Mata-Mata Taiwan
Asia

China Minta Taiwan Berhenti Jadikan Mahasiswa Mata-Mata

Berita Internasional >> China Minta Taiwan Berhenti Jadikan Mahasiswa Mata-Mata

Suatu program TV menampilkan, kasus-kasus pelajar China di Taiwan, yang diduga dijadikan target oleh mata-mata. Mata-mata Taiwan ini menggoda mereka dengan uang, cinta, dan persahabatan. China dan Taiwan secara berkala, saling melemparkan tuduhan bahwa yang satunya memata-matai yang lain.

Baca juga: Bagaimana Sikap Amerika dan China Mengenai Masalah Taiwan

Oleh: The Guardians/Reuters

China menuduh agensi mata-mata Taiwan meningkatkan upaya mereka untuk mencuri informasi, dengan tujuan “infiltrasi” dan “sabotase”. China juga memperingatkan pulau itu, agar tidak memperburuk hubungan mereka yang sudah menegang, Minggu (16/9).

Agensi-agensi yang relevan terkait hal ii di Taiwan, harus mengakhiri aktivitas mereka secepatnya. Hal ini disiarkan oleh agensi berita Xinhua, yang mengutip An Fengshan, juru bicara untuk Kantor Urusan Kejibakan China-Taiwan.

Pada hari sabtu, televisi pemerintah mulai menyiarkan serangkaian program, yang menampilkan secara detil kasus-kasus dimana para pelajar China di Taiwan, dikabarkan menjadi target mata-mata domestik. Mata-mata ini menggoda para pelajar menggunakan uang, cinta, dan persahabatan.

Tuduhan ini muncul saat China menggiatkan upayanya yang mendorong, agar Taiwan segera bergabung dengan China secara permanen, dengan kartu identitas baru dan sokongan lainnya.

Taiwan telah memperingatkan penduduknya agar mewaspadai risiko tinggal di negara otokratis, dengan penyensoran internet dan kemunduran lainnya.

China dan Taiwan sering saling melempar tuduhan pengintaian atau memata-matai.

Pada tahun 2017, seorang pelajar China di Taiwan dijebloskan ke dalam penjara, karena mengumpulkan informasi sensitif melalui kontaknya di kampus-kampus dan departemen pemerintahan. Ia juga dituduh membangun jaringan mata-mata di pulau itu.

Taiwan telah mengizinkan pelajar China untuk menuntut ilmu di universitas-universitas mereka sejak tahun 2009.

Baca juga: Taiwan Menjauh dari ‘Diplomasi Dolar’ China

China menganggap Taiwan yang demokratis sebagai provinsi yang membelot, dan tidak pernah menyangkal akan menggunakan kekuatan militer untuk menundukkan kepulauan tersebut. Prospek ini sering kali diperingatkan China kepada Taiwan, dengan cara mengirim pesawat tempur dan kapal perang mereka mendekati pulau itu secara berkala.

Baru-baru ini, China juga menarik beberapa—tapi tidak semua—negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan island yang memerintah sendiri tersebut.

Namun seiring upaya Beijing untuk semakin mengisolasi Taiwan, Taipei secara diam-diam membangun hubungan keamanan dengan kekuatan regional dengan cara membagi intelejen tentang kekuatan militer China, ujar beberapa sumber.

Keterangan foto utama: Tentara China berjalan melewati stiker mobil yang menunjukkan peta China dan Taiwan dan kata-kata ‘Kita harus merebut kembali Taiwan’. (Foto: AP)

China Minta Taiwan Berhenti Jadikan Mahasiswa Mata-Mata

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top