China Perkuat Janji untuk Pertahankan Taiwan sebagai Wilayahnya
Asia

China Tegaskan Janji untuk Pertahankan Taiwan sebagai Wilayahnya

Home » Featured » Asia » China Tegaskan Janji untuk Pertahankan Taiwan sebagai Wilayahnya

Dalam pesan tegasnya kepada Taiwan, China berjanji untuk mempertahankan Taiwan sebagai wilayahnya. Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) merilis video dan serangkaian dokumen peringatan yang menunjukkan misi angkatan udara China baru-baru ini di sekitar Taiwan yang dianggap pemerintah China sebagai provinsi yang memisahkan diri, dan menyerukan janjinya untuk “melindungi wilayah tanah air kami”.

    Baca Juga : Analisis: Akankah Amerika Perangi China demi Taiwan?

Oleh: Brad Lendon dan Susanna Cullinane (CNN)

Militer China kirimkan pesan tegas kepada Taiwan pada Sabtu (28/4), dengan berjanji untuk “melindungi wilayah tanah air kami.”

Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) merilis video dan serangkaian dokumen peringatan yang menunjukkan misi angkatan udara China baru-baru ini di sekitar pulau itu, yang dianggap pemerintah China sebagai provinsi yang memisahkan diri.

“Ini adalah tugas suci setiap pilot PLA untuk menjaga wilayah tanah air kami,” tulis teks pada dokumen tersebut, yang menampilkan gambar pesawat tempur dan pilot PLA pada penerbangan di dekat Taiwan.

Kantor berita pemerintah Xinhua melaporkan pada Sabtu (28/4), bahwa foto-foto itu diambil oleh para pilot PLA China selama misi di Taiwan yang dimulai pada tanggal 18 April.

“Setiap kali kami menerbangkan pesawat pengebom H-6K di atas pulau itu, kawan-kawan saya dan saya bisa melihat dengan jelas pemandangan indah tanah air kami, sebelum merekam pemandangan itu dengan kamera,” kata pilot itu mengutip Wu Yuepeng. “Mereka bukan hanya saksi dari upaya kami untuk negara yang lebih kuat dan militer yang lebih kuat, tetapi juga menjadi saksi kami melakukan misi di era baru.”

Laporan Xinhua tersebut dimuat di situs web militer berbahasa Inggris China, bersama sebuah artikel dari surat kabar China Daily milik negara.

“Latihan penembakan yang dilakukan baru-baru ini oleh Tentara Pembebasan Rakyat telah mengirim pesan yang jelas dan tegas—kami bertujuan untuk mewujudkan reunifikasi damai dengan ketulusan dan upaya-upaya besar, tetapi kami memiliki tekad, kepercayaan diri, dan kemampuan untuk mengalahkan upaya separatis dalam bentuk apa pun, untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial,” kata seorang juru bicara Dewan Negara Kantor Urusan Taiwan seperti dikutip dalam laporan China Daily.

‘Tekad, kemampuan, dan keyakinan’

Media milik pemerintah lainnya juga memuat liputan misi PLA di Taiwan.

Media CCTV mengunggah rekaman ke YouTube tentang apa yang dikatakannya sebagai penerbangan di sekitar pulau itu pada Kamis (26/4).

“Penerbangan berkeliling pulau tersebut bertujuan untuk menguji dan meningkatkan kapasitas tempur pesawat pengebom yang dilibatkan dalam unit ini. Saat ini semua pilot kami siap untuk lepas landas dan pergi ke pertempuran kapan pun juga, tidak peduli bagaimana kompleks dan sulitnya situasi udara,” kapten pesawat pengebom Chen Liang terlihat mengatakan kepada para wartawan. “Kami memiliki tekad, kemampuan, dan keyakinan untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial.”

Unit tersebut “terdiri dari pesawat tempur, pesawat peringatan dini dan pengintai, dan pengebom H-6K, yang lepas landas dari berbagai lapangan udara militer,” menurut keterangan CCTV.

Pesawat tanpa awak drone China Wing Loong II.

Pesawat tanpa awak drone China Wing Loong II. (Foto: Wikimedia Commons)

Sementara itu, media berbahasa Inggris milik pemerintah CGTN mengunggah video ke YouTube pada Kamis (26/4), termasuk cuplikan dari penerbangan angkatan udara yang berjudul “PLA berdiri teguh melawan ‘kemerdekaan Taiwan’.”

Koresponden CGTN Han Bin mengatakan bahwa pesawat pengebom berat H6-K yang mampu membawa rudal strategis berada di antara pesawat yang mengitari Taiwan dalam latihan “yang bertujuan untuk menggagalkan setiap langkah menuju kemerdekaan.”

Laporannya meliputi konferensi media oleh juru bicara kementerian pertahanan Wu Qian.

