China Hukum Mati Warga Negara Kanada atas Penyelundupan Narkoba
Asia

China Hukum Mati Warga Negara Kanada atas Penyelundupan Narkoba

Robert Lloyd Schellenberg, difoto di Pengadilan Tingkat Menengah Dalian. (Foto: Pengadilan Dalian)
Berita Internasional >> China Hukum Mati Warga Negara Kanada atas Penyelundupan Narkoba

Pengadilan China menghukum mati warga negara Kanada, Robert Lloyd Schellenberg, atas penyelundupan narkoba pada Senin (14/1), di tengah meningkatnya ketegangan antara China dan Kanada, setelah penangkapan seorang pejabat eksekutif Huawei di Vancouver bulan lalu. Guy Saint-Jacques—Duta Besar Kanada untuk China dari tahun 2012 hingga 2016—mengatakan bahwa dia yakin China mengancam Kanada dengan menggunakan Schellenberg.

Oleh: Steven Jian (CNN)

Baca Juga: Tak Dapat Dukungan, Kanada Lawan Arab Saudi dan China Sendirian

Seorang warga negara Kanada di China telah dijatuhi hukuman mati setelah pengadilan mendakwanya atas penyelundupan narkoba pada Senin (14/1)—suatu langkah yang kemungkinan akan menambah ketegangan antara Kanada dan China.

Pengadilan Rakyat Menengah Dalian di timur laut China, mengatakan bahwa Robert Lloyd Schellenberg telah dijatuhi hukuman mati berdasarkan sifat dan beratnya kejahatannya, dan telah sesuai dengan hukum pidana China.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengkritik keputusan itu. Keputusan ini muncul di saat hubungan antara kedua negara menegang setelah penangkapan seorang pejabat eksekutif perusahaan teknologi China Huawei di Vancouver bulan lalu.

Menurut pengadilan, Schellenberg dikirim ke Dalian oleh penyelundup narkoba pada November 2014 untuk mengatur penyelundupan lebih dari 222 kilogram metamfetamin dari kota pelabuhan China itu ke Australia.

Schellenberg dan seorang kaki tangannya membeli peralatan dan ban untuk mengemas kembali obat-obatan tersebut sebelum dikirim, menurut jaksa penuntut.

Schellenberg dikatakan telah memeriksa kargo, menaksir beban kerja, dan menetapkan tanggal pengiriman. Setelah kaki tangannya menyerahkan dirinya kepada polisi, Schellenberg melarikan diri dari Dalian dan ditangkap di China selatan pada 1 Desember 2014, ketika ia mencoba terbang ke Thailand, kata pengadilan.

“Saya bukan penyelundup narkoba. Saya datang ke China sebagai turis,” kata Schellenberg, pada Senin (14/1), sebelum vonis diumumkan, kantor berita AFP melaporkan.

Pengadilan mengatakan bahwa Schellenberg berhak untuk mengajukan banding atas vonis dan hukumannya dalam 10 hari. Pengadilan menambahkan bahwa haknya untuk membela diri dan penerjemahan terlindungi selama persidangan, dan pejabat dari Kedutaan Kanada juga hadir.

Paman Schellenberg mengatakan kepada CNN bahwa keluarga Schellenberg terkejut atas hukuman mati itu.

“Kami tidak tahu harus berkata apa. Kami semua sangat terkejut dan kecewa dengan hukuman itu. Kami sangat kecewa,” kata Gary Schellenberg kepada CNN melalui telepon.

Paman Schellenberg juga menambahkan bahwa keluarganya berhubungan dekat dengan Badan Urusan Global Kanada, tetapi mereka masih belum bisa menghubungi keponakannya itu.

Keluarga Schellenberg merilis pernyataan pada Senin (14/1), yang meminta pemerintah Kanada untuk melindungi warga negaranya.

“Keluarga Schellenberg sangat khawatir dengan Robert yang sedang ditahan dalam keadaan yang sangat sulit di China,” bunyi pernyataan itu. “Kami sekeluarga telah berbicara dengan Anggota Parlemen kami, Ed Fast, yang tengah bekerja keras atas nama kami untuk memastikan bahwa pemerintah Trudeau melakukan segala upaya untuk mendapatkan perlakuan yang adil bagi Robert.”

“Keluarga Schellenberg meminta agar semua warga Kanada mendukung kami dan berdoa untuk kembalinya orang yang kita cintai dengan selamat.”

Di tengah meningkatnya ketegangan, Trudeau ‘prihatin’

Trudeau mengatakan bahwa keputusan pengadilan China “sangat memprihatinkan.”

“Sangat memprihatinkan bagi kami sebagai pemerintah, yang pasti juga dirasakan pemerintah sekutu internasional kita, bahwa China telah memilih untuk mulai menerapkan hukuman mati secara sewenang-wenang dalam kasus-kasus yang mereka hadapi, seperti dalam kasus ini,” Trudeau mengatakan dalam konferensi pers setelah penetapan hukuman mati tersebut, pada Senin (14/1).

Schellenberg pertama kali diadili pada Maret 2016 dan dihukum karena penyelundupan narkoba pada November 2018. Setelah menerima hukuman 15 tahun penjara, ia mengajukan banding atas putusan tersebut.

