Di Twitter, Trump Mengaku Jadi ‘Korban’ Pemerintahan Obama
Amerika

Di Twitter, Trump Mengaku Jadi ‘Korban’ Pemerintahan Obama

Donald Trump dan Barack Obama. (Foto: Getty Images/Win McNamee)

Trump mengaku di Twitter, bahwa ia telah menjadi ‘korban’ oleh pemerintahan Obama, terkait pengajuan oleh FBI yang diduga cacat, untuk mendapatkan surat perintah pemeriksaan terhadap mantan penasihat kebijakan luar negeri Trump. Sebelumnya, sebuah memo Partai Republik menuduh FBI menyalahgunakan otoritas pengawasannya dengan tidak mengungkapkan bahwa berkas Steele sebagian didanai oleh kampanye Clinton.

Oleh: Veronica Stracqualursi (CNN)

Presiden Donald Trump mendorong sebuah argumen konservatif bahwa dia telah “menjadi korban” oleh pemerintahan Obama, melalui pengajuan yang diduga cacat untuk mendapatkan surat perintah pemeriksaan terhadap mantan penasihat kebijakan luar negerinya.

    Baca juga: Trump via Twitter: Pesan FBI ‘AMAT SANGAT MENGEJUTKAN’

“Pandangan saya adalah bahwa Trump tidak hanya dibenarkan dalam beberapa minggu terakhir tentang kesalahan penanganan berkas-berkas tersebut, dan kebohongan tentang berkas-berkas Clinton/Partai Demokrat, ini menunjukkan bahwa dia telah menjadi korban. Dia telah menjadi korban oleh Pemerintahan Obama yang menggunakan semua jenis agensi, bukan hanya FBI & Departemen Kehakiman, sekarang Departemen Luar Negeri juga menemukan kejahatan pada hari-hari menjelang pemilu,” kata Trump pada Sabtu (10/2), dalam dua buah tweet, mengutip wawancara Fox News yang diberikan oleh Tom Fitton—presiden kelompok pengawas konservatif, Judicial Watch.

Tuduhan tersebut—yang berasal dari memo yang dikeluarkan pada minggu lalu oleh Partai Republik di Komite Intelijen DPR—bersamaan dengan tuduhan baru bahwa Departemen Luar Negeri Obama memberi informasi kepada mantan agen intelijen Inggris Christopher Steele dari rekan Hillary Clinton, yang kemudian digunakan oleh Steele untuk memperkuat berkas sengketa tersebut, terkait Trump dan Rusia, yang dia berikan kepada FBI.

Memo Partai Republik itu—yang dipelopori oleh Ketua Komite Intelijen DPR Devin Nunes—menuduh FBI menyalahgunakan otoritas pengawasannya dengan tidak mengungkapkan bahwa berkas Steele, yang digunakan sebagai bagian dari surat perintah FISA untuk memeriksa mantan penasihat kampanye Trump Carter Page, sebagian didanai oleh kampanye Clinton.

Memo Nunes tersebut menuduh penyelidikan Rusia dipenuhi dengan bias anti-Trump di bawah pemerintahan Obama, dan didukung oleh berkas tersebut.

    Baca juga: CNN Serang Balik Trump di Twitter

Memo tersebut menuduh Steele menyimpan motivasi finansial dan ideologis anti-Trump yang tidak termasuk dalam aplikasi FISA, dan bahwa para pejabat senior Departemen Kehakiman tahu tentang bias anti-Trump Steele ini.

Jeremy Herb dari CNN berkontribusi dalam laporan ini.

Keterangan foto utama: Donald Trump dan Barack Obama. (Foto: Getty Images/Win McNamee)

Di Twitter, Trump Mengaku Jadi ‘Korban’ Pemerintahan Obama
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top