Amerika

Dipecat, Rex Tillerson Peringatkan Trump Soal Rusia

Menlu AS Rex Tillerson berjalan menyusuri lorong setelah berbicara dalam sebuah konferensi pers di Departemen Luar Negeri di Washington, Selasa, 13 Maret 2018. Presiden Donald Trump memecat Tillerson dan mengatakan bahwa dia akan menunjuk Direktur CIA Mike Pompeo untuk menggantikannya, dalam sebuah keputusan besar. Perombakan staf seperti halnya penyelenggaran Trump menjadi perundingan dengan Korea Utara. (Foto: AP Photo/Andrew Harnik)
Home » Featured » Amerika » Dipecat, Rex Tillerson Peringatkan Trump Soal Rusia

Berbicara dengan terbata-bata dan tampak terguncang, Tillerson mengatakan bahwa dia telah berbicara kepada presiden untuk memastikan kejelasan di masa mendatang. Tillerson memperingatkan dengan Korea Utara dan Rusia. Dia tidak mengucapkan terima kasih kepada Trump atau memuji kebijakannya. Tillerson dilaporkan terkejut melihat betapa sedikitnya Trump memahami dasar-dasar kebijakan luar negeri.

Oleh: BBC

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) yang baru saja dipecat, Rex Tillerson, telah memperingatkan “perilaku dan tindakan mengganggu Rusia”, dalam sebuah pernyataan perpisahan setelah dipecat oleh Presiden Donald Trump.

Dia tidak mengucapkan terima kasih kepada Trump atau memuji kebijakannya.

Mantan kepala ExxonMobil tersebut, memiliki serangkaian keretakan publik dengan Gedung Putih setelah diangkat pada tahun lalu.

Trump secara resmi memecat Tillerson melalui Twitter, dan menunjuk Direktur CIA Mike Pompeo sebagai penggantinya.

    Baca Juga : Pemecatan Tillerson oleh Trump: Ada Hubungannya dengan Kesepakatan Nuklir Iran?

Trump juga menunjuk Gina Haspel untuk menjadi direktur wanita pertama CIA.

Bagaimana reaksi Tillerson?

Berbicara kepada para wartawan di Kementerian Luar Negeri, Tillerson mengatakan bahwa pekerjaan yang baik telah dilakukan untuk memiliki hubungan yang lebih baik dengan China, dan mengendalikan program senjata nuklir Korea Utara.

Namun dia menambahkan: “Banyak pekerjaan yang masih harus dilakukan, untuk menanggapi perilaku dan tindakan yang mengganggu dari pihak pemerintah Rusia.”

“Rusia harus menilai dengan saksama bagaimana tindakannya untuk kepentingan terbaik masyarakat Rusia dan dunia secara lebih luas. Melanjutkan jalur mereka saat ini cenderung menyebabkan pengasingan lebih besar terhadap pihak mereka, situasi yang tidak diminati siapa pun.”

Berbicara dengan terbata-bata dan tampak terguncang, Tillerson mengatakan bahwa dia telah berbicara kepada presiden untuk memastikan kejelasan di masa mendatang.

Meskipun Tillerson tidak akan resmi mundur sampai tanggal 31 Maret, namun wakilnya John Sullivan akan mengambil alih untuk menjalankan Kementerian Luar Negeri, sambil menunggu konfirmasi dari Pompeo.

“Yang paling penting adalah memastikan transisi yang tertib dan lancar, di saat negara ini terus menghadapi tantangan kebijakan dan keamanan nasional yang signifikan,” kata Tillerson.

Apa alasan Trump?

Berbicara kepada para wartawan di luar Gedung Putih pada Selasa (13/3), Trump mengatakan bahwa perbedaannya dengan Tillerson telah mencapai hubungan ‘chemistry’ pribadi.

“Kami dapat akur dengan cukup baik, tapi kami tidak setuju dalam beberapa hal,” kata presiden.

“Ketika Anda melihat kesepakatan Iran, saya pikir itu mengerikan, saya rasa dia pikir kesepakatan itu baik-baik saja.”

“Dengan Mike, Mike Pompeo, kami memiliki proses berpikir yang sangat mirip, saya pikir ini akan berjalan dengan baik.”

Tillerson adalah yang terakhir dalam daftar panjang pejabat senior yang mengundurkan diri atau dipecat sejak Trump mulai menjabat.

Bagaimana Tillerson dipecat?

Gedung Putih dan Tillerson telah mengalami serangkaian perselisihan publik—dan itu berlanjut sampai akhir.

Kedua belah pihak memberikan laporan berbeda tentang kapan Menteri Luar Negeri tersebut diberitahu bahwa dia dipecat.

Gedung Putih menegaskan bahwa Tillerson menerima telepon pada Jumat (9/3), dari Kepala Staf John Kelly, yang mengatakan kepadanya bahwa dia sedang dilepaskan.