Pengadilan tinggi memerintahkan diadakannya pengadilan baru pada akhir Desember 2018, setelah jaksa mengatakan bahwa mereka telah menemukan bukti baru untuk membuktikan peran utama Schellenberg dalam kasus ini.

Opini: China Sudah Tak Pantas Berlagak Jadi Korban

Ada Yu dan Wade Meng (tidak ada hubungan) berdiri membawa tanda-tanda di luar BC Supreme Court, sebelum sidang jaminan untuk CFO Huawei Technologies Meng Wanzhou pada 10 Desember 2018 di Vancouver, Kanada. (Foto: Getty Images/Rich Lam)

Penetapan hukuman untuk Schellenberg muncul di tengah memburuknya ketegangan diplomatik antara kedua negara, setelah polisi Kanada menahan pejabat eksekutif Huawei, Meng Wanzhou, pada tanggal 1 Desember.

Meng—yang juga merupakan putri pendiri Huawei—telah berada di bawah tahanan rumah sambil menunggu sidang ekstradisi ke Amerika Serikat, atas tuduhan melanggar sanksi terhadap Iran. Sejak penangkapannya, beberapa warga Kanada telah ditahan di China.

Guy Saint-Jacques—Duta Besar Kanada untuk China dari tahun 2012 hingga 2016—mengatakan bahwa dia yakin China mengancam Kanada dengan menggunakan Schellenberg.

Dalam sebuah opini pada tanggal 9 Januari, Duta Besar China untuk Kanada, Lu Shaye, mengkonfirmasi bahwa penahanan dua akademisi Kanada merupakan tanggapan atas penangkapan Meng, yang menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang kasus Schellenberg.

“Saya baru-baru ini mendengar sebuah kata yang berulang kali diucapkan oleh beberapa orang Kanada: penindasan. Mereka mengatakan bahwa dengan menangkap dua warga Kanada sebagai pembalasan atas penahanan Kanada atas Meng, China bisa dibilang menindas Kanada,” tulis Duta Besar itu pada Rabu lalu (9/1) di The Hill Times.

“Bagi orang-orang itu, pembelaan diri China adalah pelanggaran terhadap Kanada. Jika seseorang menampar pipi kiri Anda, berikan dia pipi kanan Anda, kata mereka. Tapi saya belum pernah melihat mereka melakukan seperti yang mereka katakan itu.”

Saint-Jacques mengatakan bahwa hukuman mati Schellenberg adalah “konfirmasi bahwa kita sedang mengalami krisis.”

“Tentu saja, pemerintah akan meminta grasi,” katanya. “Menurut saya juga Schellenberg mengklaim bahwa ia dijebak dan bahwa ia tidak pernah berurusan dengan narkoba.”

China selama ini telah menghukum orang-orang yang tertangkap karena penyelundupan atau perdagangan narkoba, termasuk orang asing. Siapa pun yang ditemukan dengan lebih dari 50 gram (1,76 ons) zat yang terlarang, dapat dijatuhi hukuman mati.

“Administrasi peradilan tidak sama di China, dan cara mereka mengumpulkan bukti tidak akan diterima di pengadilan Amerika Utara,” katanya.

Dia mengatakan bahwa normal bagi China untuk mengundang wartawan asing untuk menghadiri persidangan itu.

Kanada telah memperbarui peringatan perjalanannya untuk warga negara Kanada yang akan melakukan perjalanan ke China, pada Senin (14/1). Peringatan tersebut menyatakan bahwa warga negara Kanada harus “berhati-hati di China karena adanya risiko penegakan hukum lokal yang sewenang-wenang.”

“Keputusan untuk melakukan perjalanan adalah pilihan Anda, tetapi Anda harus bertanggung jawab atas keselamatan pribadi Anda di luar negeri,” bunyi peringatan tersebut. “Kami memperhatikan keselamatan dan keamanan warga Kanada di luar negeri dengan sangat serius, dan memberikan informasi yang kredibel dan tepat waktu dalam Peringatan Perjalanan kami untuk memungkinkan Anda membuat keputusan setelah mendapat informasi mengenai perjalanan Anda ke luar negeri.”

Pada tahun 2009, Akmal Shaikh—seorang warga negara Inggris yang dihukum karena membawa hingga 4 kilogram heroin—dieksekusi dengan suntikan mematikan, meskipun mendapat protes keras dari pemerintah Inggris dan keluarganya, yang mengatakan bahwa ia menderita gangguan mental dan telah diperdaya untuk membawa obat terlarang itu.

Menurut China.org.cn—situs web yang dikelola pemerintah—setidaknya 12 pengedar narkoba asing telah dieksekusi di China sejak tahun 2000, “dan orang asing lainnya telah dijatuhi hukuman mati karena kejahatan berat lainnya.”

China masih menjadi eksekutor tertinggi di dunia, menurut badan-badan pengawas internasional, meskipun negara itu tidak mempublikasikan statistiknya secara terperinci.

Baca Juga: Proyek Inisiatif Sabuk dan Jalan China, Surga Para Koruptor

Keterangan foto utama: Robert Lloyd Schellenberg, difoto di Pengadilan Tingkat Menengah Dalian. (Foto: Pengadilan Dalian)

China Hukum Mati Warga Negara Kanada atas Penyelundupan Narkoba

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top