“Aktivitas separatis di Taiwan telah menjadi ancaman realistis terbesar bagi hubungan antar selat, dan merusak kepentingan utama rakyat di sana,” kata Wu. “Kegiatan yang kami ambil menargetkan kelompok-kelompok kemerdekaan dan bertugas untuk melindungi kesejahteraan rakyat di sana.”

Juru bicara angkatan udara PLA Shen Jinke, terlihat mengatakan bahwa China akan terus berpatroli di Selat Taiwan “dengan beberapa pesawat.” “Kami memiliki tekad yang kuat dan kemampuan yang cukup untuk mempertahankan integritas wilayah negara ini,” kata Shen.

Sejarah konfrontasi yang panjang

Penerbangan Angkatan Udara PLA hanyalah latihan militer PLA terakhir di sekitar Taiwan.

Sebelumnya pada bulan April, Angkatan Laut PLA mengirim kapal induk Liaoning dan kelompoknya untuk latihan tembak-menembak di Laut China Timur.

Pekan lalu, PLA menggemborkan pengerahan rudal-rudal balistik jarak menengah DF-26 dengan Pasukan Roketnya.

Rudal-rudal itu bisa mengenai sasaran di darat dan di laut, kata Kementerian Pertahanan China.

Sebuah liputan dari Global Times yang dipasang di situs web PLA berbahasa Inggris, mengatakan bahwa penempatan itu harus dilihat sebagai “bagian dari peringatan negara itu kepada para separatis Taiwan” dan para pendukung mereka di Amerika Serikat (AS).

Ditambah dengan militer di sekitar Taiwan, “mereka mengirimkan peringatan yang jelas bahwa AS harus bertindak hati-hati dalam masalah Taiwan, dan tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri China,” Global Times melaporkan, menghubungkan pendapat itu dengan Song Zhongping, seorang ahli militer dan komentator TV.

Taiwan telah mempunyai pemerintah sendiri sejak perang sipil berdarah berakhir pada tahun 1949, dan memaksa kaum nasionalis yang kalah untuk melarikan diri ke pulau tersebut, dan terus memerintah di bawah bendera Republik China.

Meskipun pemerintah Taiwan dan China menganggap pulau itu sebagai bagian dari China, namun tidak ada pemerintah yang mengakui keabsahan pihak lawan, dan terdapat sentimen pro-kemerdekaan yang kuat di dalam partai yang berkuasa saat ini di Taiwan.

Prospek ini merupakan kutukan bagi pemerintah China, yang mendorong China untuk memperingatkan bahwa mereka dapat merebut kembali pulau itu dengan paksa jika perlu.

Kedua pemerintah memiliki sejarah panjang mengeluarkan ancaman internasional, dalam upaya mereka untuk mendapatkan peluang ekonomi dan dukungan diplomatik dari pemerintah di seluruh dunia.

Analis China: ‘Beijing Punya Lebih Banyak Senjata untuk Lawan Perang Dagang Amerika’

Presiden AS Donald Trump (kiri), dan Presiden China Xi Jinping, di Beijing pada November 2017. (Foto: AFP/Getty Images/Nicolas Asfouri)

Posisi Amerika

Amerika Serikat mempertahankan hubungan dekat tidak resmi dengan Taiwan dan memberi mereka senjata di bawah Undang-Undang Hubungan Taiwan, tetapi tetap mempertahankan hubungan diplomatik resmi dengan pemerintah China.

Walaupun pemerintah AS tidak menentang klaim Komunis China atas Taiwan, kebijakan resmi AS hanya menyatakan bahwa masyarakat di kedua sisi Selat Taiwan mengakui bahwa hanya ada satu China, dan Taiwan merupakan bagian dari China.

Namun di bawah Presiden AS Donald Trump, Amerika Serikat ‘telah tampak antusias untuk bergerak lebih dekat ke Taiwan—sebuah langkah yang telah menyebabkan kekhawatiran mendalam di pemerintah China.

    Baca Juga : Akankah Trump Dukung Upaya Kemerdekaan Taiwan?

“Setiap jengkal dari wilayah ibu pertiwi kami tidak dapat dipisahkan dari China,” kata Presiden Xi dalam pidato nasionalis pada Kongres Rakyat Nasional pada bulan Maret, yang disambut tepuk tangan meriah.

Pemerintahan Trump telah mencari hubungan yang lebih dekat dengan pemerintah Presiden Tsai, yang membuat marah pemerintah China, dengan menandatangani dua kesepakatan untuk mempererat hubungan dengan pulau itu baru-baru ini, termasuk perjalanan yang akan memungkinkan kunjungan lebih resmi antara AS dan Taipei.

Ben Westcott dan Serenitie Wang dari CNN berkontribusi untuk laporan ini.

Keterangan foto utama: Presiden China Xi Jinping dan Presiden Taiwan Ma Ying-jeou melambai kepada para wartawan sebelum pertemuan mereka di hotel Shangri-la di Singapura. (Foto: AFP/JIJI)

China Tegaskan Janji untuk Pertahankan Taiwan sebagai Wilayahnya

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top