Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga mengatakan bahwa peraturan, yang sekarang telah dibatalkan, ditujukan untuk melawan ekstremisme religius. (Foto: AFP/Koko)
Berita Politik Indonesia

Dikritik, UIN Akhirnya Cabut Larangan Niqab

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga mengatakan bahwa peraturan, yang sekarang telah dibatalkan, ditujukan untuk melawan ekstremisme religius. (Foto: AFP/Koko)
Berita Internasional >> Dikritik, UIN Akhirnya Cabut Larangan Niqab

UIN akhirnya mencabut larangan memakai niqab untuk para mahasiswinya. Sebelumnya, universitas tersebut mengancam untuk mengeluarkan mereka jika tetap memakai dalah satu pakaian khas Muslimah tersebut. Awalnya, UIN menyatakan aturan itu diberlakukan untuk melawan ekstremisme religius.

Oleh: Channel News Asia

Sebuah universitas di Indonesia yang larangan penggunaan niqabnya menjadi berita utama global telah mencabut kebijakan tersebut menyusul kritik bahwa mereka menindas pilihan pribadi.

    Baca Juga : Pembahasan RKUHP: ‘Presiden Harus Dialog dengan Masyarakat Sipil dan Pakar’

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN) yang berada di ibukota budaya Indonesia, Yogyakarta, mengeluarkan dekrit minggu lalu kepada lebih dari tiga lusin siswa yang memakai niqab—dan memperingatkan bahwa mereka dapat dikeluarkan jika tidak patuh.

Sekolah tersebut, yang memiliki sekitar 10.000 siswa, mengatakan bahwa peraturan yang sekarang dibatalkan tersebut bertujuan untuk melawan ekstremisme religius di negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia ini.

“Panduan mengenai siswa yang menggunakan jilbab akan dicabut untuk mempertahankan iklim akademis yang kondusif bagi keadilan,” menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh universitas pada akhir pekan.

Para pendukung peraturan baru mengatakan mengenakan jilbab penuh dengan celah kecil untuk mata (cadar) bukanlah kewajiban religius, namun para kritikus melihat permintaan anti-niqab menindas hak individu.

Universitas lain di Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, juga mendesak siswanya untuk tidak mengenakan niqab—tanpa hukuman untuk yang tidak mematuhi – sementara beberapa universitas di Indonesia telah menerbitkan larangan niqab di masa lalu.

Meskipun niqab umumnya digunakan di Arab Saudi dan beberapa negara Gulf lainnya yang sangat konservatif, niqab jarang digunakan di negara sekuler, di mana sekitar 90 persen dari 260 juta orang secara tradisional mengikuti bentuk Islam moderat, dan niqab sering dianggap sebagai ekspor Arab yang tidak disukai.

    Baca Juga : Misteri Hilangnya Kapal Induk Royal Navy: Inggris Bicara dengan Indonesia

Reputasi Indonesia sebagai benteng progresif dan toleransi beragama baru-baru ini telah diuji oleh pemerintah yang mendesak untuk melarang hubungan seksual gay dan pra-nikah.

Kekejaman konservatif muncul saat partai politik Islam dulu terpinggirkan bergerak memasuki arus utama.

Niqab telah menjadi pusat perdebatan sengit mengenai kebebasan beragama dan hak-hak perempuan, dengan Perancis yang merupakan negara Eropa pertama yang melarangnya di tempat umum.

Keterangan foto utama: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga mengatakan bahwa peraturan, yang sekarang telah dibatalkan, ditujukan untuk melawan ekstremisme religius. (Foto: AFP/Koko)

Sumber: www.channelnewsasia.com (https://www.channelnewsasia.com/news/asiapacific/indonesia-university-revokes-niqab-ban-after-criticism-10037152)

Dikritik, UIN Akhirnya Cabut Larangan Niqab

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top