Diduga Langgar Sanksi AS terhadap Iran, Bos Huawei Ditangkap di Kanada
Global

Diduga Langgar Sanksi AS terhadap Iran, Bos Huawei Ditangkap di Kanada

Berita Internasional >> Diduga Langgar Sanksi AS terhadap Iran, Bos Huawei Ditangkap di Kanada

Meng Wanzhou menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat, seiring saham Asia menurun di tengah kekhawatiran memburuknya hubungan antara Washington dan Beijing. Huawei dituduh telah melanggar sanksi AS terhadap Iran. Kedutaan China mengecam keras penangkapan Meng tersebut.

Oleh: Lily Kuo (The Guardian)

Baca Juga: Donald Trump Lucuti Amerika dalam Pertemuan Langsung dengan China

Kanada telah menangkap kepala pejabat keuangan global (CFO) Huawei di Vancouver, di mana dia menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat (AS), dalam sebuah langkah yang kemungkinan akan memperparah ketegangan antara AS dan China.

Meng Wanzhou—salah satu wakil ketua dewan perusahaan teknologi China tersebut dan putri pendiri perusahaan Ren Zhengfei—ditangkap pada 1 Desember, dan sidang pengadilan telah ditetapkan pada Jumat (7/12), menurut departemen peradilan Kanada. Penangkapan ini dilaporkan terkait dengan pelanggaran sanksi AS.

Dalam sebuah pernyataan, departemen itu menegaskan bahwa Meng telah ditangkap dan menghadapi ekstradisi. “Karena ada larangan publikasi yang berlaku, kami tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut pada saat ini. Larangan itu didorong oleh Meng,” katanya.

Saham berjangka AS dan saham Asia jatuh setelah penangkapan Meng. Berita itu muncul seiring Washington dan Beijing memulai negosiasi selama tiga bulan, yang ditujukan untuk mengurangi perang perdagangan yang semakin parah, yang menambah kekhawatiran para investor global atas kenaikan suku bunga AS, dan risiko lainnya terhadap pertumbuhan ekonomi global.

E-mini futures S&P500 turun hampir 2 persen dan terakhir turun 1,2 persen. Saham di Tokyo turun 2,5 persen dalam perdagangan sore, sementara Hong Kong turun 2,6 persen, dan Seoul turun 1,3 persen. Saham di Shanghai turun 1,3 persen, dan di Sydney benchmark ASX200 turun 0,6 persen.

“AS telah mengatakan kepada sekutu-sekutunya untuk tidak menggunakan produk Huawei karena alasan keamanan, dan AS kemungkinan akan terus menekan sekutu-sekutunya,” kata Norihiro Fujito, kepala strategi investasi di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities di Tokyo.

“Jadi walau ada momen optimisme singkat setelah perundingan akhir pekan antara AS-China, tetapi kenyataannya adalah, tidak akan semudah itu,” katanya.

Otoritas AS telah menyelidiki Huawei setidaknya sejak tahun 2016 karena diduga mengirim produk asal AS ke Iran dan negara-negara lain yang melanggar undang-undang ekspor dan sanksi AS, sumber-sumber mengatakan kepada Reuters pada bulan April.

Huawei—salah satu pembuat peralatan jaringan telekomunikasi terbesar di dunia—mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa Meng telah “ditahan sementara” dan menghadapi tuduhan yang belum ditentukan di distrik Timur New York.

Perusahaan tersebut mengatakan telah mematuhi “semua hukum dan peraturan yang berlaku di mana ia beroperasi,” termasuk undang-undang sanksi.

“Hanya ada sedikit informasi yang diberikan kepada Huawei tentang tuduhan spesifiknya. Huawei tidak menyadari kesalahan apa pun yang dilakukan oleh Meng,” Guo Ping, CEO sementara perusahaan tersebut, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diunggah di akun WeChatnya pada Kamis (6/12).

“Perusahaan tersebut percaya sistem hukum Kanada dan AS pada akhirnya akan mencapai kesimpulan yang adil,” katanya.

Meng Wanzhou. (Foto: EPA/Maxim Shipenkov)

Penangkapan itu terjadi beberapa hari setelah Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping mengadakan pertemuan di Argentina, di mana mereka setuju melakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan perang perdagangan yang sedang berlangsung antara dua negara ekonomi terbesar di dunia tersebut. Saham AS jatuh, diikuti oleh pasar Asia, setelah berita tentang penangkapan itu pecah.

Kedutaan China di Kanada pada Kamis (6/12) mengatakan dengan tegas menentang penangkapan Meng, dan telah mengajukan “representasi tegas” terhadap AS dan Kanada. Kedutaan mengatakan bahwa tindakan tersebut telah “secara serius melanggar hak asasi manusia” Meng.

“Kami akan terus mengikuti… dan mengambil semua langkah untuk secara tegas melindungi hak dan kepentingan sah warga negara China,” kata kedutaan itu dalam sebuah pernyataan.

Meng bertugas di dewan teknologi Skycom yang berbasis di Hong Kong, yang memiliki bisnis di Iran, menurut pengajuan perusahaan yang dilihat oleh Reuters. Pada tahun 2013, Reuters menemukan bahwa perusahaan tersebut—yang mencoba untuk menjual peralatan komputer Hewlett-Packard yang diembargo ke operator telepon seluler terbesar di Iran—memiliki hubungan lebih dekat dengan Huawei daripada yang diketahui sebelumnya.

Huawei telah dibatasi secara ketat di AS, atas kekhawatiran bahwa perusahaan itu dapat merusak pesaing lokal, dan bahwa telepon dan peralatan jaringannya, yang digunakan secara luas di negara lain, dapat memberikan Beijing kesempatan untuk spionase.

Pada Rabu (5/12) BT—grup telekomunikasi Inggris—menegaskan bahwa pihaknya sedang dalam proses menghapus peralatan Huawei dari bagian-bagian penting dari jaringan 3G dan 4G, sebagai bagian dari kebijakan internal yang ada untuk tidak memiliki perusahaan China di pusat infrastrukturnya.

Pemerintah di Selandia Baru dan Australia juga telah mulai memblokir penggunaan peralatan Huawei di jaringan 5G di masa mendatang. Awal pekan ini, kepala MI6 Inggris mempertanyakan kehadiran perusahaan tersebut dalam infrastruktur telekomunikasi penting.

“Kami perlu memutuskan sejauh mana kami merasa nyaman dengan kepemilikan China atas teknologi ini dan platform ini, di mana beberapa sekutu kami telah mengambil posisi yang pasti,” kata Alex Younger.

Baca Juga: Para Akademisi Peringatkan Operasi Pengaruh China di Amerika

Keterangan foto utama: Meng Wanzhou adalah salah satu wakil ketua di perusahaan teknologi China tersebut dan putri pendiri perusahaan Ren Zhengfei. (Foto: AP/Ng Han Guan)

Diduga Langgar Sanksi AS terhadap Iran, Bos Huawei Ditangkap di Kanada

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top