Jokowi Ma'ruf Amin
Berita Politik Indonesia

Daftarkan Diri ke KPU, Jokowi Resmi Maju Bersama Ulama di Pilpres 2019

Presiden Indonesia Joko "Jokowi" Widodo (kiri tengah), dan pasangannya Ma'ruf Amin (tengah kanan), menyambut para pendukung mereka sebelum pendaftaran resmi sebagai kandidat untuk Pemilihan Presiden 2019, di Jakarta, Indonesia, pada Jumat, 10 Agustus 2018. Pertempuran untuk Pemilihan Presiden 2019 Indonesia dimulai pada Jumat (10/8), ketika Presiden Jokowi secara resmi terdaftar sebagai kandidat, setelah memilih seorang ulama konservatif Islam sebagai pasangannya. (Foto: Associated Press/Tatan Syuflana)
Berita Internasional >> Daftarkan Diri ke KPU, Jokowi Resmi Maju Bersama Ulama di Pilpres 2019

Presiden Jokowi Ma’ruf Amin resmi maju bersama untuk kontestasi Pilpres 2019 mendatang, setelah ia mendaftarkan diri sebagai calon presiden ke Komisi Pemilihan Umum pada Jumat (10/8) pagi, bersama pasangannya Ma’ruf Amin. Lawannya Prabowo Subianto juga telah mendaftarkan diri pada siang harinya, bersama pasangannya Sandiaga Uno.

Baca juga: Ma’ruf Amin: Ulama Cawapres Jokowi di Pilpres 2019

Oleh: Stephen Wright (AP)

Pertempuran untuk Pemilihan Presiden 2019 dimulai pada Jumat (10/8), ketika Presiden Joko “Jokowi” Widodo secara resmi terdaftar sebagai kandidat, setelah memilih seorang ulama konservatif Islam sebagai pasangannya.

Jokowi—Presiden Indonesia pertama yang berasal dari luar militer dan elit politik—mengumumkan calon wakil presidennya, Ma’ruf Amin, pada Kamis (9/8), setelah berminggu-minggu tersebar spekulasi di media lokal. Pilihan Jokowi tersebut telah menjadi berita yang lebih besar di Indonesia—yang merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia—dibandingkan gempa bumi di pulau Lombok yang menewaskan lebih dari 300 orang.

Amin (75 tahun), mengepalai Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berpengaruh dan dewan penasihat Nahdlatul Ulama, organisasi Muslim terbesar di dunia.

Pilihan Jokowi tersebut mengecewakan kelompok liberal, tetapi para pengamat mengatakan bahwa hal itu memperkuat posisinya di kalangan Muslim konservatif yang menunjukkan kekuatan politik mereka tahun lalu, dengan kejatuhan Gubernur Kristen di Jakarta—sekutu Jokowi—yang kemudian dipenjara karena tuduhan penodaan agama. Menyerang Jokowi dengan alasan ia tidak cukup beragama adalah salah satu dari beberapa strategi yang dimiliki lawannya.

Sebagai putra seorang tukang kayu, Jokowi bangkit dari ketidakjelasan politik sebagai Wali Kota Solo di Jawa Tengah, untuk menjadi Gubernur Jakarta, dan kemudian menjadi presiden pada tahun 2014.

Peningkatan infrastruktur Indonesia telah menjadi kebijakan utama pada masa jabatan pertamanya. Sebagian besar telah dipenuhi strategi politik yang sulit, di mana ia harus mengelola tuntutan basis moderatnya, konservatif Islam yang semakin kuat, koalisi parlementer yang rumit, dan militer, yang tidak pernah sepenuhnya menerima peran militer yang berkurang setelah berakhirnya kediktatoran Suharto pada tahun 1998.

Prabowo Subianto

Presiden terpilih Joko Widodo (kanan) dan calon presiden Prabowo Subianto (kiri) bertemu di kompleks Prabowo di Jakarta, pada tanggal 17 Oktober 2014, menjelang pelantikan resmi Jokowi. (Foto: AFP/Bay Ismoyo)

Dia sering mengecewakan para pendukungnya yang moderat, tetapi mereka sepertinya tidak akan beralih ke lawan Jokowi untuk kedua kalinya; politikus nasionalis dan mantan jenderal Prabowo Subianto. Prabowo maju bersama seorang pengusaha dan Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno, dan mereka secara resmi mendaftarkan diri sebagai kandidat setelah salat Jumat.

“Jokowi telah memilih seorang rekan Islamis untuk menopang sisi konservatif dan agamanya dalam sebuah kontes melawan ultra-nasionalis Prabowo, yang di masa lalu telah bekerja sama dengan kelompok Islam garis keras untuk melemahkan presiden tersebut,” kata analis Eurasia Group, Peter Mumford dalam sebuah laporan.

Pemilihan Ma’ruf Amin semakin memperkuat pencampuran agama dan politik di Indonesia, katanya, tetapi memberikan “perisai yang sangat kuat terhadap serangan politik identitas yang ditujukan untuk Jokowi, yang sering dituduh oleh oposisi tidak cukup Muslim dan terlalu pro-minoritas.”

Baca juga: Ditunjuk Jadi Cawapres Prabowo, Sandiaga Uno Dituduh Setor Rp 500 M ke PAN dan PKS

Seorang komandan lama di pasukan khusus “Kopassus” Indonesia, Prabowo keluar dari militer pada tahun 1998 setelah para tentara Kopassus menyiksa aktivis yang menentang diktator Suharto. Kelompok hak asasi manusia menuduh Prabowo memimpin pembantaian tahun 1983 di Timor Timur, di mana lebih dari 300 orang tewas.

Terdapat suasana perayaan dan kemacetan lalu lintas di luar kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta Pusat, saat Jokowi Ma’ruf Amin tiba. Setelah mendaftar, Jokowi memuji lawan-lawannya.

“Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno adalah putra-putra terbaik bangsa seperti saya dan Ma’ruf Amin. Mereka ingin berjuang untuk negara tercinta kita,” katanya.

Pemilihan Presiden tahun 2014 dirusak oleh kampanye kotor dan rumor liar di internet, bahwa Jokowi adalah seorang komunis dan memiliki latar belakang China—tuduhan yang sering digunakan di Indonesia untuk mendiskreditkan atau mengintimidasi lawan politik.

Prabowo dengan sigap menolak untuk menerima hasil pemilu 2014, dan menarik diri hanya beberapa jam sebelum pengumuman hasil resmi.

Keterangan foto utama: Presiden Indonesia Joko “Jokowi” Widodo (kiri tengah), dan pasangannya Ma’ruf Amin (tengah kanan), menyambut para pendukung mereka sebelum pendaftaran resmi sebagai kandidat untuk Pemilihan Presiden 2019, di Jakarta, Indonesia, pada Jumat, 10 Agustus 2018. Pertempuran untuk Pemilihan Presiden 2019 Indonesia dimulai pada Jumat (10/8), ketika Presiden Jokowi secara resmi terdaftar sebagai kandidat, setelah memilih seorang ulama konservatif Islam sebagai pasangannya. (Foto: Associated Press/Tatan Syuflana)

Daftarkan Diri ke KPU, Jokowi Resmi Maju Bersama Ulama di Pilpres 2019

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top