertumbuhan yang sehat” hingga kini masih menjadi bahan perselisihan.

Sebagaimana diukur oleh produk domestik bruto, ukuran paling luas dari output ekonomi, ekonomi AS mengalami ekspansi pada tingkat tahunan rata-rata 2,2 persen dari tahun 2010, setelah Resesi Hebat berakhir, hingga tahun 2016, tahun terakhir Obama di kantor. Itu adalah pertumbuhan terlemah dari setiap pemulihan pasca-resesi sejak Perang Dunia II.

OBAMA: “Sabotase mereka atas Undang-undang Perawatan yang Terjangkau telah mengorbankan asuransi kesehatan lebih dari 3 juta orang Amerika. Apabila mereka masih berkuasa pada musim gugur mendatang, Anda lebih baik percaya mereka menimbulkan kerugian yang sama lagi. Mereka telah mengatakan demikian.” –kampanye Illinois.

FAKTA: Obama menunjukkan hasil survei yang telah dipilah dan dipilih, mengabaikan hasil estimasi baru-baru ini dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC/Centers for Disease Control and Prevention) yang menemukan jumlah orang Amerika yang tidak diasuransikan pada dasarnya tidak berubah di bawah Trump.

Dia juga menyalahkan Republikan atas semua masalah dengan asuransi kesehatan, mengabaikan fakta bahwa premi mulai naik tajam di bawah pemerintahannya.

Diperbarui bulan lalu, Survei Wawancara Kesehatan Nasional CDC menemukan jumlah yang tidak diasuransikan tidak lebih buruk sejauh ini di bawah Trump. Diperkirakan bahwa 28,3 juta orang Amerika dari segala usia tidak diasuransikan selama tiga bulan pertama tahun 2018, atau 8,8 persen dari populasi AS, dibandingkan dengan 28,6 juta orang yang tidak diasuransikan, atau 9 persen dari populasi selama 2016, tahun penuh terakhir Obama menjabat.

Kantor Obama mengatakan referensi untuk 3 juta lebih yang tidak diasuransikan berasal dari survei pribadi utama orang dewasa AS, Indeks Kesejahteraan Gallup-Sharecare.

Awal tahun 2018, Gallup-Sharecare memperkirakan tingkat yang tidak diasuransikan di kalangan orang dewasa adalah 12,2 persen dalam tiga bulan terakhir tahun 2017, yang mengalami peningkatan 1,3 poin prosentase dari periode yang sama pada tahun 2016, tepat sebelum Obama lengser. Artinya, terdapat sekitar 3,2 juta lebih orang dewasa yang tidak diasuransikan selama tahun pertama Trump.

Pada saat itulah presiden baru dan Kongres GOP dengan panik mencoba untuk mencabut “Obamacare,” yang akan membuat 20 juta orang atau lebih tidak diasuransikan. Tetapi mereka gagal.

Survei CDC dan Gallup sangat dihargai oleh para ahli. Satu perbedaan yang ada ialah bahwa jumlah CDC mencakup semua orang Amerika, bukan hanya orang dewasa. Tidak pernah terdengar ada perbedaan. Perkiraan lain, dari Biro Sensus, diharapkan akan keluar pekan ini.

Pendaftaran untuk asuransi pribadi yang disponsori pemerintah di bawah hukum Obama menunjukkan penurunan di bawah Trump, tetapi tidak sebnayak 3 juta. Hampir 12,7 juta orang mendaftar selama musim pendaftaran terbuka tahun 2016, yang terakhir sepenuhnya di bawah kendali pemerintahan Obama.

Baca Juga: Pidato Anti-Trump Obama: ‘Apa Susahnya, Mengatakan Bahwa Nazi Itu Buruk?’

Untuk tahun 2018, meskipun Trump terus menentang program tersebut, maupun dengan adanya premi yang lebih tinggi dan asuransi yang lebih sedikit, jumlahnya mendekati 11,8 juta, artinya sekitar 900 ribu lebih sedikit. Pendaftaran melalui perluasan Medicaid, sumber utama cakupan Obamacare lainnya, tampaknya stabil pada sekitar 12 juta orang.

OBAMA: “Pada saat saya terakhir menjabat, pendapatan rumah tangga hampir mencapai titik tertinggi sepanjang waktu.” —kampanye Illinois.

FAKTA: Hal itu benar, meskipun sudah lama datang. Menurut Biro Sensus, pada tahun 2016 rumah tangga biasa memperoleh pendapatan US$59.039, disesuaikan dengan inflasi, hampir menyamai puncak yang dicapai pada tahun 1999. Cara lain untuk melihat angka-angka itu, tentu saja, ialah bahwa kelas menengah AS pada dasarnya mengalami 17 tahun, yang meliputi dua periode kepemimpinan Obama, tanpa kenaikan gaji.

OBAMA: “Ketika angka-angka pekerjaan keluar, angka pekerjaan bulanan, dan tiba-tiba Partai Republikan mengatakan hal itu adalah keajaiban, saya harus mengingatkan mereka, sebenarnya jumlah pekerjaan itu sama seperti pada tahun 2015 dan 2016.” —kampanye Illinois.

FAKTA: Obama benar, meskipun banyak ekonom terkejut bahwa perekrutan terus berlanjut pada kecepatan yang kuat setelah lebih dari sembilan tahun ekspansi. Perolehan pekerjaan bahkan meningkat sedikit di tahun 2018.

Namun, pada tahun 2015, perusahaan menambahkan rata-rata 226 ribu lapangan pekerjaan dalam sebulan. Tahun lalu, ketika Trump pertama kali menjabat di Gedung Putih, angka itu turun menjadi 182 ribu dalam sebulan. Sejauh ini di tahun 2018, perekrutan telah sedikit lebih baik, rata-rata 207 ribu dalam sebulan.

Dalam beberapa hal, Obama tidak cukup memuju dirinya sendiri: Tahun terkuat untuk pertumbuhan pekerjaan sejak resesi 2014, ketika para pemilik pekerjaan menambahkan rata-rata lebih dari 250 ribu pekerjaan setiap bulan.

Kontributor artikel: Penulis Associated Press Ricardo-Alonso Zaldivar.

Keterangan foto utama: Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyapa para pendukungnya dalam kampanye mendukung kandidat kongres Kalifornia di Anaheim, Kalifornia, pada tanggal 8 September 2018. (Foto: Ringo H.W. Chiu/AP)

 

Cek Fakta: Barack Obama Tidak Selalu Mengatakan yang Sebenarnya

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top