Mereka mengatakan bahwa Tillerson kemudian bertanya apakah pengumuman tersebut dapat ditahan sampai dia kembali dari tur ke Afrika.

Tim diplomat tertinggi AS mengatakan bahwa Tillerson merasa tidak sehat pada Sabtu (10/3), dan memutuskan untuk mengurangi kunjungannya satu hari.

Pemecatannya dilaporkan oleh Washington Post pada Selasa (13/3), sebelum ada tweet yang diunggah, menurut seorang pejabat Gedung Putih.

Namun sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Wakil Menteri Steve Goldstein, menyiratkan bahwa Tillerson pertama kali sadar akan pemecatannya oleh tweet Presiden Trump.

“Menteri tersebut tidak berbicara dengan presiden dan tidak mengetahui alasannya,” katanya. Setelah pernyataan ini dirilis, Goldstein sendiri dipecat oleh Gedung Putih.

Tillerson juga mengatakan bahwa dia menerima telepon dari presiden tersebut, sekitar tiga jam setelah Trump mengunggah sebuah tweet yang mengumumkan kepergiannya.

Tidak Ada Lagi Pasangan Politik yang Aneh Ini

Analisis oleh Jon Sopel, editor BBC Amerika Utara

Akhir seperti ini adalah metafora yang sempurna untuk hubungan tersebut. Pasangan politik aneh itu telah bersama terlalu lama.

Kedua pria dengan temperamen, sikap, dan gaya yang berbeda tersebut telah mencapai perpisahan.

Menteri Luar Negeri itu mendarat kembali di Markas Bersama Andrews untuk meminta seorang anggota staf memberitahukan kepadanya bahwa presiden telah menulis tweet.

Karena Tillerson tidak menggunakan Twitter, tweet itu harus dicetak. Bayangkan menjadi orang yang ditugaskan untuk menyerahkannya kepada atasan kita. Yang dipecat lewat tweet.

Karirnya di perusahaan raksasa Amerika telah sampai pada akhir yang memalukan.

Siapa Kandidatnya?

Sebuah laporan Senat AS menemukan bahwa Haspel mengelola sebuah penjara CIA di Thailand, di mana para narapidana disiksa pada tahun 2002.

Wakil Direktur CIA tersebut juga dituduh menghancurkan puluhan rekaman video interogasi di kamp tersebut.

Pompeo adalah mantan anggota parlemen konservatif garis keras dari Kansas, dan seorang loyalis Trump.

Pada tahun 2014, dia membela petugas CIA yang menyiksa tahanan, dan menyebutnya “patriot”.

Baik Menteri Luar Negeri maupun Direktur CIA yang baru, harus dikonfirmasi oleh Senat.

Apa yang Tidak Disepakati oleh Trump dan Tillerson?

Laporan telah beredar sejak tahun lalu, mengenai keretakan antara panglima tertinggi tersebut dengan diplomat tertingginya.

Oktober lalu, Tillerson dipaksa untuk mengadakan konferensi pers untuk menolak klaim bahwa dia berencana untuk berhenti, meskipun dia tidak menyampaikan sebuah laporan bahwa dia telah menyebut atasannya sebagai “orang bodoh”, setelah sebuah pertemuan Pentagon.

    Baca Juga : Trump Pecat Tillerson, Tunjuk Direktur CIA Mike Pompeo Sebagai Menlu Amerika

Trump juga secara terbuka melemahkan mantan pemilik perusahaan minyak dari Texas tersebut, dengan menulis tweet bahwa Tillerson “membuang-buang waktunya” dengan mencoba untuk bernegosiasi dengan Korea Utara.

Pada bulan Desember, Menteri Luar Negeri itu menawarkan untuk memulai perundingan langsung dengan Pyongyang tanpa prasyarat.

Gedung Putih—yang mendesak bahwa Korea Utara harus terlebih dulu menerima perundingan tentang pelepasan senjata nuklirnya—menjauhkan diri dari ucapan Tillerson.

Tillerson dilaporkan terkejut melihat betapa sedikitnya Trump memahami dasar-dasar kebijakan luar negeri.

Keterangan foto utama: Menlu AS Rex Tillerson berjalan menyusuri lorong setelah berbicara dalam sebuah konferensi pers di Departemen Luar Negeri di Washington, Selasa, 13 Maret 2018. Presiden Donald Trump memecat Tillerson dan mengatakan bahwa dia akan menunjuk Direktur CIA Mike Pompeo untuk menggantikannya, dalam sebuah keputusan besar. Perombakan staf seperti halnya penyelenggaran Trump menjadi perundingan dengan Korea Utara. (Foto: AP Photo/Andrew Harnik)

Dipecat, Rex Tillerson Peringatkan Trump Soal Rusia
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top